Tidak susah kan mencari alamat rumahku? Aku harap jawabanya tidak, karena sesungguhnya hatimu lah penuntunnya. Siang itu aku menunggu dengan gusar, ah, entahlah , perasaan macam apa ini. Pertemuan pertama kita setelah melewati banyak menit dalam sambungan jarak jauh bernama telepon. Aku gugup? Ya, tentu saja. Aku senang merawat rasa gugup ini saat bersamamu. Aku kembali merasakan gejolak yang orang sebut sebagai rasa. Semuanya jelas didepan mataku. Kau tahu, rambut gondrong mu itu yang mencuri perhatianku sejak awal. Aku seperti melihat jutaan kebebasan disana. Kau ingat, saat kau menjabat tanganku untuk kali pertama? Kau menyalamiku seperti aku ini rekan kerjamu. Kau terlihat begitu kikuk, untuk akhirnya senyuman yang selama ini aku lihat di foto itu kini nyata. Entah, bagaimana bisa aku mengingatnya dengan begitu jelas. Hari itu sepertinya sudah terekam permanen dalam memoriku. Sama halnya dengan pertemuan pertama kita yang kutunggu dengan gusar, aku selalu menunggu per...
Masih jatuh pada hujan dan cinta padamu