Langsung ke konten utama

Saling Menjaga Setia

Untuk calon pasanganku kelak,
Malam ini hujan dan aku rindu. Tapi,  aku tidak ingin bertemu denganmu.  Aku ingin kita menjaga diri satu sama lain. Pertemuan saat ini hanya akan membuat perasaan ku tidak terkendali. Merasa ingin memilikimu, padahal kamu sepenuh nya milik Allah. 

Untuk calon pemimpin di hidupku kelak,
Aku tidak bisa menjanjikan apapun karena Allah sebaik-baiknya perencana. Aku hanya bisa berusaha untuk selalu menjadi pendamping yang selalu menguatkan mu. Aku hanya bisa menjadi makmum yang nanti nya akan selalu berdiri di belakangmu untuk berlindung sekaligus pelindung.

Untuk calon pasangan ku kelak,
Aku mungkin bukan seorang guru yang baik.  Aku mungkin bukan seorang koki yang handal. Aku juga mungkin bukan seseorang yang selalu bisa membuat mu tenang.  Tapi,  aku selalu berusaha untuk menjadi wanita yang selalu bisa kamu amanatkan untuk menjaga perasaan. Tentu saja akan banyak godaan dari sisiku dan sisimu. Tapi kepercayaan adalah kunci dari rasa yang selama ini kita tahan. Aku juga tidak bisa menjanjikan untuk selalu ada tapi mudah-mudahan aku dapat selalu setia. Itu karena kamu yang selalu memberiku pemahaman. 

Maka untuk hari ini dan seterusnya sampai aku benar-benar bisa menjadi yang halal untukmu, mari saling menjaga yang sudah ada.  Perasaan setia yang Allah berikan di masing-masing nurani kita. Jika kita percaya padaNya, aku yakin kepercayaan nya pada kita untuk menjaga hubungan ini juga akan terus ada. Apabila nanti ada yang berliku di jalan yang kamu lalui menujuku, ingat saja bagaimana kita pernah begitu berusaha untuk menjaga setia di dada kita. Ingat saja bagaimana kita pernah saling menahan diri untuk menjaga diri. Ingat saja bagaimana dulu aku dengan yakin nya memantapkan hati untukmu. 


Jangan merasa berat,  karena sesungguhnya kamu tidak berjalan sendirian. Aku juga sedang menujumu.  Berbekal setia di hatiku dan kepercayaan padamu. Kita dalam jarak dan perasaan yang sama. 

Sama-sama saling menjaga setia. 

#Sayap2rahmah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sembunyikan Saya

Kepada mu yang masih menyembunyikan saya dari seluruh dunia. Kita pernah sama-sama saling bersilang jalan. Pernah saling bersisian. Pernah saling pergi. Tapi, apa yang semestinya jadi satu pasti akan kembali.  Kita pernah pula saling melewatkan. Pernah juga dengan berat hati melepas genggaman. Tapi, apa yang semestinya jadi milik kita akan datang tanpa pernah memberi tahu. Kini, saya senang berada disini. Di tempat yang ingin saya tetapkan menjadi rumah. Tempat saya pulang dari segala lelah. Tempat yang tidak seorang pun tahu, karena kamu dengan begitu tenang menempatkan saya dengan begitu rahasia di situ. Di hatimu.  Maka dengan surat ini, kamu harus bertanggung jawab karena sudah membuat saya betah. Kamu harus menjaga saya agar tetap berada di sisimu. Meyakinkan saya untuk tidak membuka pintu. Membuat saya jatuh hati setiap hari padamu. Sebagai hadiah, kamu dapat menikmati senyum saya yang manis semau mu😄 #30HariMenulisSuratCinta

Thank You Mozaik

Hai, Mozaik Al Isamer, putra sulung Bapak Insan Asyik.  Sekitar tiga hari yang lalu aku berkunjung ke typoganteng.com dan membaca tulisan yang berjudul "Ayah, Kau Terbaik!". Dan karena ulahmu menuliskan itu berhasil membuatku menangis dan merindukan ayahku.  Yang paling bisa buat mata berkaca-kaca di bagian yang ini, "Gue anak nggak berguna, kalau dia nggak bisa nikmatin masa tua nya." Aku rasa apapun yang berhubungan dengan orang tua akan selalu bersinggungan dengan air mata.  Sebelumnya, aku akan memperkenalkan diri dengan sejelas-jelasnya karena ini bukan surat kaleng. Namaku Vici Kurnia Ayuningtyas, putri sulung Bapak Muazin. Kelahiran Lampung, 22 Mei 1995. Seperti yang kamu tuliskan sebelumnya bahwa setiap Ayah akan selalu punya "keren" nya masing-masing. Tapi, pandangan anak perempuan dan laki-laki tentang Ayah akan sangat berbeda menurutku. Seperti nama Ayahku; Muazin, yang katanya arti nama itu adalah pria yang mengumandangkan adzan. Ta...

Menyukai Seseorang

Bukankah menyukai seseorang adalah hal yang mudah? Hanya cukup dengan menyukai nya, tanpa perlu tahu siapa mantan kekasihnya, pekerjaannya, apa yang sedang ada dalam pikiran nya. Hidup akan baik-baik saja sepertinya. Hari-hari hanya akan ada perasaan baik, mendoakan, mengharapkan. Dalam menyukai kita selalu diperbolehkan berharap, tidak ada yang bisa membatasi rasa dan harapan itu karena semuanya milikmu. Rasa ingin tahu tentang nya adalah yang paling menguasi pikiran mu. Tentang hobi nya,  makanan dan film favorit nya, tipe pasangan yang menjadi impian nya. Padahal rasa ingin tahu itu bisa melukai. Tapi, tiap kali kamu menyukai seseorang seolah kamu merasa jadi manusia yang paling bisa menahan rasa sakit. Kamu merasa baik-baik saja saat orang yang kamu sukai muncul di timeline mu.  Hadir sesekali lewat instastory. Hanya dengan itu kamu merasa jadi yang paling tahu tentang diri nya. Kamu merasa hari mu dipenuhi tawa dengan melihat foto nya yang sedang tersenyum,...