"Aku minta maaf atas semua khilaf di masa lalu" Tentu saja kamu tidak bersalah atas apapun. Atas semua perasaan yang selalu hidup. Perasaan yang selalu menyenangkan bagiku dan mengganggu untukmu. Perasaan ini membawa kita begitu jauh.Sangat jauh. Jujur saja, aku tidak sudi berteman denganmu. Kamu sangat tidak cocok menjadi temanku. Mungkin saja karena selera musik, makanan dan perasaan kita memang berbeda. Dari semua pertemuan ini, apakah kamu merasa perasaan mu pernah berubah? Merasa aku tiba-tiba saja menjadi penting untukmu? Memikirkan apa mungkin sebaliknya memulai sesuatu denganku? Melihatku dari sudut yang lain. Dari sudut yang paling kamu sukai. Lalu, maaf mu itu untuk yang mana? Bukan kah permintaan maaf harus jelas ditujukan untuk apa? Kamu tidak bersalah sama sekali. Aku yang saat itu menempatkan kamu sebagai orang yang begitu jahat. Padahal kamu sudah hidup dengan sangat baik. Tidak melakukan kesalahan apapun, tidak menyakiti aku sedikitpun. Jangan. Jang...
“Halo Zek, kenapa whatsapp gue ngga di bales sih?” “Baru liat Sil, ini baru mau di bales. Iya lu tenang aja deh. Bawel banget. “Jangan ikut coret-coret ya besok inget kan janji kita apa?” Ujar Silver mengingatkan. “Iya Sil, bawain gue bekal ya besok.” Pinta Zaki penuh harap. “Kalau sempet. Tuan putri tidur ya. Bye superman.” Percakapan yang diakhiri dengan tawa ringan dari Silver. Rasanya sudah lama sekali Zaki tidak bicara banyak dengan Silver. Sahabat nya itu sudah mulai menemukan cinta pertama. Pagi-pagi sekali Zaki sudah sampai di sekolah dan menunggu Silver. Dia melihat mobil Art tapi tidak ada Silver. Zaki justru melihat Meisya. Teman sekelas nya yang menjadi idola di sekolah. Model majalah dan bintang iklan. Tapi itu tidak penting. Yang dipikirkan Zaki saat ini adalah di mana Silver. Harus nya dia bersama Art. Bel pertama tanda peserta ujian harus memasuki ruangan sudah berbunyi. Silver belum juga tiba. Zaki sudah diperingatkan pengawas ujian untuk segera ma...