Tuan, bisa palingkan sejenak tatapmu kebelakang, lihatlah walau hanya dengan hati yang setengah pada puan yang duduk dengan kepala menunduk dibawah redup lampu yang pernah temaram. Dibawah redup lampu taman yang pernah kau janjikan temu, kau janjikan waktumu, kau janjikan memeluk rindu dan melepas sendu. Tuan, ingatkah hari dimana kau pernah meyakinkan seorang puan bahwa kau akan kembali, menemuinya yang sabar menanti. Tak peduli semenyakitkan apa jika kau tak datang, tapi dia, puan dengan mata senja tetap setia memenjarakan waktunya, untukmu, Tuan dengan hati batu. Perhatikan sejenak wajahnya, tak terlihat kah lingkar hitam dimatanya, sembab di mata senjanya, hilangnya senyuman yang dulu pernah kau akui sebagai surga. Itu karena kamu. Lihatlah lebih dekat, lusuh pakaiannya karena enggan kehilangan waktu, takut kau datang sedang dia tidak disitu. Lihat cat bangku taman yang memudar, dia akan bersaksi seberapa beruntungnya kau di tunggu dengan sepenuh...
Masih jatuh pada hujan dan cinta padamu