Langsung ke konten utama

Mantra Milikmu


Bagaimana perjalananmu?

Semoga selalu bahagia.

Itu seperti mantra. Kuberikan untukmu. Simpanlah.
Mungkin suatu hari kamu membutuhkannya.
Kamu sudah sampai dimana? Masih dalam perjalanan? Atau sudah bersantai? Atau apa? Beri aku tanda sedikit saja.

Karena perjalananmu itu, sedari pagi aku sibuk dengan gadget. Membaca semua artikel tentang puncak yang sedang kamu daki. Paling tidak aku tahu apa yang sedang kamu tuju.

Aku mohon, jaga sehatmu selama disana. Kamu tahu bukan, setiap wanita diciptakan dengan rasa khawatir yang lebih. Karena kami wanita begitu istimewa. Disiapkan hati yang begitu besar untuk menampung kecewa dan rindu yang terkadang bisa teramat dalam.

Dan kali ini, aku rindu. Entah rindu yang seperti apa, tapi aku dengar rindu ini mengeja nama mu tanpa jeda.
Aku ingat satu hal, kamu pernah mengumumkan sebuah mantra. Bolehkah kugunakan?
Katamu, ini mantra jika kau rindui aku.
Pulanglah
Pulanglah
Pulanglah.

Jika kamu dengar mantra itu, ku mohon jangan merasa terganggu. Aku hanya ingin tahu, apa mantra itu berfungsi dengan baik.
Maka, nikmati saja perjalananmu. Bawa lagi kesendirianmu bertamasya ke tempat yang lebih jauh. Jangan biarkan kesendirian mu menemukan lagi tempat-tempat untuk menyepi.
Atau kau bisa pejamkan mata dan mulai mencintai (ku). Itu saja.

Begitu kan ujarmu sebelum pergi?

Aku menunggumu.
Aku akan menunggu.
Jadi kamu tidak perlu terburu-buru. Aku tidak apa-apa, aku baik-baik saja.

Semoga perjalananmu menyenangkan.
Semoga selalu baik-baik saja.
Semoga selalu bahagia.
Semoga kamu tidak pulang dengan wajah merah dan kaki gatal.
Semoga kamu menyertakan aku dalam perjalananmu, tuan Asr.

Aku sudah katakan pada puncak itu untuk menerimamu dengan baik, untuk memelukmu selama disana.
Jangan khawatir, aku tidak akan cemburu. Karena aku sudah memelukmu lewat doa-doaku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sembunyikan Saya

Kepada mu yang masih menyembunyikan saya dari seluruh dunia. Kita pernah sama-sama saling bersilang jalan. Pernah saling bersisian. Pernah saling pergi. Tapi, apa yang semestinya jadi satu pasti akan kembali.  Kita pernah pula saling melewatkan. Pernah juga dengan berat hati melepas genggaman. Tapi, apa yang semestinya jadi milik kita akan datang tanpa pernah memberi tahu. Kini, saya senang berada disini. Di tempat yang ingin saya tetapkan menjadi rumah. Tempat saya pulang dari segala lelah. Tempat yang tidak seorang pun tahu, karena kamu dengan begitu tenang menempatkan saya dengan begitu rahasia di situ. Di hatimu.  Maka dengan surat ini, kamu harus bertanggung jawab karena sudah membuat saya betah. Kamu harus menjaga saya agar tetap berada di sisimu. Meyakinkan saya untuk tidak membuka pintu. Membuat saya jatuh hati setiap hari padamu. Sebagai hadiah, kamu dapat menikmati senyum saya yang manis semau mu😄 #30HariMenulisSuratCinta

Thank You Mozaik

Hai, Mozaik Al Isamer, putra sulung Bapak Insan Asyik.  Sekitar tiga hari yang lalu aku berkunjung ke typoganteng.com dan membaca tulisan yang berjudul "Ayah, Kau Terbaik!". Dan karena ulahmu menuliskan itu berhasil membuatku menangis dan merindukan ayahku.  Yang paling bisa buat mata berkaca-kaca di bagian yang ini, "Gue anak nggak berguna, kalau dia nggak bisa nikmatin masa tua nya." Aku rasa apapun yang berhubungan dengan orang tua akan selalu bersinggungan dengan air mata.  Sebelumnya, aku akan memperkenalkan diri dengan sejelas-jelasnya karena ini bukan surat kaleng. Namaku Vici Kurnia Ayuningtyas, putri sulung Bapak Muazin. Kelahiran Lampung, 22 Mei 1995. Seperti yang kamu tuliskan sebelumnya bahwa setiap Ayah akan selalu punya "keren" nya masing-masing. Tapi, pandangan anak perempuan dan laki-laki tentang Ayah akan sangat berbeda menurutku. Seperti nama Ayahku; Muazin, yang katanya arti nama itu adalah pria yang mengumandangkan adzan. Ta...

Menyukai Seseorang

Bukankah menyukai seseorang adalah hal yang mudah? Hanya cukup dengan menyukai nya, tanpa perlu tahu siapa mantan kekasihnya, pekerjaannya, apa yang sedang ada dalam pikiran nya. Hidup akan baik-baik saja sepertinya. Hari-hari hanya akan ada perasaan baik, mendoakan, mengharapkan. Dalam menyukai kita selalu diperbolehkan berharap, tidak ada yang bisa membatasi rasa dan harapan itu karena semuanya milikmu. Rasa ingin tahu tentang nya adalah yang paling menguasi pikiran mu. Tentang hobi nya,  makanan dan film favorit nya, tipe pasangan yang menjadi impian nya. Padahal rasa ingin tahu itu bisa melukai. Tapi, tiap kali kamu menyukai seseorang seolah kamu merasa jadi manusia yang paling bisa menahan rasa sakit. Kamu merasa baik-baik saja saat orang yang kamu sukai muncul di timeline mu.  Hadir sesekali lewat instastory. Hanya dengan itu kamu merasa jadi yang paling tahu tentang diri nya. Kamu merasa hari mu dipenuhi tawa dengan melihat foto nya yang sedang tersenyum,...