Langsung ke konten utama

Hujan dan Kamu adalah Rindu














Catatan pendek untuk cinta yang panjang ; @dsuperboy
Sebuah buku dengan sampul lucu.
Berisi catatan cinta perihal tentang;

“Hari-hari jatuh dan menjatuhkan hati”
“Hari-hari bertahan bertahun-tahun”
“Hari-hari patah dan kalah”
“Hari-hari menyadari semuanya harus kembali indah”

Malam itu susah sekali mencari buku ini bahkan sempat menyerah dan memutuskan membeli buku lain. Hingga seorang pria dengan tubuh tinggi, rambut gondrong yang acak-acakan (katanya sebagai identitas bahwa dia pecinta alam), jaket parasut biru, serta sepatu gunung yang besar menghampiri dan memberikan buku ini. Katanya aku sangat bodoh menemukan seperti ini saja tidak bisa. Dia mengomeli ku habis-habisan.
Lalu dia berbalik dan berjalan ke arah rak komik, aku melihat punggungnya menjauh dan menghilang di balik rak-rak buku tapi aroma pria itu masih tertinggal.
Aku tersenyum sekilas mengingat punggung itu, tempat semua kesedihan, kekesalan, bahkan bahagiaku bermuara.
Dia selalu membiarkan punggungnya aku pukuli tiap kali aku merasa kesal dengan keadaan, tak pernah marah hanya minta imbalan sebuah pijitan.
Selalu membiarkan jaket kesayangannya basah dengan airmata tiap kali aku merasa ada yang begitu sesak dalam dada kiri
Selalu membiarkan punggungnya pegal tiap kali aku mengantuk saat berkendara dijalan
Aku tahu dia sama sekali tidak membaca komik, tapi memperhatikan aku dari celah buku di rak itu. Mencuri pandang sekilas dan saat aku memergokinya dia hanya melotot dan mengomel tanpa suara disudut sana.
Kali ini dia menghampiriku lagi dengan buku yang sama ‘catatan pendek untuk cinta yang panjang’. Katanya buku ini bagus juga dan dia sangat ingin menuliskan beberapa kalimat dari buku ini untuk kekasihnya, nanti.
Katanya dia menemukan halaman favorit dari buku ini. Halaman 23. Hujan dan Kamu adalah Rindu.
Aku hanya menatapnya lamat-lamat, ini pertama kalinya dia memiliki minat membaca buku. Katanya saat membaca halaman ini dia teringat akan seorang wanita yang begitu mencintai hujan dan ia cintai.
“Didadaku, kau adalah rindu tanpa ampun. Yang kujaga dalam hujan hujan dibawah mata. Kupeluk erat bersama ingatan dan doa doa. Tak lain hanya untuk meyakinkan kita tetap ada.”
Ini kalimat favoritnya, dan halaman ini dia persembahkan untukku.
Jangan terburu mengambil kesimpulan, dia sahabatku. Jika ada kata yang lebih baik dari sahabat maka itulah dia. Dia selalu ada dalam hatiku tempatnya sangat spesial, tepatnya di sebelah ruang untuk calon kekasihku.
Memang sempat ada beberapa pernyataan cinta dalam persahabatan kita, namun segera semua kita tepis dengan penjelasan-penjelasan yang rasional, tentang tak ingin kehilangan, misalnya.
Aku tahu, semakin aku tumbuh dewasa, aku dan dia terkadang tak lagi bicara dengan bahasa anak-anak yang berteman, tapi bicara dengan bahasa yang berbeda. Bahasa pria dan wanita dewasa yang mirip seperti alien karena semakin dewasa semakin sulit pula memahami tiap kata yang terucap.
Aku tahu dia menyayangiku dan dia tahu aku menyayanginya dalam kadar biasa layaknya seorang teman, sedang dia juga tahu aku menyayangi ‘Tuan Asr’ pria di pulau seberang yang selalu aku ceritakan, mungkin dia sudah bosan.
Katanya coba kirimkan halaman ini pada Tuan Asr pasti dia menyukainya, namun caranya bicara sangat menyebalkan. Aku tahu dia tidak pernah suka dengan Tuan Asr (ku).
Setelah kalimatnya yang begitu panjang dia membelikan buku ini untukku, katanya supaya aku mengingatnya sebagai hujan yang selalu aku cintai, mengingat nya seperti kalimat indah dihalaman 23.
Dalam kalimat itu aku menyadari ada lagi cinta yang ingin dia tunjukan, dan lagi-lagi aku pura-pura bodoh. Dalam perjalanan pulang sesekali dia melihat ku dari spion kiri. Aku tak ingin bicara apapun malam itu padanya.
Tak ingin menyakiti dia lebih tepatnya.
Entahlah, dia sangat tampan, baik, penuh perhatian biarpun terkadang galak, begitu sayang padaku, selalu ada kapanpun aku butuh. Selalu bersedia direpotkan. Tapi lagi lagi hati ini sudah terpaut begitu dalam pada Tuan Asr, pria di pulau seberang yang tak pernah tahu aku mencintainya.
Malam itu dia meminta untuk diabadikan sebagai tulisan di blog ini. Dan aku baru memiliki kesempatan itu hari ini. Katanya dia ingin sesekali aku pikirkan dan membuatku tak punya pilihan lain selain menulis.
Aku tak akan memberikan kalimat di halaman 23 itu untuk Tuan Asr, tapi untuknya. Sahabatku yang sangat tampan.

