Bel pulang sekolah sudah berdering sepuluh menit yang lalu tapi Zaki belum juga pulang. Dia setia menemani Silver yang sedang menunggu Art di parkiran. Silver sudah berulang kali menyuruh nya untuk pulang tapi Zaki tetap diam tak bergeming. “Zek, pulang deh, gue udah ada Art lu tenang aja.” “Nanti sampai Art dateng baru gue pulang.” Jawab Zaki tidak peduli dengan wajah kesal Silver. Zaki mulai merasa ada yang aneh. Dia sudah tahu bahwa perasaan nya untuk Silver sudah berubah bukan lagi kadar untuk sahabat. Tapi melihat Silver terlalu bersemangat pulang dengan Art, perasaan Zaki mulai tidak bisa dikendalikan. Zaki ingin memiliki Silver. Tapi tidak ingin terlihat. Tiga puluh menit Art mulai terlihat berjalan ke arah parkiran dengan bola basket di tangan. “Zek, tuh Art udah ...
Masih jatuh pada hujan dan cinta padamu