Teruntuk
@ucinesia
Sebelumnya
salam kenal teruntuk kamu yang telah menuliskan surat paling haru menurutku.
Saat
aku membaca suratmu yang berjudul “Seperih apa kita saling melupakan?” tiba-tiba
ada air biasa yang dicampur rasa kecewa mengalir dari mata. Karena aku sedang
merasakan apa yang kamu tuliskan.
Ya,
bagiku suratmu mampu menggambarkan dengan jelas betapa perihnya jika kita bukan
pelupa yang hebat. Mampu mengingat jutaan kenangan dan luka yang menyesakkan.
Yang
aku tahu selama ini, perempuan memang selalu menang jika ditakdirkan harus
menunggu seseorang, karena seperti yang kau tuliskan disuratmu tiada yang lebih
pilu menjadi perempuan yang lemah perihal melupakan.
Karena
sesunggunya kita hanya harus berdamai dengan kenangan. Membiarkannya tetap
disana, berjalan mendampingi kita dan membuat kita dewasa pernah ada
bersamanya.
Tetaplah
menulis untukmu, tetap mengagumkan seperti kata dalam suratmu.
#30HariMenulisSuratCinta Hari ke-28
Komentar
Posting Komentar