Tiap lagu akan selalu menemukan pendengar nya. Akan ada satu atau lebih dari lirik nya mampu mengungkapkan apa yang tidak bisa kita utarakan. Sebagian lirik dalam lagu ini pernah sangat ingin saya tunjukan pada seseorang. Hanya ingin dan belum pernah sampai.
Untuk perempuan yg sedang dalam pelukan.
Dulu sekali ada yang pernah mengirimkan lagu ini. Katanya tiap kali ia mendengarkan, saya selalu ada di bayangan. Dalam pelukannya teramat dalam. Lalu ini jadi lagu favorit saya. Sayangnya bukan karena orang itu. Saya membayangkan dalam pelukan seseorang dan dicintai tanpa paksaan.
Dekat di hati.
Meskipun saya bukan pejuang LDR. Dan meskipun jodoh saya sedang dalam perjalanan. Lagu ini hampir setiap hari saya dengarkan. Sebagai lagu tidur. Seberat apapun hari, sepanjang apapun waktu, jika malam datang dan lagu ini diputar saya akan segera sampai pada mimpi. Lelap dan jauh. Magis.
Nyali terakhir.
Akan ada alasan paling akhir mengapa saya masih saja mau berjalan disini. Akan ada manusia yang secara sadar akan selalu saya doakan. Akan ada manusia yang membuat saya jatuh berkali-kali hingga bangkit sudah tak sudi lagi. Lagu ini, ingin sekali saya sampaikan pada seseorang tiap kali saya ingin menyerah pada perasaan. Semua yang harus ia tahu ada di lagu ini.
Sampai jadi debu.
Ini lagu indie pertama yang saya dengarkan. Saya jatuh cinta pada Rara dan Ananda. Mereka menyatukan musik dan sastra. Ada sihir di lagu ini. Tiap kali hujan, semua lagu mereka seperti berjodoh terutama yang ini.
Yang patah tumbuh yang hilang berganti.
Ini lagu indie kedua yang saya dengarkan. Masih milik Rara dan Ananda. Banda Neira. Mereka berdua selalu menyebut diri mereka abal, berkarya selayaknya tanpa rencana. Lalu mereka memutuskan untuk berhenti. Tuhan memutar balikkan hati mereka. Tapi cinta yang sudah terlanjur tumbuh pada lagu ini tidak mati. Tapi berganti pada karya mereka yang masih dan akan terus ada dalam hati saya. Karena seperti kata Ananda, meskipun yang patah tumbuh yang hilang berganti, kita harus bisa berjalan lebih jauh lagi.
Runaway.
Ini lagu pertama yang saya minta pada seseorang untuk dinyanyikan. Milik Bruno Mars. Saya kira permintaan saya tidak akan ada artinya. Nyatanya dia diam-diam mengingat dan berlatih menyanyikan. Sungguh dibahagikan untuk menyenangkan.
Fix You.
Lagu ini paling pas untuk melamun. Berpikir. Atau untuk tidak melakukan apa-apa. Hanya diam dengan kamu dalam ingatan. Sesekali saya akan putar lagu ini berulang-ulang untuk semacam tiket melakukan napak tilas dengan seseorang yang sudah saya tetapkan akan jadi pilihan.
Lagu-lagu ini mungkin akan dilupakan waktu. Tapi pesan nya akan selalu jadi cara untuk mengungkapkan apa yang tertahan. Cerita dan seseorang yang hidup di tiap lirik nya pun akan abadi dalam ingatan.
Untuk perempuan yg sedang dalam pelukan.
Dulu sekali ada yang pernah mengirimkan lagu ini. Katanya tiap kali ia mendengarkan, saya selalu ada di bayangan. Dalam pelukannya teramat dalam. Lalu ini jadi lagu favorit saya. Sayangnya bukan karena orang itu. Saya membayangkan dalam pelukan seseorang dan dicintai tanpa paksaan.
Dekat di hati.
Meskipun saya bukan pejuang LDR. Dan meskipun jodoh saya sedang dalam perjalanan. Lagu ini hampir setiap hari saya dengarkan. Sebagai lagu tidur. Seberat apapun hari, sepanjang apapun waktu, jika malam datang dan lagu ini diputar saya akan segera sampai pada mimpi. Lelap dan jauh. Magis.
Nyali terakhir.
Akan ada alasan paling akhir mengapa saya masih saja mau berjalan disini. Akan ada manusia yang secara sadar akan selalu saya doakan. Akan ada manusia yang membuat saya jatuh berkali-kali hingga bangkit sudah tak sudi lagi. Lagu ini, ingin sekali saya sampaikan pada seseorang tiap kali saya ingin menyerah pada perasaan. Semua yang harus ia tahu ada di lagu ini.
Sampai jadi debu.
Ini lagu indie pertama yang saya dengarkan. Saya jatuh cinta pada Rara dan Ananda. Mereka menyatukan musik dan sastra. Ada sihir di lagu ini. Tiap kali hujan, semua lagu mereka seperti berjodoh terutama yang ini.
Yang patah tumbuh yang hilang berganti.
Ini lagu indie kedua yang saya dengarkan. Masih milik Rara dan Ananda. Banda Neira. Mereka berdua selalu menyebut diri mereka abal, berkarya selayaknya tanpa rencana. Lalu mereka memutuskan untuk berhenti. Tuhan memutar balikkan hati mereka. Tapi cinta yang sudah terlanjur tumbuh pada lagu ini tidak mati. Tapi berganti pada karya mereka yang masih dan akan terus ada dalam hati saya. Karena seperti kata Ananda, meskipun yang patah tumbuh yang hilang berganti, kita harus bisa berjalan lebih jauh lagi.
Runaway.
Ini lagu pertama yang saya minta pada seseorang untuk dinyanyikan. Milik Bruno Mars. Saya kira permintaan saya tidak akan ada artinya. Nyatanya dia diam-diam mengingat dan berlatih menyanyikan. Sungguh dibahagikan untuk menyenangkan.
Fix You.
Lagu ini paling pas untuk melamun. Berpikir. Atau untuk tidak melakukan apa-apa. Hanya diam dengan kamu dalam ingatan. Sesekali saya akan putar lagu ini berulang-ulang untuk semacam tiket melakukan napak tilas dengan seseorang yang sudah saya tetapkan akan jadi pilihan.
Lagu-lagu ini mungkin akan dilupakan waktu. Tapi pesan nya akan selalu jadi cara untuk mengungkapkan apa yang tertahan. Cerita dan seseorang yang hidup di tiap lirik nya pun akan abadi dalam ingatan.
Komentar
Posting Komentar