Langsung ke konten utama

Hujan di Jakarta dan Banda Neira

Hai Mozaik,

Semoga masih selalu dalam keadaan baik, ya. 

Aku tidak tahu mengapa ingin mengirimkan surat ini padamu. Tidak ada alasan pasti. Hanya ingin saja. Sesederhana itu.

Jadi, apa kamu sudah berniat mengikuti event tahunan pos cinta? 
Aku rasa kamu berbakat untuk ini. Kamu bisa saja menjadi pengirim surat favorit setiap hari. Kalau kamu bingung surat mu akan dikirimkan kepada siapa, kamu tidak perlu khawatir karena pos cinta bisa mengantarkan surat tanpa alamat dan penerima. Hebat kan? 

Hanya sekedar informasi untuk mu,  Jakarta hujan sejak pagi sampai detik aku menuliskan surat ini. Bagaimana dengan Yogyakarta? 
Berawan? 
Atau hujan? 

Kamu tahu Banda Neira? 
Dua musisi yang menyebut diri mereka abal. Yang menyebut diri mereka selayaknya selalu tanpa rencana. Dua manusia yang menyatukan musik dan sastra. Di kalimat aku menuliskan ini Banda Neira sedang menyanyikan lagu Sampai Jadi Debu. Aku berani bertaruh, lagu-lagu Banda Neira memang dijodohkan dengan hujan. Tidak ada yang lebih baik selain hujan seharian di Jakarta dan playlist lagu Banda Neira.

Kamu harus mendengarnya. Aku rasa kamu akan sangat dengan mudah menyukainya. Atau kamu justru sudah mengenal nya dengan baik?

Sepertinya aku senang sekali merasa dan menduga, ya?
Mungkin itu memang kutukan untuk seorang perempuan. 

Aku belum lama mengenal Banda Neira tapi, dengan semudah itu jatuh cinta. Memang selayaknya seperti itu kan cinta. Sederhana. Tidak perlu waktu yang lama untuk merasa. 

Aku tidak tahu apa isi kepala Rara Sekar dan Ananda Badudu. Hingga mereka menyatu dan menciptakan karya seindah itu. Sampai akhirnya berada pada keputusan untuk sementara menghentikan Banda Neira. Rasa nya seperti kehilangan hal ajaib yang pernah aku punya. Berlebihan sekali ya, tapi mungkin lagi-lagi itu memang kutukan seorang perempuan.

Kamu tahu apa ketakutan ku yang paling liar dan berlebihan tentang Banda Neira? 

Aku takut generasi setelah kita nanti, atau mungkin anak cucu ku tidak lagi bisa menikmati karya sehebat itu. Tulus dan ajaib. 
Aku rasa Allah perlu memutar balikkan hati Banda Neira untuk pulang. Untuk jatuh cinta lagi dan berproses kembali.

Lucu, bagaimana mungkin aku bisa menceritakan hal yang aku sukai dengan mudah kepadamu. 
Perihal kamu nanti membaca nya atau tidak itu bukan urusanku. 
Sesederhana itu : )

Di akhir surat ini Banda Neira sedang menyanyikan lagu Yang Patah Tumbuh Yang Hilang Berganti. Lagu terbaik Banda Neira menurutku. Lagu yang berisi tentang kehilangan sekaligus harapan ujar Rara Sekar dan Ananda Badudu.

Mungkin benar apa yang mereka katakan, bahwa setiap yang hilang akan selalu di ganti. Kita hanya perlu meyakini nya dengan keyakinan kita sendiri. Mengisi keyakinan itu dengan harapan. 

Karena selayaknya Yang Patah Tumbuh Yang Hilang Berganti, kita harus bisa berjalan lebih jauh lagi.

Terima kasih Mozaik, lagi dan lagi. Sudah dengan terpaksa menjadi penerima dan membaca surat ini.

Semoga kamu selalu dipeluk kebaikan. 

