Hai
lagi padamu yang masih tak bisa kusangsi.
Aku
kehabisan kata untuk mencari arti teruntuk kamu yang masih setengah hati.
Tapi,
ini isi dari dalam tubuhku yang bernama hati.
Lagi-lagi,
disela kesibukanku, hidup ini melulu soal rindu, cinta, harapan, dan kamu.
Untungnya
aku yang memegang kunci atas hatiku sendiri, hingga kamu tidak bisa sembarang datang
dan pergi meninggalkan.
Diruang
kecil dalam tubuhku yang bernama hati, ada ruang tunggu untuk tamu. Kamu bisa
memilihnya. Jika hanya ingin melihat-lihat seberapa rapi ruang yang aku siapkan
untukmu lalu pergi berlalu, kamu akan selamanya di ruang tunggu, karena aku tak
akan membukakan pintu dan hanya melihatmu dari balik bilik hatiku.
Jika
kamu memaksa masuk, mengetuk dengan keras bahkan sampai mendobraknya, aku tak
bisa apa-apa. Namun, resikonya kau harus tinggal selamanya. Karena didalam
ruang kecil itu kamu akan menemukan cahaya menyilaukan yang akan memerangkap
kamu untuk selamanya tersekap.
Hati
sudah lelah mencari, tak ingin hanya sekedar bercakap kemudian pergi
meninggalkan pengap. Sudah tidak ingin lagi mengobati luka dengan cuka, karena
aku ingin kamu yang nyata. Karena aku ingin kamu tak sekedar duduk di ruang
tunggu, tapi menjemputku dengan ketulusan hingga aku menyerahkan kunci hati
dengan keikhlasan.
#30HariMenulisSuratCinta Hari ke-10
Nggak bosen nih baca suratnya, kalo udah suka jadi nyaman :)
BalasHapus:) duh kamu. awas jatuh cinta sama surat surat ini
BalasHapus