Langsung ke konten utama

Terimakasih untukmu dan Garut Papandayan

 
terimakasih untuk oleh oleh yang kata mu “cuma gini”
“cuma gini” bagimu itu , berarti banyak untuk harapan seseorang.
apa kamu tahu bahagia yang saya rasakan malam tadi, sangat berlebihan, semoga ALLAH SWT mengampuni saya. :))


malam tadi adalah puncak saya merindukan kamu, saya bisa apa selain mendoakanmu supaya baik baik saja disana, dan selalu bahagia tentunya. 
setelah itu kamu mengganti display picture dengan foto tampak belakang dengan topi dan jaket .. apa itu abu-abu atau hitam. :)) kamu masih terlihat sama, mengagumkan dan selalu saya rindukan. personal message mu tertulis “pulang”

saya memberanikan diri untuk bertanya, sudah kah kamu pulang? 

saya tahu ini pertanyaan bodoh karena sudah tertera jelas di personal message mu. lalu kamu membalas dengan mengirim sebuah gambar, gambar diatas yang subhanallah begitu membuat saya bahagia. nama saya yang kamu tulis di kertas kecil dengan senyum manis.
malam tadi lampu kamar saya sengaja mati, lalu udara seperti menghilang, saya sesak nafas. saya sempat berteriak, namun hanya teriakan kecil yang mati matian saya tahan, menutup mulut saya dengan tangan kanan, sedang tangan kiri menatap gambar yang kamu kirim. dibalik tangan kanan itu senyum saya terukir, dan entah bagaimana, air mata juga mengalir. 

kamu tahu tidak, mengapa sesuatu yang katamu “cuma gini” membuat saya bahagia, sederhana sekali Tuan, itu karena kamu sempat memikirkan saya di waktu bahagiamu. meski hanya sebentar, saya tidak tahu apakah sudah kamu rencanakan atau saya hanya sekelebat lewat dalam pikiranmu.
yang saya tahu, oleh oleh ini hanya untuk saya, dan kamu sengaja melakukan nya untuk saya,

kertas kecil itu, nama saya, senyum manis diujungnya, pemandangan yang maha indah dan tanganmu, terimakasih.

terimakasih sudah membuat saya merasa diistimewakan dari Garut Papandayan.
terimakasih sudah membuat malam tadi menjadi malam yang baik, 
terimakasih sudah menghadirkan saya sebentar saja dalam benakmu diwaktu bahagiamu
terimakasih,

biar saja, jika menurutmu ini hanya oleh oleh yang “cuma gini” dan mungkin tidak berarti banyak untukmu. yang saya tahu, saya suka, suka foto ini dan kamu. selalu. dan kamu tahu itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sembunyikan Saya

Kepada mu yang masih menyembunyikan saya dari seluruh dunia. Kita pernah sama-sama saling bersilang jalan. Pernah saling bersisian. Pernah saling pergi. Tapi, apa yang semestinya jadi satu pasti akan kembali.  Kita pernah pula saling melewatkan. Pernah juga dengan berat hati melepas genggaman. Tapi, apa yang semestinya jadi milik kita akan datang tanpa pernah memberi tahu. Kini, saya senang berada disini. Di tempat yang ingin saya tetapkan menjadi rumah. Tempat saya pulang dari segala lelah. Tempat yang tidak seorang pun tahu, karena kamu dengan begitu tenang menempatkan saya dengan begitu rahasia di situ. Di hatimu.  Maka dengan surat ini, kamu harus bertanggung jawab karena sudah membuat saya betah. Kamu harus menjaga saya agar tetap berada di sisimu. Meyakinkan saya untuk tidak membuka pintu. Membuat saya jatuh hati setiap hari padamu. Sebagai hadiah, kamu dapat menikmati senyum saya yang manis semau mu😄 #30HariMenulisSuratCinta

Thank You Mozaik

Hai, Mozaik Al Isamer, putra sulung Bapak Insan Asyik.  Sekitar tiga hari yang lalu aku berkunjung ke typoganteng.com dan membaca tulisan yang berjudul "Ayah, Kau Terbaik!". Dan karena ulahmu menuliskan itu berhasil membuatku menangis dan merindukan ayahku.  Yang paling bisa buat mata berkaca-kaca di bagian yang ini, "Gue anak nggak berguna, kalau dia nggak bisa nikmatin masa tua nya." Aku rasa apapun yang berhubungan dengan orang tua akan selalu bersinggungan dengan air mata.  Sebelumnya, aku akan memperkenalkan diri dengan sejelas-jelasnya karena ini bukan surat kaleng. Namaku Vici Kurnia Ayuningtyas, putri sulung Bapak Muazin. Kelahiran Lampung, 22 Mei 1995. Seperti yang kamu tuliskan sebelumnya bahwa setiap Ayah akan selalu punya "keren" nya masing-masing. Tapi, pandangan anak perempuan dan laki-laki tentang Ayah akan sangat berbeda menurutku. Seperti nama Ayahku; Muazin, yang katanya arti nama itu adalah pria yang mengumandangkan adzan. Ta...

Menyukai Seseorang

Bukankah menyukai seseorang adalah hal yang mudah? Hanya cukup dengan menyukai nya, tanpa perlu tahu siapa mantan kekasihnya, pekerjaannya, apa yang sedang ada dalam pikiran nya. Hidup akan baik-baik saja sepertinya. Hari-hari hanya akan ada perasaan baik, mendoakan, mengharapkan. Dalam menyukai kita selalu diperbolehkan berharap, tidak ada yang bisa membatasi rasa dan harapan itu karena semuanya milikmu. Rasa ingin tahu tentang nya adalah yang paling menguasi pikiran mu. Tentang hobi nya,  makanan dan film favorit nya, tipe pasangan yang menjadi impian nya. Padahal rasa ingin tahu itu bisa melukai. Tapi, tiap kali kamu menyukai seseorang seolah kamu merasa jadi manusia yang paling bisa menahan rasa sakit. Kamu merasa baik-baik saja saat orang yang kamu sukai muncul di timeline mu.  Hadir sesekali lewat instastory. Hanya dengan itu kamu merasa jadi yang paling tahu tentang diri nya. Kamu merasa hari mu dipenuhi tawa dengan melihat foto nya yang sedang tersenyum,...