Langsung ke konten utama

Astronot dan Tuan Putri

Hai..

Kenapa saya menuliskan ini?
Karena di bagian terdalam diri saya percaya kamu akan membacanya.
Saya percaya Tuhan punya kehendak atas segalanya.

Saya ingin mengucapkan selamat, karena kamu sudah berada di keabadian. Di tulisan saya. Di pikiran dan hati seseorang.

Saya senang mengenal kamu dengan rencana Tuhan.
Mengenal kamu dengan penuh kehati-hatian.
Mengenal kamu dengan senyum di tiap malam. Rasa malu yang begitu besar.
Mengenal kamu dengan perasaan penuh sesak di dalam.

Saya bersyukur dipertemukan dengan kamu setelah patah hati hebat.
Bersyukur dipertemukan dengan kamu di kota yang di cintai banyak orang.
Bersyukur dipertemukan dengan ketidak pedulian seorang pria.
Bersyukur dipertemukan dengan bagian dari dunia yang menyenangkan.

Jika ini surat cinta, maka biarkan saya mengungkapkannya.

Perasaan ini terus tumbuh sejak hari itu. Saya tidak ingin teburu-buru menyematkan nama pada perasaan.
Saya ingin menikmati setiap kejutan yang sudah alam semesta siapkan.

Luar angkasa dan cita-citamu bekerja di NASA.
New York dan Banda Neira.
Astronot dan Power ranger.
Minimarket dan cuaca panas di sana.
Mimpimu dan rasa malas yang selalu melanda.

Terima kasih sudah bersedia berbagi hal yang menyenangkan.
Terima kasih sudah hadir dengan begitu tepat di umur dua puluh dua.
Terima kasih sudah membawa segala banyak hal yang tidak pernah saya duga.
Terima kasih untuk rasa cemas yang pernah datang.
Terima kasih untuk perasaan bahagia yang lebih sering hadir saat kamu disini.
Terima kasih sudah membuat saya menyukai segala hal yang berada di langit.

Saya tidak tahu hadiah apa yang sudah Tuhan siapkan karena kamu pernah membuat seorang wanita sebahagia ini.
Saya tidak pernah mengharapkan apapun dari semua hal yang sudah pernah kita bagi.  Dari semua hal yang pernah mengisi hari-hari merah muda.

Saya hanya ingin perasaan ini tetap ada. Tetap tumbuh tanpa ada yang menyela.
Saya tidak berharap Tuhan menjatuhkan perasaan yang sama.  Saya hanya ingin Tuhan biarkan saya menjaga yang sudah ada.

Menjadikan kamu Astronot di luar angkasa saya. Menjadikan kamu cerita untuk anak-anak yang Tuhan ijinkan lahir dari rahim saya suatu saat nanti. Menjadikan kamu rasa bahagia yang begitu saya syukuri. Menjadikan kamu air mata yang menyesakan hati saya.

Kita tidak pernah tahu takdir apa yang sedang menunggu di depan sana.

Saya akan selalu berharap semoga kamu selalu jadi pria yang menyenangkan.
Menjadi pria yang membuat saya berdebar.
Menjadi pria yang selalu ditugaskan Tuhan untuk membahagiakan saya.

Semoga langit ikut membaca dan menyampaikan nya pada Tuhan.

Lalu saya akan menjelma segala hal baik.  Menjadi wanita yang selalu bahagia.
Karena saya percaya ada takdir yang tidak dapat di ubah dengan kekuatan apapun.  Takdir yang sudah dipersiapkan alam semesta dengan begitu rumit.

Saya harap takdir itu berisikan kita.
(MZ)

Tertanda,
Tuan Putri

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sembunyikan Saya

Kepada mu yang masih menyembunyikan saya dari seluruh dunia. Kita pernah sama-sama saling bersilang jalan. Pernah saling bersisian. Pernah saling pergi. Tapi, apa yang semestinya jadi satu pasti akan kembali.  Kita pernah pula saling melewatkan. Pernah juga dengan berat hati melepas genggaman. Tapi, apa yang semestinya jadi milik kita akan datang tanpa pernah memberi tahu. Kini, saya senang berada disini. Di tempat yang ingin saya tetapkan menjadi rumah. Tempat saya pulang dari segala lelah. Tempat yang tidak seorang pun tahu, karena kamu dengan begitu tenang menempatkan saya dengan begitu rahasia di situ. Di hatimu.  Maka dengan surat ini, kamu harus bertanggung jawab karena sudah membuat saya betah. Kamu harus menjaga saya agar tetap berada di sisimu. Meyakinkan saya untuk tidak membuka pintu. Membuat saya jatuh hati setiap hari padamu. Sebagai hadiah, kamu dapat menikmati senyum saya yang manis semau mu😄 #30HariMenulisSuratCinta

Thank You Mozaik

Hai, Mozaik Al Isamer, putra sulung Bapak Insan Asyik.  Sekitar tiga hari yang lalu aku berkunjung ke typoganteng.com dan membaca tulisan yang berjudul "Ayah, Kau Terbaik!". Dan karena ulahmu menuliskan itu berhasil membuatku menangis dan merindukan ayahku.  Yang paling bisa buat mata berkaca-kaca di bagian yang ini, "Gue anak nggak berguna, kalau dia nggak bisa nikmatin masa tua nya." Aku rasa apapun yang berhubungan dengan orang tua akan selalu bersinggungan dengan air mata.  Sebelumnya, aku akan memperkenalkan diri dengan sejelas-jelasnya karena ini bukan surat kaleng. Namaku Vici Kurnia Ayuningtyas, putri sulung Bapak Muazin. Kelahiran Lampung, 22 Mei 1995. Seperti yang kamu tuliskan sebelumnya bahwa setiap Ayah akan selalu punya "keren" nya masing-masing. Tapi, pandangan anak perempuan dan laki-laki tentang Ayah akan sangat berbeda menurutku. Seperti nama Ayahku; Muazin, yang katanya arti nama itu adalah pria yang mengumandangkan adzan. Ta...

Menyukai Seseorang

Bukankah menyukai seseorang adalah hal yang mudah? Hanya cukup dengan menyukai nya, tanpa perlu tahu siapa mantan kekasihnya, pekerjaannya, apa yang sedang ada dalam pikiran nya. Hidup akan baik-baik saja sepertinya. Hari-hari hanya akan ada perasaan baik, mendoakan, mengharapkan. Dalam menyukai kita selalu diperbolehkan berharap, tidak ada yang bisa membatasi rasa dan harapan itu karena semuanya milikmu. Rasa ingin tahu tentang nya adalah yang paling menguasi pikiran mu. Tentang hobi nya,  makanan dan film favorit nya, tipe pasangan yang menjadi impian nya. Padahal rasa ingin tahu itu bisa melukai. Tapi, tiap kali kamu menyukai seseorang seolah kamu merasa jadi manusia yang paling bisa menahan rasa sakit. Kamu merasa baik-baik saja saat orang yang kamu sukai muncul di timeline mu.  Hadir sesekali lewat instastory. Hanya dengan itu kamu merasa jadi yang paling tahu tentang diri nya. Kamu merasa hari mu dipenuhi tawa dengan melihat foto nya yang sedang tersenyum,...