Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Astronot dan Tuan Putri

Hai.. Kenapa saya menuliskan ini? Karena di bagian terdalam diri saya percaya kamu akan membacanya. Saya percaya Tuhan punya kehendak atas segalanya. Saya ingin mengucapkan selamat, karena kamu sudah berada di keabadian. Di tulisan saya. Di pikiran dan hati seseorang. Saya senang mengenal kamu dengan rencana Tuhan. Mengenal kamu dengan penuh kehati-hatian. Mengenal kamu dengan senyum di tiap malam. Rasa malu yang begitu besar. Mengenal kamu dengan perasaan penuh sesak di dalam. Saya bersyukur dipertemukan dengan kamu setelah patah hati hebat. Bersyukur dipertemukan dengan kamu di kota yang di cintai banyak orang. Bersyukur dipertemukan dengan ketidak pedulian seorang pria. Bersyukur dipertemukan dengan bagian dari dunia yang menyenangkan. Jika ini surat cinta, maka biarkan saya mengungkapkannya. Perasaan ini terus tumbuh sejak hari itu. Saya tidak ingin teburu-buru menyematkan nama pada perasaan. Saya ingin menikmati setiap kejutan yang sudah alam semesta siapkan. ...

Luar Angkasa

Langit Jakarta sedang begitu cerah. Perjalanan menuju Jogja sepertinya akan berjalan penuh cinta. Sebagian memilih tidur karena memang sepagi ini harus nya mimpi masih menguasai. Di sebelah saya Iva sibuk dengan buku catatan nya. Saya tidak mau tahu dengan apa yang sedang ia kerjakan. Saya memilih menjadi bagian dari manusia normal dengan menghabiskan waktu diperjalanan dengan tidur. “Va, saya tidur. Please jangan ganggu.” Ujar saya mengingatkan. Iva hanya bergumam dan masih sibuk dengan buku di tangan. Saya tidak sepenuhnya tidur, saya masih bisa mendengar suara yang berkeliaran. Seperti Iva yang sedari tadi bersenandung melawan seorang ibu yang sedang berusaha menidurkan anak nya dengan suara yang membuat kita semua terbangun. Tapi, saya tetap memejamkan mata berharap perjalanan ini berakhir segera. Wajah-wajah baru yang pertama kali saya temui. Jutaan langkah kaki yang tidak ingin berhenti. Raut kesedihan dan bahagia yang sedari tadi menjadi pusat perhatian saya.  ...

Luar Angkasa

Kereta malam ini lengang sekali tapi hati saya sesak. Meskipun hal baik datang, hal buruk belum mau terlupakan. Saya masih memandang foto pria yang begitu terang-terangan menyakiti hati saya. Masih terselip harapan semoga dia kembali dan berubah pikiran. Saya tahu, itu akan menjadi hal bodoh. Tapi jika saya merelakan nya apakah saya dulu tidak sungguh-sungguh mencintai nya? Banyak sekali pertanyaan yang menunggu untuk di jawab. Saya hanya tidak siap mengeluarkan jawaban yang berbeda dengan kenyataan. Saya masih termenung. Perjalanan sebentar lagi usai, hanya tinggal tiga stasiun dan saya bisa menangis kuat untuk yang terakhir kali nya. Saya sudah tidak mau merasakan nyeri ini lagi. Malam ini semuanya harus selesai. Getar ponsel genggam menahan air mata saya yang sudah hampir tidak bisa ditahan. Nama Fauzan yang tertera pada layar ponsel. Jika ini masalah pekerjaan, sungguh saya akan mengutuk Fauzan. “Vi, jadi mau ikut ke Jogja nggak? Gue udah dengar kabar dari pak Rizal ni...

