Hai Mozaik,
Lagi dan lagi, tidak ada alasan pasti kenapa surat ini masih terus datang. Karena, ini kenapa yang tidak ada jawabannya.
Dengan datang nya surat ini aku ingin bercerita. Saat ini aku sedang terlibat rencana pembunuhan. Membunuh mimpi seseorang.
Orang itu membantu mewujudkan mimpi ku dengan membunuh salah satu mimpinya. Dia memberi ruang untuk belajar, untuk berproses. Dan aku begitu bersemangat membantunya, pada awalnya.
Rasanya tidak rela membiarkan mimpi sehebat itu harus di habisi. Aku ingin memperlambat bantuanku padanya. Tapi, tidak jadi. Dengan alasan yang orang itu katakan, aku rasa aku tidak memiliki hak apapun atas keinginannya. Atas apa yang sudah ia putuskan. Paling tidak aku bisa membantunya untuk apa yang menjadi harapan terakhirnya.
Rahasia kecilnya, aku senang memiliki rekan untuk berproses. Untuk sama-sama belajar tentang apa yang diri kami masing-masing cintai. Untuk sama-sama melatih diri.
Dia seorang yang baik dan aku menyukai semangat nya untuk menyelesaikan apa yang sudah ia mulai. Dan aku sudah berjanji, bukan padanya tapi untuk diri ku sendiri. Aku akan membantu secepat yang aku bisa. Bukan, bukan mempercepat membunuh mimpinya. Aku hanya ingin melihat bagaimana saat salah satu harapan terakhirnya terwujud. Juga untuk mewujudkan salah satu mimpiku.
Memang selayaknya hidup, hanya untuk menunda kematian.
Doakan aku, supaya lancar dalam berproses bersamanya. Semoga Allah mengampuni kami yang sedang dalam proses membunuh.
Doakan juga, supaya Allah memutar balikkan hatinya.
#PosCintaTribu7e
Lagi dan lagi, tidak ada alasan pasti kenapa surat ini masih terus datang. Karena, ini kenapa yang tidak ada jawabannya.
Dengan datang nya surat ini aku ingin bercerita. Saat ini aku sedang terlibat rencana pembunuhan. Membunuh mimpi seseorang.
Orang itu membantu mewujudkan mimpi ku dengan membunuh salah satu mimpinya. Dia memberi ruang untuk belajar, untuk berproses. Dan aku begitu bersemangat membantunya, pada awalnya.
Rasanya tidak rela membiarkan mimpi sehebat itu harus di habisi. Aku ingin memperlambat bantuanku padanya. Tapi, tidak jadi. Dengan alasan yang orang itu katakan, aku rasa aku tidak memiliki hak apapun atas keinginannya. Atas apa yang sudah ia putuskan. Paling tidak aku bisa membantunya untuk apa yang menjadi harapan terakhirnya.
Rahasia kecilnya, aku senang memiliki rekan untuk berproses. Untuk sama-sama belajar tentang apa yang diri kami masing-masing cintai. Untuk sama-sama melatih diri.
Dia seorang yang baik dan aku menyukai semangat nya untuk menyelesaikan apa yang sudah ia mulai. Dan aku sudah berjanji, bukan padanya tapi untuk diri ku sendiri. Aku akan membantu secepat yang aku bisa. Bukan, bukan mempercepat membunuh mimpinya. Aku hanya ingin melihat bagaimana saat salah satu harapan terakhirnya terwujud. Juga untuk mewujudkan salah satu mimpiku.
Memang selayaknya hidup, hanya untuk menunda kematian.
Doakan aku, supaya lancar dalam berproses bersamanya. Semoga Allah mengampuni kami yang sedang dalam proses membunuh.
Doakan juga, supaya Allah memutar balikkan hatinya.
#PosCintaTribu7e
Komentar
Posting Komentar