Selamat
pagi? Siang? Atau malam?
Bosan
kah dengan jutaan sapaan?
Pagi
menjelang kamu pun tak kunjung datang, asa yang terbawa dari angan makin
memeluk erat kita dalam bayang menyakitkan.
Siang
menyapa tak juga kamu bersua, bertahan di depan jendela menganga, menatap terik
tanpa suara. Getir-getir khawatir menghampiri hingga di detik yang telah
diprediksi kamu harus menyadari bahwa kita sudah menapaki jalan yang berbeda.
Malam
kembali datang, sedang rindu dalam perjalanan. Kamu mempersipkan diri untuk
kembali dipaksa mengingat tentang pria bertubuh tinggi yang diakui sebagai
pujaan hati.
Kita
telah mati.
Mati
bersama hubungan yang lebih dulu pergi.
Katanya
manusia bisa mati suri?
Dan
hubungan bisa terjalin kembali, antara aku dan, apa kamu mau hidup kembali?
Aku
menunggu kamu hidup. Karena aku mau menunggu. Bukan untuk hubungan yang lalu,
bukan pula untuk hubungan di mimpiku. Hanya untuk kamu.
Dan
semoga diatas segala luka, kita bisa saling bersua, bertemu saat saling
bersilang jalan, sengaja atau pun tidak tak apa.
Jika
tak bisa lagi menetap lama, cukup duduk berdua menertawakan kita yang pernah
ada.
Setelahnya
biarkan aku kembali mati, sedang kamu harus hidup untuk harapan yang pernah ku
beri.
Komentar
Posting Komentar