Luar Angkasa

Suara langkah kaki terdengar mulai ramai menuju ruangan. Saya segera menghilangkan wajah Art dari layar. Jantung saya berdegup cepat sekali seperti orang yang ketakutan. Saya menarik napas panjang menenangkan diri. Art menyebalkan sekali, bagaimana bisa membuat saya melakukan hal bodoh di tengah rasa patah hati. Semua sibuk kembali dengan layar monitor. Sesekali suara telepon memecah keheningan lalu kembali diam. Saya sudah mulai gelisah karena waktu kerja yang berjalan lambat. Semoga tidak ada pekerjaan dadakan di waktu-waktu akhir seperti ini. Saya benar-benar ingin menidurkan perasaan.  Saat saya mulai sibuk merapikan meja, telepon dengan nomor 300 memanggil. Pak Rizal, atasan pertama yang saya miliki. Manusia baik yang pantas mendapatkan posisi nya saat ini. “Villa, bisa ke ruangan saya sekarang?” Tanya sekaligus perintah Pak Rizal. Saya rasa Pak Rizal akan membicarakan masa magang yang sebentar lagi akan selesai. Helaan napas saya cukup keras hingga membua...

Saling Menjaga Setia

Untuk calon pasanganku kelak, Malam ini hujan dan aku rindu. Tapi,  aku tidak ingin bertemu denganmu.  Aku ingin kita menjaga diri satu sama lain. Pertemuan saat ini hanya akan membuat perasaan ku tidak terkendali. Merasa ingin memilikimu, padahal kamu sepenuh nya milik Allah.  Untuk calon pemimpin di hidupku kelak, Aku tidak bisa menjanjikan apapun k arena Allah sebaik-baiknya perencana. Aku hanya bisa berusaha untuk selalu menjadi pendamping yang selalu menguatkan mu. Aku hanya bisa menjadi makmum yang nanti nya akan selalu berdiri di belakangmu untuk berlindung sekaligus pelindung. Untuk calon pasangan ku kelak, Aku mungkin bukan seorang guru yang baik.  Aku mungkin bukan seorang koki yang handal. Aku juga mungkin bukan seseorang yang selalu bisa membuat mu tenang.  Tapi,  aku selalu berusaha untuk menjadi wanita yang selalu bisa kamu amanatkan untuk menjaga perasaan. Tentu saja akan banyak godaan dari sisiku dan sisimu. Tapi kepercayaan adal...

Luar Angkasa

“Ada anak baru ya?” Suara Iva terdengar samar diantara ratusan jari yang saling beradu dengan keyboard. Saya langsung membuka email untuk semua staff, karena di kantor ini semua pengumuman akan disampaikan melalui email. “Hello semua, kita ada tambahan keluarga baru nih, untuk kantor cabang Surabaya ya sebagai Service Engineer. Berikut biodata nya Nama  : Muhammad Artla (panggil nya Art) Tempat/tanggal lahir : Bengkulu, 2 Mei 1995 Mohon bantuan nya supaya Art betah dan dapat bekerja dengan baik.” Diakhir email, foto pria itu dengan jaket almamater merah tersenyum manis. Saya ikut tersenyum melihat tanggal lahir kami hanya terpaut dua puluh hari. Saya hanya bisa menghela napas melihat foto pria itu di layar monitor. Dia beruntung sekali mendapat pekerjaan saat saya sebentar lagi hengkang. Saya beranjak keluar dan bergabung dengan rekan lain nya untuk mulai kebingungan memilih makan siang. Art menjadi pembicaraan hangat saat makan siang. Dari mulai penampilan Art...

Luar Angkasa

Sekitar April... Hari ini tepat satu minggu setelah saya tahu seorang pria yang saya cintai dengan begitu sungguh selama dua tahun mencintai wanita lain. Saya tentu saja hancur. Hidup memang selalu tahu bagaimana cara nya menegur saat saya sudah keterlaluan dengan perasaan. Layar monitor berkali-kali masih terlihat buram oleh air mata. Saya tidak bisa melupakan dia begitu saja. Suasana kantor yang ramai mulai menyebalkan. Padahal biasa nya menjadi sumber keributan saat bekerja cukup menyenangkan. Hari ini juga tepat satu minggu sebelum posisi saya sebagai anak magang di kantor berakhir. Sungguh, rasa nya saya hanya ingin kembali ke rahim ibu. Sedari pagi, suara Raisa mengisi keheningan di ruangan kantor yang cukup besar. Menambah nyeri di dada. Mulai ada senior yang berkeliling ke tiap meja hanya untuk sekedar bergurau atau bahkan diam saja. “Vi, lo mau ikut gathering ke Jogja?” Suara seorang pria yang sudah mulai saya hafal. Fauzan, Product Manager yang bertugas mendata s...