Dia selalu membuatku rindu.
Perihal bertengkar, membenci, menangis, bermusuhan berminggu-minggu, tawa, senyum dan punggung itu selalu aku rindukan seperti hujan.

Dia selalu ada dalam sela doa.
Semoga kita tetap ada sebagai sepasang sahabat yang saling bersedia direpotkan. Karena aku menyayangimu dengan kadar yang tak akan sama dengan siapa pun itu

Kini kamu abadi disini. Dalam tulisan ini. Dalam pikiran ku sendiri.
Dan ini tulisan di halaman 23, aku persembahkan untukmu.

Hujan dan Kamu adalah Rindu

Hujan di kota ini terasa semakin dingin saat kau dan aku terlalu jauh untuk melepaskan ingin
Memeluk, mendekap, meyakinkan semuanya masih baik-baik saja
Ini hanya hujan, bukan duka
Biarlah rindu-rindu yang jatuh di dada kita merasakan betapa kita bahagia
Meski peluk tak selalu bisa kita dekap kapan saja
Namun, kau dan aku akan tetap merasa sama dalam hal menjaga setia
Hujan adalah puisi Tuhan
Yang dijatuhkan diantara usaha kita untuk tetap bertahan
Dalam rintik rintik yang membasahi jarak, dalam rintih rintih yang melepaskan sesak
Di dadaku, kau adalah rindu tanpa ampun
Yang kujaga dalam hujan hujan dibawah mata
Kupeluk erat bersama ingatan dan doa doa
Tak lain hanya untuk meyakinkan kita tetap ada
Kala hujan begini, aku selalu membayangkan ada kamu disini
Menemaniku menikmati hujan yang melarutkan sepi
Lalu kau tersenyum, seolah mengatakan: hujan dan kamu adalah rindu
Kita akan menikmatinya dalam senja senja beranjak pulang
Dalam rasa sayang yang tak akan pernah hilang
Bahkan saat hujan telah berhenti



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sembunyikan Saya

Kepada mu yang masih menyembunyikan saya dari seluruh dunia. Kita pernah sama-sama saling bersilang jalan. Pernah saling bersisian. Pernah saling pergi. Tapi, apa yang semestinya jadi satu pasti akan kembali.  Kita pernah pula saling melewatkan. Pernah juga dengan berat hati melepas genggaman. Tapi, apa yang semestinya jadi milik kita akan datang tanpa pernah memberi tahu. Kini, saya senang berada disini. Di tempat yang ingin saya tetapkan menjadi rumah. Tempat saya pulang dari segala lelah. Tempat yang tidak seorang pun tahu, karena kamu dengan begitu tenang menempatkan saya dengan begitu rahasia di situ. Di hatimu.  Maka dengan surat ini, kamu harus bertanggung jawab karena sudah membuat saya betah. Kamu harus menjaga saya agar tetap berada di sisimu. Meyakinkan saya untuk tidak membuka pintu. Membuat saya jatuh hati setiap hari padamu. Sebagai hadiah, kamu dapat menikmati senyum saya yang manis semau mu😄 #30HariMenulisSuratCinta

Thank You Mozaik

Hai, Mozaik Al Isamer, putra sulung Bapak Insan Asyik.  Sekitar tiga hari yang lalu aku berkunjung ke typoganteng.com dan membaca tulisan yang berjudul "Ayah, Kau Terbaik!". Dan karena ulahmu menuliskan itu berhasil membuatku menangis dan merindukan ayahku.  Yang paling bisa buat mata berkaca-kaca di bagian yang ini, "Gue anak nggak berguna, kalau dia nggak bisa nikmatin masa tua nya." Aku rasa apapun yang berhubungan dengan orang tua akan selalu bersinggungan dengan air mata.  Sebelumnya, aku akan memperkenalkan diri dengan sejelas-jelasnya karena ini bukan surat kaleng. Namaku Vici Kurnia Ayuningtyas, putri sulung Bapak Muazin. Kelahiran Lampung, 22 Mei 1995. Seperti yang kamu tuliskan sebelumnya bahwa setiap Ayah akan selalu punya "keren" nya masing-masing. Tapi, pandangan anak perempuan dan laki-laki tentang Ayah akan sangat berbeda menurutku. Seperti nama Ayahku; Muazin, yang katanya arti nama itu adalah pria yang mengumandangkan adzan. Ta...

Menyukai Seseorang

Bukankah menyukai seseorang adalah hal yang mudah? Hanya cukup dengan menyukai nya, tanpa perlu tahu siapa mantan kekasihnya, pekerjaannya, apa yang sedang ada dalam pikiran nya. Hidup akan baik-baik saja sepertinya. Hari-hari hanya akan ada perasaan baik, mendoakan, mengharapkan. Dalam menyukai kita selalu diperbolehkan berharap, tidak ada yang bisa membatasi rasa dan harapan itu karena semuanya milikmu. Rasa ingin tahu tentang nya adalah yang paling menguasi pikiran mu. Tentang hobi nya,  makanan dan film favorit nya, tipe pasangan yang menjadi impian nya. Padahal rasa ingin tahu itu bisa melukai. Tapi, tiap kali kamu menyukai seseorang seolah kamu merasa jadi manusia yang paling bisa menahan rasa sakit. Kamu merasa baik-baik saja saat orang yang kamu sukai muncul di timeline mu.  Hadir sesekali lewat instastory. Hanya dengan itu kamu merasa jadi yang paling tahu tentang diri nya. Kamu merasa hari mu dipenuhi tawa dengan melihat foto nya yang sedang tersenyum,...