Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2015

Pertemuan kita yang pertama

Tidak susah kan mencari alamat rumahku? Aku harap jawabanya tidak, karena sesungguhnya hatimu lah penuntunnya. Siang itu aku menunggu dengan gusar, ah, entahlah , perasaan macam apa ini. Pertemuan pertama kita setelah melewati banyak menit dalam sambungan jarak jauh bernama telepon. Aku gugup? Ya, tentu saja. Aku senang merawat rasa gugup ini saat bersamamu. Aku kembali merasakan gejolak yang orang sebut sebagai rasa. Semuanya jelas didepan mataku. Kau tahu, rambut gondrong mu itu yang mencuri perhatianku sejak awal. Aku seperti melihat jutaan kebebasan disana. Kau ingat, saat kau menjabat tanganku untuk kali pertama? Kau menyalamiku seperti aku ini rekan kerjamu. Kau terlihat begitu kikuk, untuk akhirnya senyuman yang selama ini aku lihat di foto itu kini nyata. Entah, bagaimana bisa aku mengingatnya dengan begitu jelas. Hari itu sepertinya sudah terekam permanen dalam memoriku. Sama halnya dengan pertemuan pertama kita yang kutunggu dengan gusar, aku selalu menunggu per...

Kala itu aku sangat menyukai kegugupan

Petang itu di akhir-akhir ramadhan tahun lalu dering telepon membuatku gugup. Sejak pertukaran nomer telepon di facebook sore itu, kamu langsung mengubungiku. Entah apa yang membuat kita sama-sama berani saling bicara satu sama lain. Suaramu terdengar gugup, ya aku juga gugup. Kamu bicara seolah kita adalah kawan lama. Hey, apa kamu tahu rasa gugup itu menyerangku bahkan hingga saat ini setiap kali aku mendengar mu di telepon. Bicara saja membuatku gugup, apalagi jika nanti bertemu denganmu. Bisakah kita tetap menjaga rasa gugup ini? Jika aku boleh jujur, aku menikmati setiap rasa gugup yg timbul dan, ah, entahlah mungkin pipiku saat ini merah. Aku rasa aku menyukaimu. #30HariMenulisSuratCinta  Hari ke-1