Langsung ke konten utama

Hujan



Di saat hujan sedang gemar menyapa pemujanya. Kamu justru bertengkar hebat denganya demi dia, pria yang membuatmu gusar, pria yang tidak memiliki hubungan intim secara ikatan. Namun, diam-diam kamu dan dia saling mengikat mesti tak ada tali sebagai penguat. Dan di detik berikutnya terdengar doa yang berisi supaya kamu dan dia benar nyata adanya.
Kali ini kamu bukan wanita hujan, karena kamu dan hujan sedang gemar berseteru perihal mengapa datang tak tepat waktu. Dengan wajah sendumu itu, tak akan membuat langit merasa iba. Jangan hanya terduduk dikamar menunggu pesan dari seseorang yang mungkin tak peduli kamu sedang dirundung kecemasan saat hujan datang menemai dia yang sedang dalam perjalanan.
Langit justru kesenangan melihat kamu gusar dengan segala pikiran yang kacau.
Detik selanjutnya kamu mendapati dia terserang luka. Luka tanpa darah yang menyerang kepala akibat langit yang tertawa sampai menangis.
Kamu membohongi diri untuk tidak ikut mengeluarkan tangis, namun sayangnya, di detik ke sekian hatimu lah yang terluka. Khawatir akan dia yang lagi-lagi kalah dari rasa sakit yang menjarah.
Sial! Memang dasar pria yang tak mengerti gusar dari wanita pemujanya. Diujung sana dia justru tertawa mendapati kamu yang berlebihan mengartikan luka. Jangan khawatir katanya, dia merasa sok baik-baik saja.
Saat hujan datang dia seharusnya berteduh bukannya diam di jalan dengan sejuta pikiran mengambang yang tak pernah kamu bayangkan, sedang kamu dipinggir jendela kamar justru diam-diam mengeluh supaya hujan cepat habis meluruh kemudian usai. Saat hujan datang dia seharusnya tidak pulang, tetap disana dengan kesibukan yang esok menjelang. Menjaga raga diri dan rasa orang yang dicintai. Bukan mengirim getir yang menimbulkan khawatir. 

#30HariMenulisSuratCinta Hari ke-12

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sembunyikan Saya

Kepada mu yang masih menyembunyikan saya dari seluruh dunia. Kita pernah sama-sama saling bersilang jalan. Pernah saling bersisian. Pernah saling pergi. Tapi, apa yang semestinya jadi satu pasti akan kembali.  Kita pernah pula saling melewatkan. Pernah juga dengan berat hati melepas genggaman. Tapi, apa yang semestinya jadi milik kita akan datang tanpa pernah memberi tahu. Kini, saya senang berada disini. Di tempat yang ingin saya tetapkan menjadi rumah. Tempat saya pulang dari segala lelah. Tempat yang tidak seorang pun tahu, karena kamu dengan begitu tenang menempatkan saya dengan begitu rahasia di situ. Di hatimu.  Maka dengan surat ini, kamu harus bertanggung jawab karena sudah membuat saya betah. Kamu harus menjaga saya agar tetap berada di sisimu. Meyakinkan saya untuk tidak membuka pintu. Membuat saya jatuh hati setiap hari padamu. Sebagai hadiah, kamu dapat menikmati senyum saya yang manis semau mu😄 #30HariMenulisSuratCinta

Thank You Mozaik

Hai, Mozaik Al Isamer, putra sulung Bapak Insan Asyik.  Sekitar tiga hari yang lalu aku berkunjung ke typoganteng.com dan membaca tulisan yang berjudul "Ayah, Kau Terbaik!". Dan karena ulahmu menuliskan itu berhasil membuatku menangis dan merindukan ayahku.  Yang paling bisa buat mata berkaca-kaca di bagian yang ini, "Gue anak nggak berguna, kalau dia nggak bisa nikmatin masa tua nya." Aku rasa apapun yang berhubungan dengan orang tua akan selalu bersinggungan dengan air mata.  Sebelumnya, aku akan memperkenalkan diri dengan sejelas-jelasnya karena ini bukan surat kaleng. Namaku Vici Kurnia Ayuningtyas, putri sulung Bapak Muazin. Kelahiran Lampung, 22 Mei 1995. Seperti yang kamu tuliskan sebelumnya bahwa setiap Ayah akan selalu punya "keren" nya masing-masing. Tapi, pandangan anak perempuan dan laki-laki tentang Ayah akan sangat berbeda menurutku. Seperti nama Ayahku; Muazin, yang katanya arti nama itu adalah pria yang mengumandangkan adzan. Ta...

Menyukai Seseorang

Bukankah menyukai seseorang adalah hal yang mudah? Hanya cukup dengan menyukai nya, tanpa perlu tahu siapa mantan kekasihnya, pekerjaannya, apa yang sedang ada dalam pikiran nya. Hidup akan baik-baik saja sepertinya. Hari-hari hanya akan ada perasaan baik, mendoakan, mengharapkan. Dalam menyukai kita selalu diperbolehkan berharap, tidak ada yang bisa membatasi rasa dan harapan itu karena semuanya milikmu. Rasa ingin tahu tentang nya adalah yang paling menguasi pikiran mu. Tentang hobi nya,  makanan dan film favorit nya, tipe pasangan yang menjadi impian nya. Padahal rasa ingin tahu itu bisa melukai. Tapi, tiap kali kamu menyukai seseorang seolah kamu merasa jadi manusia yang paling bisa menahan rasa sakit. Kamu merasa baik-baik saja saat orang yang kamu sukai muncul di timeline mu.  Hadir sesekali lewat instastory. Hanya dengan itu kamu merasa jadi yang paling tahu tentang diri nya. Kamu merasa hari mu dipenuhi tawa dengan melihat foto nya yang sedang tersenyum,...