Saat kamu tidak
mempunyai sesuatu untuk disakiti, jangan datang padaku. Aku tidak akan pernah
menawarkan diri. Jika kau percaya, makan lah sesuatu. Terkadang suatu masalah
seperti makanan yang harus kita cerna, kita nikmati dengan penuh rasa suka.
Jika kesal mu masih saja belum hilang, pejamkan sebentar kedua mata mu. Lalu,
ingat hal-hal baik yang pernah ada disekelilingmu. Ingat aku, jika saja aku
pernah menjadi hal yang paling baik dihidupmu.
Saat kamu merasa sepi
seperti mengejarmu, jangan datang padaku. Aku tidak akan pernah bisa memberi
keriaan padamu. Karena di saat-saat seperti ini, mungkin aku sudah tidak lagi
disampingmu. Tidak lagi menemani sepanjang baik buruknya mimpimu.
Aku hanya bisa
memperhatikanmu dari sini, ditempat yang jauh lebih baik dari hari itu.
Tempat dimana kamu
sudah tidak bisa menyia-nyiakan aku. Seharusnya disaat seperti ini kamu
menyadari banyak hal. Tentang betapa aku yang pernah begitu sungguh padamu.
Yang tak pernah lelah disampingmu.
Saat kamu lelah,
ingatkah pernah ada aku yang tak pernah kalah. Berusaha menguatkanmu sementara
aku begitu patah.
Saat kamu terkukung rindu,
ingatkah pernah ada aku yang tak pernah melepas peluk untukmu. Sementara aku
begitu dingin dalam malam.
Saat kamu begitu egois
dalam masalahmu, ingatkah pernah ada aku yang sabar. Selalu ada untukmu hanya
supaya kamu tidak merasa sendiri. Meskipun keberadaan ku di saat-saat itu
begitu mengganggu untukmu.
Saat kamu sendiri, coba
kenang lagi yang dahulu pernah kau miliki.
Aku dan bahagia
untukmu.
Aku dan segala egoismu.
Aku dan ketidakmampuan
bertahan lagi disisimu.
Dan kini, aku dan
segala doa baik yang tak pernah putus untukmu, menikmatimu dari jauh. Semoga
saat kamu sendiri, doa baik ini sampai padamu. Sampai pada hatimu yang dulu
pernah mencintai aku.
Komentar
Posting Komentar