Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2017

Berproses

Hai Mozaik, Lagi dan lagi, tidak ada alasan pasti kenapa surat ini masih terus datang. Karena, ini kenapa yang tidak ada jawabannya.  Dengan datang nya surat ini aku ingin bercerita. Saat ini aku sedang terlibat rencana pembunuhan. Membunuh mimpi seseorang.  Orang itu membantu mewujudkan mimpi ku dengan membunuh salah satu mimpinya. Dia memberi ruang untuk belajar, untuk berproses. Dan aku begitu bersemangat membantunya, pada awalnya.  Rasanya tidak rela membiarkan mimpi sehebat itu harus di habisi. Aku ingin memperlambat bantuanku padanya. Tapi, tidak jadi. Dengan alasan yang orang itu katakan, aku rasa aku tidak memiliki hak apapun atas keinginannya. Atas apa yang sudah ia putuskan. Paling tidak aku bisa membantunya untuk apa yang menjadi harapan terakhirnya.  Rahasia kecilnya, aku senang memiliki rekan untuk berproses. Untuk sama-sama belajar tentang apa yang diri kami masing-masing cintai. Untuk sama-sama melatih diri. Dia seorang yang baik dan aku me...

Aku Pasti Datang

Untuk pria yang sedang menuju kemari Sudah sampai dimana?  Semoga perjalanan mu di permudah Yang Maha Kuasa menuju ku. Aku tidak tahu apa yang sedang kamu persiapkan. Yang aku tahu pasti untuk suatu hal yang baik. Aku tidak tahu seperti apa sifat dan rupamu. Yang selalu aku yakini adalah bahwa kamu seorang pria yang baik. Seperti nya kita berada dalam jarak yang cukup jauh karena kamu belum juga datang hingga detik ini. Dan untuk itu aku akan sabar menunggu.  Jika sekarang kamu belum menujuku dan masih bermain di hati perempuan lain, semoga kamu tidak terlalu lama disitu.  Karena selayaknya waktu tidak semua menunggu selama yang kamu mau.  Percaya lah selalu ada aku berdiri diujung jalan mu. Jangan merasa lelah karena sesungguh nya kita sama-sama berjalan. Kamu juga harus percaya bahwa aku pasti datang. Maka jangan berhenti. Selesaikan semua yang harus kamu kerjakan, jangan terburu-buru karena aku tidak akan kemana-mana.  Teruslah berdoa dan berhara...

Hujan di Jakarta dan Banda Neira

Hai Mozaik, Semoga masih selalu dalam keadaan baik, ya.  Aku tidak tahu mengapa ingin mengirimkan surat ini padamu. Tidak ada alasan pasti. Hanya ingin saja. Sesederhana itu. Jadi, apa kamu sudah berniat mengikuti event tahunan pos cinta?  Aku rasa kamu berbakat untuk ini. Kamu bisa saja menjadi pengirim surat favorit setiap hari. Kalau kamu bingung surat mu akan dikirimkan kepada siapa, kamu tidak perlu khawatir karena pos cinta bisa mengantarkan surat tanpa alamat dan penerima. Hebat kan?  Hanya sekedar informasi untuk mu,  Jakarta hujan sejak pagi sampai detik aku menuliskan surat ini. Bagaimana dengan Yogyakarta?  Berawan?  Atau hujan?  Kamu tahu Banda Neira?  Dua musisi yang menyebut diri mereka abal. Yang menyebut diri mereka selayaknya selalu tanpa rencana. Dua manusia yang menyatukan musik dan sastra. Di kalimat aku menuliskan ini Banda Neira sedang menyanyikan lagu Sampai Jadi Debu. Aku berani bertaruh, lagu-lagu Banda Neira...

Tolong Sembuhkan Saya

Hai Kak Bara, Apa kabar?  Semoga selalu dalam keadaan bahagia. Sebelumnya perkenalkan, saya Vici pembaca buku mu yang tidak setia belakangan ini. Maafkan saya. Saya tidak tahu mengapa surat ini pada akhirnya nya saya tuliskan untukmu. Karena mungkin ada pertanyaan yang memang tidak ada jawaban. Sesederhana itu.  Untuk mengawali surat ini, saya akan menceritakan perasaan saya yang sudah bertahun-tahun saya pendam. Mungkin tidak ada hubungan nya denganmu. Tapi, saya tidak peduli.  Dua tahun yang lalu saya mengenal seorang pria. Kami hanya saling mengenal, lalu Tuhan putar balikan hati saya hingga jatuh cinta. Tapi Tuhan lupa untuk memutar balikan hati pria itu. Saya jatuh cinta sendirian. Saya bertahan hingga detik saya menuliskan surat ini dan yang menguatkan saya adalah kekuatan rahasia yang saya sendiri tidak tahu apa itu.  Tapi, di detik yang sama logika saya mulai bekerja. Menyadarkan saya dari kemungkinan yang selalu saya ciptakan. Saya lelah, tidak la...

Untuk Tulus

Hai, Tulus Perkenalkan, saya Vici pendengar setia lagu-lagu milikmu. Apa kabar? Semoga selalu dalam keadaan baik. Semoga selalu di peluk kebahagiaan. Di surat ini, saya mungkin tidak akan menceritakan bagaimana keren nya karya mu. Bagaimana merdu nya anugrah suara yang diberikan padamu. Karena sudah pasti semua orang tau bakat hebat yang dimiliki pria dengan tubuh dan hati yang besar. Saya ingin mengucapkan terima kasih karena kamu sudah pernah mengucapkan kalimat ini; "Saya percaya, kesempatan dan udara di ciptakan dalam jumlah yang sama" Terima kasih untuk satu kalimat yang membuat saya hingga detik ini percaya pada kemampuan diri saya sendiri. Percaya dengan semua takdir baik yang sudah, sedang, dan akan datang. Percaya akan kesempatan yang tidak pernah terlewatkan. Percaya untuk selalu menjadi baik. Percaya bahwa Tuhan sudah menyiapkan banyak kemungkinan baik yang harus kita kejar dan syukuri. Percaya bahwa menyerah tidak pernah diciptakan Tuhan. Percaya bah...

Thank You Mozaik

Hai, Mozaik Al Isamer, putra sulung Bapak Insan Asyik.  Sekitar tiga hari yang lalu aku berkunjung ke typoganteng.com dan membaca tulisan yang berjudul "Ayah, Kau Terbaik!". Dan karena ulahmu menuliskan itu berhasil membuatku menangis dan merindukan ayahku.  Yang paling bisa buat mata berkaca-kaca di bagian yang ini, "Gue anak nggak berguna, kalau dia nggak bisa nikmatin masa tua nya." Aku rasa apapun yang berhubungan dengan orang tua akan selalu bersinggungan dengan air mata.  Sebelumnya, aku akan memperkenalkan diri dengan sejelas-jelasnya karena ini bukan surat kaleng. Namaku Vici Kurnia Ayuningtyas, putri sulung Bapak Muazin. Kelahiran Lampung, 22 Mei 1995. Seperti yang kamu tuliskan sebelumnya bahwa setiap Ayah akan selalu punya "keren" nya masing-masing. Tapi, pandangan anak perempuan dan laki-laki tentang Ayah akan sangat berbeda menurutku. Seperti nama Ayahku; Muazin, yang katanya arti nama itu adalah pria yang mengumandangkan adzan. Ta...