Love Song

Tiap lagu akan selalu menemukan pendengar nya. Akan ada satu atau lebih dari lirik nya mampu mengungkapkan apa yang tidak bisa kita utarakan. Sebagian lirik dalam lagu ini pernah sangat ingin saya tunjukan pada seseorang. Hanya ingin dan belum pernah sampai. Untuk perempuan yg sedang dalam pelukan. Dulu sekali ada yang pernah mengirimkan lagu ini. Katanya tiap kali ia mendengarkan, saya selalu ada di bayangan. Dalam pelukannya teramat dalam. Lalu ini jadi lagu favorit saya. Sayangnya bukan karena orang itu. Saya membayangkan dalam pelukan seseorang dan dicintai tanpa paksaan. Dekat di hati. Meskipun saya bukan pejuang LDR. Dan meskipun jodoh saya sedang dalam perjalanan. Lagu ini hampir setiap hari saya dengarkan. Sebagai lagu tidur. Seberat apapun hari, sepanjang apapun waktu, jika malam datang dan lagu ini diputar saya akan segera sampai pada mimpi. Lelap dan jauh. Magis. Nyali terakhir. Akan ada alasan paling akhir mengapa saya masih saja mau berjalan disini. Akan ada manus...

Daftar Bahagia

Masing-masing dari kita akan selalu punya definisi bahagia. Dari bahagia paling sederhana sampai bahagia paling rumit. Saya rasa kunci bahagia memang dari dalam diri.  Kita hanya perlu fokus pada apa yang membuat kita bahagia, bukan apa yang “seharusnya” membuat kita bahagia. Pertanyaan tentang “7 hal yang membuatmu bahagia” entah kenapa jadi terasa sulit. Saya harus berpikir semalaman untuk tahu apakah sebenarnya saya bahagia. Karena, kata seseorang bahagia itu adalah saat kita tidak perlu mencari tahu kita sedang bahagia atau tidak. Mungkin karena saya sibuk mencari bahagia yang besar hingga saya tidak terfokus pada bahagia yang sederhana. Tujuh hal itu mungkin hanya rangkuman dari kebahagiaan yang akan saya bagikan disini. Semoga salah satunya, ada kamu atau kebahagiaan milikmu. Dimulai dari yang paling sederhana, saat saya bisa lebih dulu bangun dari alarm . Rasanya saya sudah dimenangkan Tuhan pagi-pagi sekali. Bayangkan saja, saat kita sudah dengan baik me...

Happy Birthday Pap

Happy birthday Hari ini ada yang sedang berulang tahun. Manusia yang diberikan kekuatan luar biasa untuk menjaga empat orang wanita. Manusia yang diberikan kekuatan luar biasa untuk bertanggung jawab atas segala kesedihan. Manusia yang diberikan kekuatan luar biasa untuk selalu membahagiakan keluarga. Dia memasuki umur yang sudah membuat aku takut. Semakin tua dan waktu ku bersamanya semakin sedikit. Aku tidak ingin menyebutkan umur nya. Aku tidak ingin menyadari bahwa beliau semakin tua dan aku belum merasa bisa membahagiakannya. Aku tidak ingin menyadari bahwa beban   nya kini seharusnya menjadi tanggung jawabku. Tapi, aku masih ingin menajadi putri kecilnya.   Menjadi apa yang paling beliau jaga. Kondisi nya yang saat ini sedang terpuruk justru membuat aku bangga memilikinya. Melihat bagaimana ia berjuang melawan segala kesusahan. Melawan jarak yang begitu jauh. Menjauh untuk melihat kami semua bahagia. Pergi ke pulau paling timur dengan perbed...