Langsung ke konten utama

Move On


Zaki masih menggenggam handphone nya dengan gusar. Tidak ada tanda-tanda bahwa Silver akan menghubunginya. Tangan nya sudah gatal ingin menelepon tapi tindakan itu akan membuat Silver marah. Zaki akhirnya melempar handphone nya ke kasur berusaha tidak peduli, tapi itu hanya bertahan sebentar, diraih kembali handphone nya dan dia memutuskan pergi ke rumah Silver. Dia tidak bisa menahan diri untuk Silver. Berkali-kali Zaki berhenti tapi tidak pernah berniat untuk pulang. Dia hanya ingin bertemu Silver. 

“Sial, gue kenapa sih?” Racau Zaki pada dirinya sendiri. Ia kemudian malanjutkan perjalanan dan melihat mobil Art terparkir di depan rumah Silver. 

“See, dia baik-baik aja.” Ujar nya lagi-lagi pada diri sendiri dengan helaan nafas yang berat. Handphone Zaki tiba-tiba berdering, Silver memanggil heboh. 

            “Halo Zek, sepuluh menit gue tunggu di rumah ya, bye.” Hanya Silver yang mampu memperlakukan Zaki seperti itu. Tidak membiarkan Zaki mengucapkan satu kata pun. Zaki sudah di depan rumah Silver bahkan sebelum lima menit. Silver keluar rumah dengan wajah bahagia. “Bener-bener deh lu Zek, superman gue banget.” Silver mengajak Zaki masuk. Di dalam Zaki mencari keberadaan Art tapi tidak ia temukan. Rasa penasaran makin menyeruak dalam diri nya.

            “Sil, mobil Art di depan, kemana orang nya?” Akhirnya pertanyaan yang ia tahan keluar juga dari mulutnya. Rasa nya lega.

            “Jadi ini yang mau gue ceritain Zek, duduk dulu gue bikinin minum.” Pinta Silver. Zaki menurutinya masih dengan rasa penasaran menunggu penjelasan Silver. “Ternyata Art tetangga baru gue, nempel banget rumah nya. Jodoh banget gue ya?” 

Zaki sepertinya butuh pertahanan lebih untuk Silver. Dia bisa benar-benar kehilangan Silver. Wanita mana yang bisa menolak pesona Art. Kapten basket dengan segudang prestasi. Sedang Zaki hanya penulis puisi aktif untuk mading sekolah. Siang itu Zaki hanya mendengarkan imajinasi Silver tentang apa yang akan dia lalui bersama Art selama mereka bertetangga. Silver terlalu bersemangat dan bahagia. Zaki tidak suka jika bukan ia penyebab nya. Akhirnya Zaki membahas UN yang sebentar lagi akan mereka hadapi. Kebahagiaan Silver lenyap seketika. Hari itu Zaki benar-benar merusak mood Silver yang sedang sangat merah muda.


……
“Zek, jangan gugup besok. Bangun pagi terus minum air putih yang banyak ya superman kuuu. Besok gue berangkat bareng batman ya”
Pesan singkat dari Silver membuat malam Zaki cerah lalu redup seketika. Besok adalah hari terakhir UN dan sudah satu bulan lebih sejak Silver bertetangga dengan Art, Zaki tidak pernah lagi menjemput dan mengantar pulang Silver. Kini Silver sudah memiliki batman. Dan pertarungan antara batman dan superman rasanya akan benar-benar terjadi di dunia nyata. Zaki lagi-lagi menghela nafas. Dia tidak berniat membalas pesan Silver. Tapi Silver akan selalu menelepon saat pesan nya terlalu lama ditahan.
 



#bersambung

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sembunyikan Saya

Kepada mu yang masih menyembunyikan saya dari seluruh dunia. Kita pernah sama-sama saling bersilang jalan. Pernah saling bersisian. Pernah saling pergi. Tapi, apa yang semestinya jadi satu pasti akan kembali.  Kita pernah pula saling melewatkan. Pernah juga dengan berat hati melepas genggaman. Tapi, apa yang semestinya jadi milik kita akan datang tanpa pernah memberi tahu. Kini, saya senang berada disini. Di tempat yang ingin saya tetapkan menjadi rumah. Tempat saya pulang dari segala lelah. Tempat yang tidak seorang pun tahu, karena kamu dengan begitu tenang menempatkan saya dengan begitu rahasia di situ. Di hatimu.  Maka dengan surat ini, kamu harus bertanggung jawab karena sudah membuat saya betah. Kamu harus menjaga saya agar tetap berada di sisimu. Meyakinkan saya untuk tidak membuka pintu. Membuat saya jatuh hati setiap hari padamu. Sebagai hadiah, kamu dapat menikmati senyum saya yang manis semau mu😄 #30HariMenulisSuratCinta

Thank You Mozaik

Hai, Mozaik Al Isamer, putra sulung Bapak Insan Asyik.  Sekitar tiga hari yang lalu aku berkunjung ke typoganteng.com dan membaca tulisan yang berjudul "Ayah, Kau Terbaik!". Dan karena ulahmu menuliskan itu berhasil membuatku menangis dan merindukan ayahku.  Yang paling bisa buat mata berkaca-kaca di bagian yang ini, "Gue anak nggak berguna, kalau dia nggak bisa nikmatin masa tua nya." Aku rasa apapun yang berhubungan dengan orang tua akan selalu bersinggungan dengan air mata.  Sebelumnya, aku akan memperkenalkan diri dengan sejelas-jelasnya karena ini bukan surat kaleng. Namaku Vici Kurnia Ayuningtyas, putri sulung Bapak Muazin. Kelahiran Lampung, 22 Mei 1995. Seperti yang kamu tuliskan sebelumnya bahwa setiap Ayah akan selalu punya "keren" nya masing-masing. Tapi, pandangan anak perempuan dan laki-laki tentang Ayah akan sangat berbeda menurutku. Seperti nama Ayahku; Muazin, yang katanya arti nama itu adalah pria yang mengumandangkan adzan. Ta...

Menyukai Seseorang

Bukankah menyukai seseorang adalah hal yang mudah? Hanya cukup dengan menyukai nya, tanpa perlu tahu siapa mantan kekasihnya, pekerjaannya, apa yang sedang ada dalam pikiran nya. Hidup akan baik-baik saja sepertinya. Hari-hari hanya akan ada perasaan baik, mendoakan, mengharapkan. Dalam menyukai kita selalu diperbolehkan berharap, tidak ada yang bisa membatasi rasa dan harapan itu karena semuanya milikmu. Rasa ingin tahu tentang nya adalah yang paling menguasi pikiran mu. Tentang hobi nya,  makanan dan film favorit nya, tipe pasangan yang menjadi impian nya. Padahal rasa ingin tahu itu bisa melukai. Tapi, tiap kali kamu menyukai seseorang seolah kamu merasa jadi manusia yang paling bisa menahan rasa sakit. Kamu merasa baik-baik saja saat orang yang kamu sukai muncul di timeline mu.  Hadir sesekali lewat instastory. Hanya dengan itu kamu merasa jadi yang paling tahu tentang diri nya. Kamu merasa hari mu dipenuhi tawa dengan melihat foto nya yang sedang tersenyum,...