Teruntuk
kamu yang berlabel teman, namun di belakang memantapkan diri sebagai lawan.
Hei,
busuk hati tak menjadikan kamu lebih terpandang, kamu lebih terlihat sebagai
bangkai.
Jika
kamu mempunyai rasa kesal, ucapkan.
Jangan
kamu pendam dan melakukan sesuatu yang menjijikan.
Merusak
suatu ikatan persahabatan hanya karena suara yang tak bisa tersampaikan dari
hatimu.
Aku
bukan hanya marah, tentu saja kecewa, perihal kamu yang diam-diam bermetafosa
menjadi semacam mahkluk yang bermuka dua.
Ini
pertama kalinya aku ingin cepat-cepat mengakhiri sebuah surat, itu semua karena
kamu, pengkhianat yang berlagak seorang sahabat.
Sudah
aku maafkan sebelum kamu mengucapkan.
Aku
tak ingin lagi ada dendam dan rasa tak nyaman.
Aku
hanya belum bisa mengikhlaskan tentang kita yang harus berakhir seperti
ini,seperti dua orang asing yang tak saling mengenal.
#30HariMenulisSuratCinta Hari ke-25
Komentar
Posting Komentar