#PosCintaTribu7e

Komentar

  1. Suka sekali suratmu yang ini, mencintai dengan sederhana dengan penyampaian yang indah pula. Salut!

    BalasHapus
  2. sama, merasakan kehilangan juga. tapi tak ada kata terlambat untuk mengenal karya-karya Banda Neira. lagu favorit: Banda Neira - Sebagai Kawan.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sembunyikan Saya

Kepada mu yang masih menyembunyikan saya dari seluruh dunia. Kita pernah sama-sama saling bersilang jalan. Pernah saling bersisian. Pernah saling pergi. Tapi, apa yang semestinya jadi satu pasti akan kembali.  Kita pernah pula saling melewatkan. Pernah juga dengan berat hati melepas genggaman. Tapi, apa yang semestinya jadi milik kita akan datang tanpa pernah memberi tahu. Kini, saya senang berada disini. Di tempat yang ingin saya tetapkan menjadi rumah. Tempat saya pulang dari segala lelah. Tempat yang tidak seorang pun tahu, karena kamu dengan begitu tenang menempatkan saya dengan begitu rahasia di situ. Di hatimu.  Maka dengan surat ini, kamu harus bertanggung jawab karena sudah membuat saya betah. Kamu harus menjaga saya agar tetap berada di sisimu. Meyakinkan saya untuk tidak membuka pintu. Membuat saya jatuh hati setiap hari padamu. Sebagai hadiah, kamu dapat menikmati senyum saya yang manis semau mu😄 #30HariMenulisSuratCinta

Thank You Mozaik

Hai, Mozaik Al Isamer, putra sulung Bapak Insan Asyik.  Sekitar tiga hari yang lalu aku berkunjung ke typoganteng.com dan membaca tulisan yang berjudul "Ayah, Kau Terbaik!". Dan karena ulahmu menuliskan itu berhasil membuatku menangis dan merindukan ayahku.  Yang paling bisa buat mata berkaca-kaca di bagian yang ini, "Gue anak nggak berguna, kalau dia nggak bisa nikmatin masa tua nya." Aku rasa apapun yang berhubungan dengan orang tua akan selalu bersinggungan dengan air mata.  Sebelumnya, aku akan memperkenalkan diri dengan sejelas-jelasnya karena ini bukan surat kaleng. Namaku Vici Kurnia Ayuningtyas, putri sulung Bapak Muazin. Kelahiran Lampung, 22 Mei 1995. Seperti yang kamu tuliskan sebelumnya bahwa setiap Ayah akan selalu punya "keren" nya masing-masing. Tapi, pandangan anak perempuan dan laki-laki tentang Ayah akan sangat berbeda menurutku. Seperti nama Ayahku; Muazin, yang katanya arti nama itu adalah pria yang mengumandangkan adzan. Ta...

Menyukai Seseorang

Bukankah menyukai seseorang adalah hal yang mudah? Hanya cukup dengan menyukai nya, tanpa perlu tahu siapa mantan kekasihnya, pekerjaannya, apa yang sedang ada dalam pikiran nya. Hidup akan baik-baik saja sepertinya. Hari-hari hanya akan ada perasaan baik, mendoakan, mengharapkan. Dalam menyukai kita selalu diperbolehkan berharap, tidak ada yang bisa membatasi rasa dan harapan itu karena semuanya milikmu. Rasa ingin tahu tentang nya adalah yang paling menguasi pikiran mu. Tentang hobi nya,  makanan dan film favorit nya, tipe pasangan yang menjadi impian nya. Padahal rasa ingin tahu itu bisa melukai. Tapi, tiap kali kamu menyukai seseorang seolah kamu merasa jadi manusia yang paling bisa menahan rasa sakit. Kamu merasa baik-baik saja saat orang yang kamu sukai muncul di timeline mu.  Hadir sesekali lewat instastory. Hanya dengan itu kamu merasa jadi yang paling tahu tentang diri nya. Kamu merasa hari mu dipenuhi tawa dengan melihat foto nya yang sedang tersenyum,...