Langsung ke konten utama

Tuan yang gemar menghilang



Hai tuan, apa kabar?
Mengapa begitu sering kau menghilang sekarang, membuat aku, yang bukan siapa-siapa mu ini kebingungan.
Menunggumu? Sudah pasti itu aku lakukan, tapi tetap saja tak pernah ada jawaban. Kau tetap disana dan tak ada kabar.
Berbagai kemungkinan muncul dibenakku tiap malam, apakah kamu sedang sibuk dengan berbagai kegiatan disana?
Apakah kamu bertemu dia, seseorang dari masa lalu yang membuatmu belum bisa memindahkan sesuatu, hati.
Apakah kamu sengaja menghilang untuk dicari.
Atau, memang kamu tidak berkewajiban memberiku kabar setiap hari, mengingat kita hanya sebatas gurauan, hanya sebatas persahabatan yang dilebih-lebihkan, hanya sebatas aku mempercayakan sesuatu padamu dan kamu tidak tahu.
Karena tiap hati punya kapasitas penampung rindu dan rasa, pun benci. Jika sudah meluap aku tak bisa apa-apa selain menulis surat ini. Disini, titik lelahku mencintai kamu seperti ini, seperti orang bodoh, dalam diam dalam waktu yang tak akan pernah bisa kamu bayangkan.
Ini bukan salah ku kan?
Tak ada yang pernah tahu dan mau rasa seperti ini datang bersarang. Begitu menyiksa, aku harus sendiri melewati rindu-rindu saat purnama sedang kamu entah memikirkan siapa.
Setelah kamu membaca surat ini, aku ingin kamu bersikap seperti biasa, tak perlu pura-pura menumbuhkan rasa, karena aku tahu kamu tidak akan bisa. Aku hanya senang tiap kali di dekatmu, menikmati wajahmu, tanpa rasa cemburu tanpa kamu harus tahu.
Tapi mungkin aku sudah tidak ingin seperti itu, aku sudah berusaha memantaskan diri, namun kamu juga tak kunjung disini. Aku hanya sudah tidak ingin lagi hanya menjadi tempat singgah, aku ingin kau akui sebagai rumah. Tapi mungkin di dalam sana, dihatimu itu masih ada penunggu yang tak mau ada aku. Dan aku, mungkin sudah kehabisan waktu.

#30HariMenulisSuratCinta Hari ke-26

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sembunyikan Saya

Kepada mu yang masih menyembunyikan saya dari seluruh dunia. Kita pernah sama-sama saling bersilang jalan. Pernah saling bersisian. Pernah saling pergi. Tapi, apa yang semestinya jadi satu pasti akan kembali.  Kita pernah pula saling melewatkan. Pernah juga dengan berat hati melepas genggaman. Tapi, apa yang semestinya jadi milik kita akan datang tanpa pernah memberi tahu. Kini, saya senang berada disini. Di tempat yang ingin saya tetapkan menjadi rumah. Tempat saya pulang dari segala lelah. Tempat yang tidak seorang pun tahu, karena kamu dengan begitu tenang menempatkan saya dengan begitu rahasia di situ. Di hatimu.  Maka dengan surat ini, kamu harus bertanggung jawab karena sudah membuat saya betah. Kamu harus menjaga saya agar tetap berada di sisimu. Meyakinkan saya untuk tidak membuka pintu. Membuat saya jatuh hati setiap hari padamu. Sebagai hadiah, kamu dapat menikmati senyum saya yang manis semau mu😄 #30HariMenulisSuratCinta

Thank You Mozaik

Hai, Mozaik Al Isamer, putra sulung Bapak Insan Asyik.  Sekitar tiga hari yang lalu aku berkunjung ke typoganteng.com dan membaca tulisan yang berjudul "Ayah, Kau Terbaik!". Dan karena ulahmu menuliskan itu berhasil membuatku menangis dan merindukan ayahku.  Yang paling bisa buat mata berkaca-kaca di bagian yang ini, "Gue anak nggak berguna, kalau dia nggak bisa nikmatin masa tua nya." Aku rasa apapun yang berhubungan dengan orang tua akan selalu bersinggungan dengan air mata.  Sebelumnya, aku akan memperkenalkan diri dengan sejelas-jelasnya karena ini bukan surat kaleng. Namaku Vici Kurnia Ayuningtyas, putri sulung Bapak Muazin. Kelahiran Lampung, 22 Mei 1995. Seperti yang kamu tuliskan sebelumnya bahwa setiap Ayah akan selalu punya "keren" nya masing-masing. Tapi, pandangan anak perempuan dan laki-laki tentang Ayah akan sangat berbeda menurutku. Seperti nama Ayahku; Muazin, yang katanya arti nama itu adalah pria yang mengumandangkan adzan. Ta...

Menyukai Seseorang

Bukankah menyukai seseorang adalah hal yang mudah? Hanya cukup dengan menyukai nya, tanpa perlu tahu siapa mantan kekasihnya, pekerjaannya, apa yang sedang ada dalam pikiran nya. Hidup akan baik-baik saja sepertinya. Hari-hari hanya akan ada perasaan baik, mendoakan, mengharapkan. Dalam menyukai kita selalu diperbolehkan berharap, tidak ada yang bisa membatasi rasa dan harapan itu karena semuanya milikmu. Rasa ingin tahu tentang nya adalah yang paling menguasi pikiran mu. Tentang hobi nya,  makanan dan film favorit nya, tipe pasangan yang menjadi impian nya. Padahal rasa ingin tahu itu bisa melukai. Tapi, tiap kali kamu menyukai seseorang seolah kamu merasa jadi manusia yang paling bisa menahan rasa sakit. Kamu merasa baik-baik saja saat orang yang kamu sukai muncul di timeline mu.  Hadir sesekali lewat instastory. Hanya dengan itu kamu merasa jadi yang paling tahu tentang diri nya. Kamu merasa hari mu dipenuhi tawa dengan melihat foto nya yang sedang tersenyum,...