Langsung ke konten utama

Memeluk Kesedihan

"Aku minta maaf atas semua khilaf di masa lalu"

Tentu saja kamu tidak bersalah atas apapun. Atas semua perasaan yang selalu hidup. Perasaan yang selalu menyenangkan bagiku dan mengganggu untukmu.
Perasaan ini membawa kita begitu jauh.Sangat jauh.
Jujur saja, aku tidak sudi berteman denganmu. Kamu sangat tidak cocok menjadi temanku. Mungkin saja karena selera musik, makanan dan perasaan kita memang berbeda.
Dari semua pertemuan ini, apakah kamu merasa perasaan mu pernah berubah?
Merasa aku tiba-tiba saja menjadi penting untukmu?
Memikirkan apa mungkin sebaliknya memulai sesuatu denganku?
Melihatku dari sudut yang lain. Dari sudut yang paling kamu sukai.

Lalu, maaf mu itu untuk yang mana?

Bukan kah permintaan maaf harus jelas ditujukan untuk apa?
Kamu tidak bersalah sama sekali. 
Aku yang saat itu menempatkan kamu sebagai orang yang begitu jahat.
Padahal kamu sudah hidup dengan sangat baik.
Tidak melakukan kesalahan apapun, tidak menyakiti aku sedikitpun.

Jangan.
Jangan pernah lagi meminta maaf untuk semua keegoisanku di masa lalu.
Jangan pernah datang lagi, jangan pernah sekalipun.
Aku tidak ingin kembali menyukaimu.

Aku memafkan segala yang mungkin kamu pikir salah.
Aku juga sudah memaafkan diriku yang selalu bersedih dahulu.

Semoga kita tidak pernah lagi bertemu.
Akan kupeluk kesedihan ini hingga ia merasa baik-baik saja.
Tenang saja, aku pasti baik-baik saja.
Kamu hanya perlu hidup dengan baik.

Selamat tinggal.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sembunyikan Saya

Kepada mu yang masih menyembunyikan saya dari seluruh dunia. Kita pernah sama-sama saling bersilang jalan. Pernah saling bersisian. Pernah saling pergi. Tapi, apa yang semestinya jadi satu pasti akan kembali.  Kita pernah pula saling melewatkan. Pernah juga dengan berat hati melepas genggaman. Tapi, apa yang semestinya jadi milik kita akan datang tanpa pernah memberi tahu. Kini, saya senang berada disini. Di tempat yang ingin saya tetapkan menjadi rumah. Tempat saya pulang dari segala lelah. Tempat yang tidak seorang pun tahu, karena kamu dengan begitu tenang menempatkan saya dengan begitu rahasia di situ. Di hatimu.  Maka dengan surat ini, kamu harus bertanggung jawab karena sudah membuat saya betah. Kamu harus menjaga saya agar tetap berada di sisimu. Meyakinkan saya untuk tidak membuka pintu. Membuat saya jatuh hati setiap hari padamu. Sebagai hadiah, kamu dapat menikmati senyum saya yang manis semau mu😄 #30HariMenulisSuratCinta

Thank You Mozaik

Hai, Mozaik Al Isamer, putra sulung Bapak Insan Asyik.  Sekitar tiga hari yang lalu aku berkunjung ke typoganteng.com dan membaca tulisan yang berjudul "Ayah, Kau Terbaik!". Dan karena ulahmu menuliskan itu berhasil membuatku menangis dan merindukan ayahku.  Yang paling bisa buat mata berkaca-kaca di bagian yang ini, "Gue anak nggak berguna, kalau dia nggak bisa nikmatin masa tua nya." Aku rasa apapun yang berhubungan dengan orang tua akan selalu bersinggungan dengan air mata.  Sebelumnya, aku akan memperkenalkan diri dengan sejelas-jelasnya karena ini bukan surat kaleng. Namaku Vici Kurnia Ayuningtyas, putri sulung Bapak Muazin. Kelahiran Lampung, 22 Mei 1995. Seperti yang kamu tuliskan sebelumnya bahwa setiap Ayah akan selalu punya "keren" nya masing-masing. Tapi, pandangan anak perempuan dan laki-laki tentang Ayah akan sangat berbeda menurutku. Seperti nama Ayahku; Muazin, yang katanya arti nama itu adalah pria yang mengumandangkan adzan. Ta...

Menyukai Seseorang

Bukankah menyukai seseorang adalah hal yang mudah? Hanya cukup dengan menyukai nya, tanpa perlu tahu siapa mantan kekasihnya, pekerjaannya, apa yang sedang ada dalam pikiran nya. Hidup akan baik-baik saja sepertinya. Hari-hari hanya akan ada perasaan baik, mendoakan, mengharapkan. Dalam menyukai kita selalu diperbolehkan berharap, tidak ada yang bisa membatasi rasa dan harapan itu karena semuanya milikmu. Rasa ingin tahu tentang nya adalah yang paling menguasi pikiran mu. Tentang hobi nya,  makanan dan film favorit nya, tipe pasangan yang menjadi impian nya. Padahal rasa ingin tahu itu bisa melukai. Tapi, tiap kali kamu menyukai seseorang seolah kamu merasa jadi manusia yang paling bisa menahan rasa sakit. Kamu merasa baik-baik saja saat orang yang kamu sukai muncul di timeline mu.  Hadir sesekali lewat instastory. Hanya dengan itu kamu merasa jadi yang paling tahu tentang diri nya. Kamu merasa hari mu dipenuhi tawa dengan melihat foto nya yang sedang tersenyum,...