Zaki masih menggenggam handphone nya
dengan gusar. Tidak ada tanda-tanda bahwa Silver akan menghubunginya. Tangan
nya sudah gatal ingin menelepon tapi tindakan itu akan membuat Silver marah.
Zaki akhirnya melempar handphone nya ke kasur berusaha tidak peduli, tapi itu
hanya bertahan sebentar, diraih kembali handphone nya dan dia memutuskan pergi
ke rumah Silver. Dia tidak bisa menahan diri untuk Silver. Berkali-kali Zaki
berhenti tapi tidak pernah berniat untuk pulang. Dia hanya ingin bertemu
Silver.
“Sial,
gue kenapa sih?” Racau Zaki pada dirinya sendiri. Ia kemudian malanjutkan
perjalanan dan melihat mobil Art terparkir di depan rumah Silver.
“See, dia
baik-baik aja.” Ujar nya lagi-lagi pada diri sendiri dengan helaan nafas yang
berat. Handphone Zaki tiba-tiba berdering, Silver memanggil heboh.
“Halo Zek, sepuluh menit gue tunggu
di rumah ya, bye.” Hanya Silver yang mampu memperlakukan Zaki seperti itu.
Tidak membiarkan Zaki mengucapkan satu kata pun. Zaki sudah di depan rumah
Silver bahkan sebelum lima menit. Silver keluar rumah dengan wajah bahagia.
“Bener-bener deh lu Zek, superman gue banget.” Silver mengajak Zaki masuk. Di dalam
Zaki mencari keberadaan Art tapi tidak ia temukan. Rasa penasaran makin
menyeruak dalam diri nya.
“Sil, mobil Art di depan, kemana
orang nya?” Akhirnya pertanyaan yang ia tahan keluar juga dari mulutnya. Rasa
nya lega.
“Jadi ini yang mau gue ceritain Zek,
duduk dulu gue bikinin minum.” Pinta Silver. Zaki menurutinya masih dengan rasa
penasaran menunggu penjelasan Silver. “Ternyata Art tetangga baru gue, nempel
banget rumah nya. Jodoh banget gue ya?”
Zaki
sepertinya butuh pertahanan lebih untuk Silver. Dia bisa benar-benar kehilangan
Silver. Wanita mana yang bisa menolak pesona Art. Kapten basket dengan segudang
prestasi. Sedang Zaki hanya penulis puisi aktif untuk mading sekolah. Siang itu
Zaki hanya mendengarkan imajinasi Silver tentang apa yang akan dia lalui
bersama Art selama mereka bertetangga. Silver terlalu bersemangat dan bahagia.
Zaki tidak suka jika bukan ia penyebab nya. Akhirnya Zaki membahas UN yang
sebentar lagi akan mereka hadapi. Kebahagiaan Silver lenyap seketika. Hari itu
Zaki benar-benar merusak mood Silver yang sedang sangat merah muda.
……
“Zek, jangan gugup
besok. Bangun pagi terus minum air putih yang banyak ya superman kuuu. Besok
gue berangkat bareng batman ya”
Pesan
singkat dari Silver membuat malam Zaki cerah lalu redup seketika. Besok adalah
hari terakhir UN dan sudah satu bulan lebih sejak Silver bertetangga dengan
Art, Zaki tidak pernah lagi menjemput dan mengantar pulang Silver. Kini Silver
sudah memiliki batman. Dan pertarungan antara batman dan superman rasanya akan
benar-benar terjadi di dunia nyata. Zaki lagi-lagi menghela nafas. Dia tidak
berniat membalas pesan Silver. Tapi Silver akan selalu menelepon saat pesan nya
terlalu lama ditahan.
#bersambung
Komentar
Posting Komentar