Padamu yang selalu membawa kegelisahan, aku menggantung harapan teruntuk dia yang masih merindukan sang mantan. Pekatkan lah malamnya jika dia tidak kunjung sadar dari lamunan. Hadirkan aku dalam sekejap bayang-bayang saat dia rasa rindu itu tiba-tiba datang. Karena bagi penikmat cinta yang hanya mampu diam, malam berarti pagi yang lebih panjang.
Malam,
berikan dia mimpi buruk jika sebelum dia terlelap bukan aku yang menguasai
pikirannya. Ah, jangan, aku tidak sejahat itu padanya. Berikan dia mimpi
terbaik, hadirkan aku dalam bunga tidurnya supaya saat pagi rindu padaku
semakin menjadi-jadi.
Malam,
berikan dingin yang begitu sangat untuknya jika bukan aku penyebab tawanya. Kau
percaya aku sejahat itu? Bahkan aku yang lebih dulu menangis jika benar hal itu
terjadi padanya. Berikan dia hangat yang mendekap supaya lelap mengantarnya
padaku yang mengharap
Karena
aku belum mampu menggapai dia yang dihatinya masih dipenuhi jutaan tanya kepada
harapan dan mimpi untuk wanita yang pernah mematahkan sesuatu dalam dirinya.
#30HariMenulisSuratCinta Hari ke-8
Kembali membaca surat yang membuatku takjub :)
BalasHapusTerimakasih lagi. Kamu yang membuatku takjub masih saja membaca surat absurd :)
BalasHapus