Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2016

Kepada pagi

Selamat pagi. Hari ini saya terbangun dengan kamu memenuhi isi kepala saya. Menjelma air mata. Semalaman saya menunggu kamu. Tapi, kamu tidak ada. Mungkin kamu sedang asik bersenang-senang di atas sana. Menikmati dunia tanpa hiruk pikuk. Menikmati rindu tanpa saya. Saya benar-benar dipeluk kerinduan sepagi ini. Cuaca cerah. Namun, ada organ tubuh saya yang begitu dingin. Kenapa tidak hujan pagi ini, agar semakin lengkap apa yang selalu dingin di pagi hari. Kenapa kamu tidak pulang, supaya saya cemas? Supaya saya makin rindu? Kamu berhasil melakukan nya. Saya masih disini, dibawah selimut pagi dengan cuaca yang bahagia di luar. Saya tidak ingin cemas lagi. Saya sudah menitipkan kamu pada pagi. Seperti ini kira-kira dialog dini hari teruntuk pagi., Kepada mu pagi yang maha dingin. Peluk erat ia yang sedang di atas sana. Sentuh sedikit hati nya, supaya dia merasakan ada yang begitu merindui nya. Jika ia memang tidak berniat untuk pulang, lancarkan perjalanan pergi nya d...

Rapunzel

aku begitu jatuh cinta pada sosok ini. tak terhitung berapa kali menontonnya. ingin sekali aku menjadi dia. wanita cantik berambut ajaib. penuh semangat, harapan, dan mimpi. sayangnya, aku hanya wanita dengan rambut biasa yang tidak akan pernah bertemu pria tampan pencuri mahkota. tidak akan pernah bertemu pria bermusuh seekor kuda. tidak akan pernah dicintai pria dengan ketulusan yang begitu banyaknya. tapi, aku bahagia bertemu denganmu. pria tinggi yang begitu cerewet. pria yang bisa membuatku merasa selalu dilindungi. merasa selalu diperhatikan, bahkan dari awal hingga akhir sajak ini. dan pria itu adalah bahagia yang ingin ku eja begitu lama. cerita yang selalu ingin ku baca berulang-ulang. duka yang ingin aku terbangkan ke angkasa. dan aku tak pernah ingin bertemu dengan pria pencuri mahkota. aku sudah cukup, bertemu denganmu. bahagia yang tak pernah ingin aku sudahi.

Saat kamu sendiri

Saat kamu tidak mempunyai sesuatu untuk disakiti, jangan datang padaku. Aku tidak akan pernah menawarkan diri. Jika kau percaya, makan lah sesuatu. Terkadang suatu masalah seperti makanan yang harus kita cerna, kita nikmati dengan penuh rasa suka. Jika kesal mu masih saja belum hilang, pejamkan sebentar kedua mata mu. Lalu, ingat hal-hal baik yang pernah ada disekelilingmu. Ingat aku, jika saja aku pernah menjadi hal yang paling baik dihidupmu. Saat kamu merasa sepi seperti mengejarmu, jangan datang padaku. Aku tidak akan pernah bisa memberi keriaan padamu. Karena di saat-saat seperti ini, mungkin aku sudah tidak lagi disampingmu. Tidak lagi menemani sepanjang baik buruknya mimpimu. Aku hanya bisa memperhatikanmu dari sini, ditempat yang jauh lebih baik dari hari itu. Tempat dimana kamu sudah tidak bisa menyia-nyiakan aku. Seharusnya disaat seperti ini kamu menyadari banyak hal. Tentang betapa aku yang pernah begitu sungguh padamu. Yang tak pernah lelah disampingmu. ...