Tuan yang begitu saya ah sudahlah, saya lelah sekali kali ini mengatakan betapa saya menginginkan kamu, apa yang kamu lihat? Saya tidak ada disana, tuan. Saya berada begitu dekat dengan mu. Di tempat yang begitu hangat. Di hatimu. Dibalut pakaian hangat yang kamu kenakan, tempat ini jadi semakin nyaman. Saya sudah betah. Dan saya sudah berjanji tidak akan meninggalkan tempat ini. Meski berulang kali kamu mengusir saya dengan berbagai cara. Kamu masukkan perempuan lain kedalamnya, tapi tidak ada yang lebih tegar menerimamu selain saya. Saya selalu menang melawan perempuan-perempuan palsu itu. Kamu berusaha keras mencari kunci untuk saya yang begitu teguh, yang saya lakukan hanya memandangmu dan hujan yang sibuk mengeluarkan saya dari tempat ini. Saya hanya ingin tetap istiqomah. Mencintai kamu semampu saya. Saya belum ingin menyerah. Maka, nyamankanlah tempat ini tuan, rasakan hangatnya juga. Lalu, kamu perhatikan ada saya yang begitu berhati-hati merawatnya. Tidak akan saya biarka...
Masih jatuh pada hujan dan cinta padamu