Hai.. Kenapa saya menuliskan ini? Karena di bagian terdalam diri saya percaya kamu akan membacanya. Saya percaya Tuhan punya kehendak atas segalanya. Saya ingin mengucapkan selamat, karena kamu sudah berada di keabadian. Di tulisan saya. Di pikiran dan hati seseorang. Saya senang mengenal kamu dengan rencana Tuhan. Mengenal kamu dengan penuh kehati-hatian. Mengenal kamu dengan senyum di tiap malam. Rasa malu yang begitu besar. Mengenal kamu dengan perasaan penuh sesak di dalam. Saya bersyukur dipertemukan dengan kamu setelah patah hati hebat. Bersyukur dipertemukan dengan kamu di kota yang di cintai banyak orang. Bersyukur dipertemukan dengan ketidak pedulian seorang pria. Bersyukur dipertemukan dengan bagian dari dunia yang menyenangkan. Jika ini surat cinta, maka biarkan saya mengungkapkannya. Perasaan ini terus tumbuh sejak hari itu. Saya tidak ingin teburu-buru menyematkan nama pada perasaan. Saya ingin menikmati setiap kejutan yang sudah alam semesta siapkan. ...
Masih jatuh pada hujan dan cinta padamu