Zaki masih menggenggam handphone nya dengan gusar. Tidak ada tanda-tanda bahwa Silver akan menghubunginya. Tangan nya sudah gatal ingin menelepon tapi tindakan itu akan membuat Silver marah. Zaki akhirnya melempar handphone nya ke kasur berusaha tidak peduli, tapi itu hanya bertahan sebentar, diraih kembali handphone nya dan dia memutuskan pergi ke rumah Silver. Dia tidak bisa menahan diri untuk Silver. Berkali-kali Zaki berhenti tapi tidak pernah berniat untuk pulang. Dia hanya ingin bertemu Silver. “Sial, gue kenapa sih?” Racau Zaki pada dirinya sendiri. Ia kemudian malanjutkan perjalanan dan melihat mobil Art terparkir di depan rumah Silver. “See, dia baik-baik aja.” Ujar nya lagi-lagi pada diri sendiri dengan helaan nafas yang berat. Handphone Zaki tiba-tiba berdering, Silver memanggil heboh. “Halo Zek, sepuluh menit gue tunggu di rumah ya, bye.” Hanya Silver yang mampu memperlakukan...
Masih jatuh pada hujan dan cinta padamu