Langsung ke konten utama

Berproses

Hai Mozaik,

Lagi dan lagi, tidak ada alasan pasti kenapa surat ini masih terus datang. Karena, ini kenapa yang tidak ada jawabannya. 

Dengan datang nya surat ini aku ingin bercerita. Saat ini aku sedang terlibat rencana pembunuhan. Membunuh mimpi seseorang. 

Orang itu membantu mewujudkan mimpi ku dengan membunuh salah satu mimpinya. Dia memberi ruang untuk belajar, untuk berproses. Dan aku begitu bersemangat membantunya, pada awalnya. 

Rasanya tidak rela membiarkan mimpi sehebat itu harus di habisi. Aku ingin memperlambat bantuanku padanya. Tapi, tidak jadi. Dengan alasan yang orang itu katakan, aku rasa aku tidak memiliki hak apapun atas keinginannya. Atas apa yang sudah ia putuskan. Paling tidak aku bisa membantunya untuk apa yang menjadi harapan terakhirnya. 

Rahasia kecilnya, aku senang memiliki rekan untuk berproses. Untuk sama-sama belajar tentang apa yang diri kami masing-masing cintai. Untuk sama-sama melatih diri.

Dia seorang yang baik dan aku menyukai semangat nya untuk menyelesaikan apa yang sudah ia mulai. Dan aku sudah berjanji, bukan padanya tapi untuk diri ku sendiri. Aku akan membantu secepat yang aku bisa. Bukan, bukan mempercepat membunuh mimpinya. Aku hanya ingin melihat bagaimana saat salah satu harapan terakhirnya terwujud. Juga untuk mewujudkan salah satu mimpiku.

Memang selayaknya hidup, hanya untuk menunda kematian. 

Doakan aku, supaya lancar dalam berproses bersamanya. Semoga Allah mengampuni kami yang sedang dalam proses membunuh.
Doakan juga, supaya Allah memutar balikkan hatinya. 

 #PosCintaTribu7e

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sembunyikan Saya

Kepada mu yang masih menyembunyikan saya dari seluruh dunia. Kita pernah sama-sama saling bersilang jalan. Pernah saling bersisian. Pernah saling pergi. Tapi, apa yang semestinya jadi satu pasti akan kembali.  Kita pernah pula saling melewatkan. Pernah juga dengan berat hati melepas genggaman. Tapi, apa yang semestinya jadi milik kita akan datang tanpa pernah memberi tahu. Kini, saya senang berada disini. Di tempat yang ingin saya tetapkan menjadi rumah. Tempat saya pulang dari segala lelah. Tempat yang tidak seorang pun tahu, karena kamu dengan begitu tenang menempatkan saya dengan begitu rahasia di situ. Di hatimu.  Maka dengan surat ini, kamu harus bertanggung jawab karena sudah membuat saya betah. Kamu harus menjaga saya agar tetap berada di sisimu. Meyakinkan saya untuk tidak membuka pintu. Membuat saya jatuh hati setiap hari padamu. Sebagai hadiah, kamu dapat menikmati senyum saya yang manis semau mu😄 #30HariMenulisSuratCinta

Thank You Mozaik

Hai, Mozaik Al Isamer, putra sulung Bapak Insan Asyik.  Sekitar tiga hari yang lalu aku berkunjung ke typoganteng.com dan membaca tulisan yang berjudul "Ayah, Kau Terbaik!". Dan karena ulahmu menuliskan itu berhasil membuatku menangis dan merindukan ayahku.  Yang paling bisa buat mata berkaca-kaca di bagian yang ini, "Gue anak nggak berguna, kalau dia nggak bisa nikmatin masa tua nya." Aku rasa apapun yang berhubungan dengan orang tua akan selalu bersinggungan dengan air mata.  Sebelumnya, aku akan memperkenalkan diri dengan sejelas-jelasnya karena ini bukan surat kaleng. Namaku Vici Kurnia Ayuningtyas, putri sulung Bapak Muazin. Kelahiran Lampung, 22 Mei 1995. Seperti yang kamu tuliskan sebelumnya bahwa setiap Ayah akan selalu punya "keren" nya masing-masing. Tapi, pandangan anak perempuan dan laki-laki tentang Ayah akan sangat berbeda menurutku. Seperti nama Ayahku; Muazin, yang katanya arti nama itu adalah pria yang mengumandangkan adzan. Ta...

Menyukai Seseorang

Bukankah menyukai seseorang adalah hal yang mudah? Hanya cukup dengan menyukai nya, tanpa perlu tahu siapa mantan kekasihnya, pekerjaannya, apa yang sedang ada dalam pikiran nya. Hidup akan baik-baik saja sepertinya. Hari-hari hanya akan ada perasaan baik, mendoakan, mengharapkan. Dalam menyukai kita selalu diperbolehkan berharap, tidak ada yang bisa membatasi rasa dan harapan itu karena semuanya milikmu. Rasa ingin tahu tentang nya adalah yang paling menguasi pikiran mu. Tentang hobi nya,  makanan dan film favorit nya, tipe pasangan yang menjadi impian nya. Padahal rasa ingin tahu itu bisa melukai. Tapi, tiap kali kamu menyukai seseorang seolah kamu merasa jadi manusia yang paling bisa menahan rasa sakit. Kamu merasa baik-baik saja saat orang yang kamu sukai muncul di timeline mu.  Hadir sesekali lewat instastory. Hanya dengan itu kamu merasa jadi yang paling tahu tentang diri nya. Kamu merasa hari mu dipenuhi tawa dengan melihat foto nya yang sedang tersenyum,...