beberapa hari ini saya melakukan ritual melepaskan luka
menulis daftar menyenangkan tentang “kita”
yang mungkin kamu berfikir tidak ada
tapi, apa kamu tahu, pesan pesan singkat kita adalah salah satu hal yang paling saya suka
saat menuliskan kamu, luka saya hilang
meski hanya sebentar
saat menuliskan kamu, luka saya pulih
dan tidak merasakan apa pun selain bahagia
bahagia yang begitu sakit
luka ini saya sendiri yang membuatnya
luka yang mengendap lalu membusuk
luka yang makin gemar melebarkan rongga rongga tiap malam
luka yang saya nikmati dengan rasa senang
bagaimana mungkin ada manusia yang mau kembali merasakan luka setiap harinya,
menahannya dengan membiarkan air mata sebagai obatnya
ya, hanya manusia yang jatuh cinta.
pada seseorang yang tak mungkin bisa di utarakan
malam ini, saya sedang melakukan ritual melepas luka
tapi tiba tiba, saya rindu
lalu ritual ini berubah menjadi ritual menanam luka
menulis daftar menyenangkan tentang “kita”
yang mungkin kamu berfikir tidak ada
tapi, apa kamu tahu, pesan pesan singkat kita adalah salah satu hal yang paling saya suka
saat menuliskan kamu, luka saya hilang
meski hanya sebentar
saat menuliskan kamu, luka saya pulih
dan tidak merasakan apa pun selain bahagia
bahagia yang begitu sakit
luka ini saya sendiri yang membuatnya
luka yang mengendap lalu membusuk
luka yang makin gemar melebarkan rongga rongga tiap malam
luka yang saya nikmati dengan rasa senang
bagaimana mungkin ada manusia yang mau kembali merasakan luka setiap harinya,
menahannya dengan membiarkan air mata sebagai obatnya
ya, hanya manusia yang jatuh cinta.
pada seseorang yang tak mungkin bisa di utarakan
malam ini, saya sedang melakukan ritual melepas luka
tapi tiba tiba, saya rindu
lalu ritual ini berubah menjadi ritual menanam luka
Komentar
Posting Komentar