Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Terimakasih untukmu dan Garut Papandayan

  terimakasih untuk oleh oleh yang kata mu “cuma gini” “cuma gini” bagimu itu , berarti banyak untuk harapan seseorang. apa kamu tahu bahagia yang saya rasakan malam tadi, sangat berlebihan, semoga ALLAH SWT mengampuni saya. :)) malam tadi adalah puncak saya merindukan kamu, saya bisa apa selain mendoakanmu supaya baik baik saja disana, dan selalu bahagia tentunya.  setelah itu kamu mengganti display picture dengan foto tampak belakang dengan topi dan jaket .. apa itu abu-abu atau hitam. :)) kamu masih terlihat sama, mengagumkan dan selalu saya rindukan. personal message mu tertulis “pulang” saya memberanikan diri untuk bertanya, sudah kah kamu pulang?  saya tahu ini pertanyaan bodoh karena sudah tertera jelas di personal message mu. lalu kamu membalas dengan mengirim sebuah gambar, gambar diatas yang subhanallah begitu membuat saya bahagia. nama saya yang kamu tulis di kertas kecil dengan senyum manis. malam tadi lampu kamar saya sengaja mati, lalu...

Ritual

beberapa hari ini saya melakukan ritual melepaskan luka menulis daftar menyenangkan tentang “kita” yang mungkin kamu berfikir tidak ada tapi, apa kamu tahu, pesan pesan singkat kita adalah salah satu hal yang paling saya suka saat menuliskan kamu, luka saya hilang meski hanya sebentar saat menuliskan kamu, luka saya pulih dan tidak merasakan apa pun selain bahagia bahagia yang begitu sakit luka ini saya sendiri yang membuatnya luka yang mengendap lalu membusuk luka yang makin gemar melebarkan rongga rongga tiap malam luka yang saya nikmati dengan rasa senang bagaimana mungkin ada manusia yang mau kembali merasakan luka setiap harinya, menahannya dengan membiarkan air mata sebagai obatnya ya, hanya manusia yang jatuh cinta. pada seseorang yang tak mungkin bisa di utarakan malam ini, saya sedang melakukan ritual melepas luka tapi tiba tiba, saya rindu lalu ritual ini berubah menjadi ritual menanam luka

ini tidak berjudul

mungkin yang mengerti foto ini hanya saya tentang matahari tenggelam pria pecinta kopi juga peralatan pendakian saya tidak pandai menggambarkan, namun sangat pintar mengimajinasikan kamu saat ini saya sedang rindu selain mendoakan apalagi yang bisa saya lakukan selain menulis kamu. rindu memang tidak pernah mau tahu dia tidak mengenal jarak dan waktu dia hanya mengenal dirimu malam ini kamu pergi ke Garut, dan saya ingin sekali ikut Garut Papandayan sudah saya simpan setelah Munara dan saya mau kesana dengan kamu tentunya nanti, saat sudah tiba waktunya karena mungkin kita tidak perlu terburu buru biarkan diri kita satu sama lain hidup dalam hati kita masing masing karena saya selalu percaya ALLAH SWT selalu tepat waktu

selamat malam, Garut

malam ini, Tuan sedang dalam perjalanan menuju kamu saya tidak tahu dia sudah sampai dimana katanya, dia ingin piknik ceria, membawa kopi nya berlibur menghilangkan penat yang selama ini diam diam ia kubur malam ini, Tuan sedang dalam perjalanan menuju kamu saya tidak tahu dia sedang apa, tidur? bermain game? berbincang dengan teman seperjalanannya? yang saya tahu pasti, sedang tidak memikirkan saya sedari pagi saya mengganggunya dengan ucapan “hati-hati” saya tahu dia bosan, namun saya tidak bisa menahan untuk khawatir dia membalas seadanya, tapi saya disini selalu ada untuknya malam ini saya hanya bisa berdoa, semoga perjalanan Tuan bahagia semoga ALLAH SWT melindungi perjalananya, meridhoi segala yang ia rencanakan, Garut, sambutlah Tuan dengan pelukan hangat, tenang saja, saya tidak akan cemburu. karena saya sudah memeluk dia dalam doa doa saya

