Langsung ke konten utama

Hal Paling Biasa


Tuan yang begitu saya ah sudahlah, saya lelah sekali kali ini mengatakan betapa saya menginginkan kamu, apa yang kamu lihat?

Saya tidak ada disana, tuan. Saya berada begitu dekat dengan mu. Di tempat yang begitu hangat. Di hatimu. Dibalut pakaian hangat yang kamu kenakan, tempat ini jadi semakin nyaman. Saya sudah betah. Dan saya sudah berjanji tidak akan meninggalkan tempat ini. Meski berulang kali kamu mengusir saya dengan berbagai cara. Kamu masukkan perempuan lain kedalamnya, tapi tidak ada yang lebih tegar menerimamu selain saya. Saya selalu menang melawan perempuan-perempuan palsu itu. Kamu berusaha keras mencari kunci untuk saya yang begitu teguh, yang saya lakukan hanya memandangmu dan hujan yang sibuk mengeluarkan saya dari tempat ini.

Saya hanya ingin tetap istiqomah. Mencintai kamu semampu saya. Saya belum ingin menyerah. Maka, nyamankanlah tempat ini tuan, rasakan hangatnya juga. Lalu, kamu perhatikan ada saya yang begitu berhati-hati merawatnya. Tidak akan saya biarkan terluka sekalipun kamu berusaha keras menyingkirkan saya. Karena di hati saya, kamu abadi dan selalu baik disana. Saya upayakan bahagia. Saya percaya hal baik akan selalu berakhir baik. Dan semoga mencintaimu adalah hal paling baik yang pernah saya lakukan. Terima saya dihatimu. Jika belum kamu ijinkan saya, maka biarkan saya menunggu di beranda.

Menunggumu, sudah jadi hal paling biasa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sembunyikan Saya

Kepada mu yang masih menyembunyikan saya dari seluruh dunia. Kita pernah sama-sama saling bersilang jalan. Pernah saling bersisian. Pernah saling pergi. Tapi, apa yang semestinya jadi satu pasti akan kembali.  Kita pernah pula saling melewatkan. Pernah juga dengan berat hati melepas genggaman. Tapi, apa yang semestinya jadi milik kita akan datang tanpa pernah memberi tahu. Kini, saya senang berada disini. Di tempat yang ingin saya tetapkan menjadi rumah. Tempat saya pulang dari segala lelah. Tempat yang tidak seorang pun tahu, karena kamu dengan begitu tenang menempatkan saya dengan begitu rahasia di situ. Di hatimu.  Maka dengan surat ini, kamu harus bertanggung jawab karena sudah membuat saya betah. Kamu harus menjaga saya agar tetap berada di sisimu. Meyakinkan saya untuk tidak membuka pintu. Membuat saya jatuh hati setiap hari padamu. Sebagai hadiah, kamu dapat menikmati senyum saya yang manis semau mu😄 #30HariMenulisSuratCinta

Thank You Mozaik

Hai, Mozaik Al Isamer, putra sulung Bapak Insan Asyik.  Sekitar tiga hari yang lalu aku berkunjung ke typoganteng.com dan membaca tulisan yang berjudul "Ayah, Kau Terbaik!". Dan karena ulahmu menuliskan itu berhasil membuatku menangis dan merindukan ayahku.  Yang paling bisa buat mata berkaca-kaca di bagian yang ini, "Gue anak nggak berguna, kalau dia nggak bisa nikmatin masa tua nya." Aku rasa apapun yang berhubungan dengan orang tua akan selalu bersinggungan dengan air mata.  Sebelumnya, aku akan memperkenalkan diri dengan sejelas-jelasnya karena ini bukan surat kaleng. Namaku Vici Kurnia Ayuningtyas, putri sulung Bapak Muazin. Kelahiran Lampung, 22 Mei 1995. Seperti yang kamu tuliskan sebelumnya bahwa setiap Ayah akan selalu punya "keren" nya masing-masing. Tapi, pandangan anak perempuan dan laki-laki tentang Ayah akan sangat berbeda menurutku. Seperti nama Ayahku; Muazin, yang katanya arti nama itu adalah pria yang mengumandangkan adzan. Ta...

Menyukai Seseorang

Bukankah menyukai seseorang adalah hal yang mudah? Hanya cukup dengan menyukai nya, tanpa perlu tahu siapa mantan kekasihnya, pekerjaannya, apa yang sedang ada dalam pikiran nya. Hidup akan baik-baik saja sepertinya. Hari-hari hanya akan ada perasaan baik, mendoakan, mengharapkan. Dalam menyukai kita selalu diperbolehkan berharap, tidak ada yang bisa membatasi rasa dan harapan itu karena semuanya milikmu. Rasa ingin tahu tentang nya adalah yang paling menguasi pikiran mu. Tentang hobi nya,  makanan dan film favorit nya, tipe pasangan yang menjadi impian nya. Padahal rasa ingin tahu itu bisa melukai. Tapi, tiap kali kamu menyukai seseorang seolah kamu merasa jadi manusia yang paling bisa menahan rasa sakit. Kamu merasa baik-baik saja saat orang yang kamu sukai muncul di timeline mu.  Hadir sesekali lewat instastory. Hanya dengan itu kamu merasa jadi yang paling tahu tentang diri nya. Kamu merasa hari mu dipenuhi tawa dengan melihat foto nya yang sedang tersenyum,...