Hai
lagi kamu yang akan selalu jadi inti dari surat ini.
Aku
menunggu kedatanganmu yang seharusnya bisa kuprediksi. Menanti kamu yang
harusnya bisa untuk kudatangi. Tapi, aku lebih menunggu disini.
Masih
mampukah kita berteman dengan cinta, merasakan detak yang terpacu melebihi deburan
ombak menghirup wanginya hujan yang berkencan dengan tanah.
Aku
tahu, kamu tidak akan datang tiba-tiba. Kamu akan datang tepat pada waktunya.
Aku
tahu kamu semakin dekat, karena aku mulai tahu rasa rindu yang hanya dapat
terbayar jika aku melihatmu. Mulai tahu bagaimana ajaibnya hujan mengantarkan
rindu. Mulai tahu rasa khawatir saat sesuatu yang buruk menimpamu.
Pernahkah
kamu merasakan hal seperti ini, hal dimana yang mampu membuatmu rela matahari
tak terbenam demi terus bisa melihat bayangan seseorang yang special.
Hal
dimana ada rasa bahagia terselip dihatimu saat mampu melihat senyum matahari
beriringan dengan senyummu.
Aku
selalu menunggumu disini, di tempat yang telah aku siapkan. Tempat paling rapi
untuk kamu yang spesial, aku harap kamu memang akan cepat datang.
Jika
kamu tidak datang, hujan pun mungkin tak akan turun, ini mungkin berlebihan,
tapi kamu memang selalu aku lebih-lebihkan. Jika hujan tak akan turun, aku
percaya, aku akan tetap merasa nyaman hanya dengan menikmati gersang yang
bercampur dengan tawa hangat seseorang. Dan aku percaya selalu ada rasa bahagia
yang hanya akan terjadi saat mataku diam-diam ada dimatamu, suatu saat nanti.
#30HariMenulisSuratCinta Hari ke-20
Semoga tak terlalu lama :)
BalasHapusIya semoga :)
BalasHapus