Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2016

Tidak Terjangkau

Terima kasih sudah menjadi ketidakterjangkauan. Terima kasih sudah terlalu susah untuk diraih. Terima kasih sudah memberi tahu saya, bahwa ada hal-hal di dunia yang begitu sulit untuk menjadi milik kita. Seberapa besar usaha aku mencoba, berusaha untuk berada disisimu, aku hanyalah apa-apa yang terkadang begitu mengganggu untukmu. Kamu sedang apa? Membaca malam? Melukis bintang? Atau merindukan aku? Pernah, sedikit saja kamu memikirkan cara untuk menemuiku? Atau berpikir apa yang sedang aku lakukan saat ini. Gelisah atau bahagia? Atau kamu selalu berpikir bahwa aku baik-baik  saja setiap kali kamu tidak ada. Kamu selalu menutup mata, merasa tidak terjadi apa-apa saat rindu dengan bahagia menusuk apa saja. Menahan mati-matian rasa yang mungkin saja bisa kamu utarakan. Mungkin disisimu ada rasa yang begitu ingin kamu lawan. Sedang disisiku ada rasa yang begitu ingin ditahan. Meski aku selalu kalah saat kamu ada. Dan aku selalu kalah. Karena kamu selalu ada, di apapun y...

Mantra Milikmu

Bagaimana perjalananmu? Semoga selalu bahagia. Itu seperti mantra. Kuberikan untukmu. Simpanlah. Mungkin suatu hari kamu membutuhkannya. Kamu sudah sampai dimana? Masih dalam perjalanan? Atau sudah bersantai? Atau apa? Beri aku tanda sedikit saja. Karena perjalananmu itu, sedari pagi aku sibuk dengan gadget. Membaca semua artikel tentang puncak yang sedang kamu daki. Paling tidak aku tahu apa yang sedang kamu tuju. Aku mohon, jaga sehatmu selama disana. Kamu tahu bukan, setiap wanita diciptakan dengan rasa khawatir yang lebih. Karena kami wanita begitu istimewa. Disiapkan hati yang begitu besar untuk menampung kecewa dan rindu yang terkadang bisa teramat dalam. Dan kali ini, aku rindu. Entah rindu yang seperti apa, tapi aku dengar rindu ini mengeja nama mu tanpa jeda. Aku ingat satu hal, kamu pernah mengumumkan sebuah mantra. Bolehkah kugunakan? Katamu, ini mantra jika kau rindui aku. Pulanglah Pulanglah Pulanglah. Jika kamu dengar mantra itu, ku mohon jangan merasa...