Langit Jakarta sedang begitu cerah. Perjalanan menuju Jogja sepertinya akan berjalan penuh cinta. Sebagian memilih tidur karena memang sepagi ini harus nya mimpi masih menguasai. Di sebelah saya Iva sibuk dengan buku catatan nya. Saya tidak mau tahu dengan apa yang sedang ia kerjakan. Saya memilih menjadi bagian dari manusia normal dengan menghabiskan waktu diperjalanan dengan tidur. “Va, saya tidur. Please jangan ganggu.” Ujar saya mengingatkan. Iva hanya bergumam dan masih sibuk dengan buku di tangan. Saya tidak sepenuhnya tidur, saya masih bisa mendengar suara yang berkeliaran. Seperti Iva yang sedari tadi bersenandung melawan seorang ibu yang sedang berusaha menidurkan anak nya dengan suara yang membuat kita semua terbangun. Tapi, saya tetap memejamkan mata berharap perjalanan ini berakhir segera. Wajah-wajah baru yang pertama kali saya temui. Jutaan langkah kaki yang tidak ingin berhenti. Raut kesedihan dan bahagia yang sedari tadi menjadi pusat perhatian saya. ...
Masih jatuh pada hujan dan cinta padamu