Rasakan apapun yang kamu ingin. Rasakan aku yang perlahan-lahan hadir. Nikmati semilir angin. Pejamkan mata mu lalu hadirkan aku.
Aku selalu menikmatimu dari sini. Dari tempat yang tidak pernah kamu tahu. Dari tempat yang begitu jauh dari mu saat itu.
Tubuhmu yang semakin kurus. Rambutmu yang semakin memanjang. Kamu berantakan. Aku tidak bisa mengatakan bahwa aku menyukainya. Namun, aku selalu tahu bahwa itu dirimu dan aku entah bagaimana bisa selalu mencintai itu.
Sesekali lihat lah kebawah saat sudah di tempat setinggi itu. Aku selalu melihat ke atas untuk memandangmu. Berharap ada senyum untuk lelahku menunggumu. Tapi, siapa aku?
Kau selalu tahu bukan, aku hanya wanita yang ditakdirkan untukmu. Menunggu kepulangan dari perjalanan yang mengagumkan. Yang tidak pernah ada aku kamu sertakan. Tapi, mungkin seperti inilah takdir. Aku tetap mencintai apa yang aku lakukan. Menunggu kepulangan tanpa kabar dan jawaban.
Hanya cukup senang dengan tahu bahwa kamu baik-baik saja hingga di atas sana. Hanya cukup senang dengan tahu rinduku sempat menjelma gigilmu. Tetap berjalan tuan, ke tempat yang lebih tinggi. Kamu tahu, aku tidak apa berada disini. Aku sudah begitu terbiasa. Jangan khawatirkan aku yang begitu mencinta. Mendongak ke atas dan tahu kamu bahagia di puncak itu, aku sudah cukup rela.
Karena sesekali dalam hidup, tuan. Beberapa hal memang lebih baik "cukup".
Komentar
Posting Komentar