Hujan dan Kamu adalah Rindu

Catatan pendek untuk cinta yang panjang ; @dsuperboy Sebuah buku dengan sampul lucu. Berisi catatan cinta perihal tentang; “Hari-hari jatuh dan menjatuhkan hati” “Hari-hari bertahan bertahun-tahun” “Hari-hari patah dan kalah” “Hari-hari menyadari semuanya harus kembali indah” Malam itu susah sekali mencari buku ini bahkan sempat menyerah dan memutuskan membeli buku lain. Hingga seorang pria dengan tubuh tinggi, rambut gondrong yang acak-acakan (katanya sebagai identitas bahwa dia pecinta alam), jaket parasut biru, serta sepatu gunung yang besar menghampiri dan memberikan buku ini. Katanya aku sangat bodoh menemukan seperti ini saja tidak bisa. Dia mengomeli ku habis-habisan. Lalu dia berbalik dan berjalan ke arah rak komik, aku melihat punggungnya menjauh dan menghilang di balik rak-rak buku tapi aroma pria itu masih tertinggal. Aku tersenyum sekilas mengingat punggung itu, tempat semua kesedihan, kekesalan, bahkan bahagiaku bermuara. Dia selal...

Merasa (ke)hilang(an)

Tentang kehilangan Percayalah pada apa apa yang tak mampu tersebutkan Kehilangan adalah hal yang paling menyakitkan Tentang secangkir kopi juga fadilah malam malam penuh puisi Tak ada romansa cinta, hanya sebait pahala di malam malam Ramadhan Dimana skenario Tuhan sedang berjalan, menabur benih cinta di hati dua insan. Namun sayangnya, salah satu hati sengaja dikubur dilautan samudra terdalam, sengaja ditutup Sedang hati lainnya merapalkan bait penuh harap dalam tahajud Bersama kantuk yang tertahan Menggumamkan kegelisahan untuk seorang pria dipulau seberang Malam yang dingin, bulir kristal yang mengalir Perempuan bisu dengan cinta yang malu malu Selalu memilih luka atas jawaban dari doa doa Selalu memilih sepi untuk dinikmati sendiri Selalu membiarkan rindu mengendap, membusuk, dan berkarat Menumpuk tentang apa yang tak bisa diungkapkan Bergelung peluh tentang angan kebingungan, karena kodratinya mengawali cinta itu bagian pria Sedang...

Lekas sembuh

Kepadamu yang sedang mensyukuri sakit yang datang. Katamu, nikmatnya rasa sakit ini, mengingatkanmu tentang dosa-dosa. Dari pesanmu aku tahu, sehat sedang tidak berada didekatmu. Sepertinya kamu kelelahan, dari ceritamu melalui pesan singkat malam itu. Kesibukanmu dengan acara #Bukber45Akbar , yang aku tau kamu ditempatkan di sie acara hingga sibukmu mendapatkan tempat lebih dari yang lain. Kesibukanmu dengan kerja praktek dari kampusmu yang menempatkanmu pada Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau sekolah dasar yang harus kamu selesaikan dalam kurun waktu sekitar dua bulan. Kesibukanmu dengan kopi dan puisi yang membuatmu lupa cara tidur malam karena tenagamu terserap habis untuk semua penat yang kamu kerjakan dengan penuh tanpa mengeluh. Kamu bingung mengapa pengetahuan ku tentangmu berlebih? Bukan karena aku menguntitmu atau seharian mengamati akun media sosialmu. Tapi karena itu kamu, bukan karena apapun.  Mungkin catatan kecil ini tidak akan menyembuhkanmu, tidak ak...