Langsung ke konten utama

Puan yang sabar menunggu



Teruntuk puan yang di hatinya hanya ada satu tuan, satu cinta dalam diam. Yang tiap malam hanya menunggu waktu menggugukan rindu.
Cinta itu berbagi hati bukan? Jika kamu membaginya dan tuan tidak, itu tetap cinta, puan.
Sekalipun kamu menguburnya dalam-dalam, tetap saja itu namanya cinta.
Biar saja para pujangga tak bernama menyebut kamu bodoh, hanya karena mencintai satu nama. Kamu tak perlu sadar dari lamunan tentang dia, kamu hanya perlu menunggu sedikit lebih lama.
Nanti, di waktu yang telah di sangsi, dia akan datang dengan membawa segurat senja yang kamu mimpikan, itu bila kamu masih sabar.
Jika tidak, mungkin kamu akan pergi dan dia menghilang, esoknya tuan dan puan kembali bukan untuk saling menggenggam, sebatas berpapasan tanpa tahu ada rasa yang pernah sangat ingin disandingkan.
Sabarlah sedikit lagi puan, aku yakin dia akan datang.
Jika tidak, mungkin hanya lupa. Sesederhana itu, lupa.
Meski terlalu menyakitkan, tak datang karena dilupakan.
Jangan selipkan nama lain di hatimu, puan. Jika dia tahu, dia benar-benar tidak akan pernah datang. Bisa saja saat ini tuan sedang mempersiapkan diri menemuimu, memantaskan dirinya untuk memintamu mendampinginya.
Dan jika tuan memang tak akan datang, menangislah, biar kutemani. Biar kupanggil hujan biar kau tak merasa sendiri. kupanggil awan hitam dan gemuruh supaya sedihmu tentang dia ikut luruh.
Dan jika puan masih rindu, sampaikan pada jingga yang tak pernah mendustai senja, katakan pada tuan bahwa dia telah melewatkan satu waktu dimana seorang puan telah memenjarakan waktu yang dimiliki untuknya, dan katakan lagi padanya bahwa kamu tetap teguh pendirian untuk menunggu nya datang sampai waktu kehabisan cara membuatmu hilang rindu. Karena tuan akan menikmati senja yang sama meski dari ruang yang berbeda. Karena ini yang namanya cinta, tuan. 

#30HariMenulisSuratCinta Hari ke-27

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sembunyikan Saya

Kepada mu yang masih menyembunyikan saya dari seluruh dunia. Kita pernah sama-sama saling bersilang jalan. Pernah saling bersisian. Pernah saling pergi. Tapi, apa yang semestinya jadi satu pasti akan kembali.  Kita pernah pula saling melewatkan. Pernah juga dengan berat hati melepas genggaman. Tapi, apa yang semestinya jadi milik kita akan datang tanpa pernah memberi tahu. Kini, saya senang berada disini. Di tempat yang ingin saya tetapkan menjadi rumah. Tempat saya pulang dari segala lelah. Tempat yang tidak seorang pun tahu, karena kamu dengan begitu tenang menempatkan saya dengan begitu rahasia di situ. Di hatimu.  Maka dengan surat ini, kamu harus bertanggung jawab karena sudah membuat saya betah. Kamu harus menjaga saya agar tetap berada di sisimu. Meyakinkan saya untuk tidak membuka pintu. Membuat saya jatuh hati setiap hari padamu. Sebagai hadiah, kamu dapat menikmati senyum saya yang manis semau mu😄 #30HariMenulisSuratCinta

Thank You Mozaik

Hai, Mozaik Al Isamer, putra sulung Bapak Insan Asyik.  Sekitar tiga hari yang lalu aku berkunjung ke typoganteng.com dan membaca tulisan yang berjudul "Ayah, Kau Terbaik!". Dan karena ulahmu menuliskan itu berhasil membuatku menangis dan merindukan ayahku.  Yang paling bisa buat mata berkaca-kaca di bagian yang ini, "Gue anak nggak berguna, kalau dia nggak bisa nikmatin masa tua nya." Aku rasa apapun yang berhubungan dengan orang tua akan selalu bersinggungan dengan air mata.  Sebelumnya, aku akan memperkenalkan diri dengan sejelas-jelasnya karena ini bukan surat kaleng. Namaku Vici Kurnia Ayuningtyas, putri sulung Bapak Muazin. Kelahiran Lampung, 22 Mei 1995. Seperti yang kamu tuliskan sebelumnya bahwa setiap Ayah akan selalu punya "keren" nya masing-masing. Tapi, pandangan anak perempuan dan laki-laki tentang Ayah akan sangat berbeda menurutku. Seperti nama Ayahku; Muazin, yang katanya arti nama itu adalah pria yang mengumandangkan adzan. Ta...

Menyukai Seseorang

Bukankah menyukai seseorang adalah hal yang mudah? Hanya cukup dengan menyukai nya, tanpa perlu tahu siapa mantan kekasihnya, pekerjaannya, apa yang sedang ada dalam pikiran nya. Hidup akan baik-baik saja sepertinya. Hari-hari hanya akan ada perasaan baik, mendoakan, mengharapkan. Dalam menyukai kita selalu diperbolehkan berharap, tidak ada yang bisa membatasi rasa dan harapan itu karena semuanya milikmu. Rasa ingin tahu tentang nya adalah yang paling menguasi pikiran mu. Tentang hobi nya,  makanan dan film favorit nya, tipe pasangan yang menjadi impian nya. Padahal rasa ingin tahu itu bisa melukai. Tapi, tiap kali kamu menyukai seseorang seolah kamu merasa jadi manusia yang paling bisa menahan rasa sakit. Kamu merasa baik-baik saja saat orang yang kamu sukai muncul di timeline mu.  Hadir sesekali lewat instastory. Hanya dengan itu kamu merasa jadi yang paling tahu tentang diri nya. Kamu merasa hari mu dipenuhi tawa dengan melihat foto nya yang sedang tersenyum,...