Langsung ke konten utama

Film itu berjudul Wall-E



Hai kamu, ingat Wall-E?
Ingat film itu?
Aku yang memaksamu untuk menonton nya dari laptop kesayanganmu.
Jangan bilang kamu lupa, karena kita baru saja menonton nya kemarin.
Itu film robot pertama yang aku suka. Awalnya bukan karena film itu, tapi karena ada kamu disisiku.
Aku lebih suka film Barbie atau fairy tales, tapi semenjak sore itu aku menjadi pemburu film robot.
Awalnya memang sedikit membosankan, karena tentu saja film robot seperti itu tidak akan dilirik oleh kebanyakan wanita, dan aku termasuk didalamnya.
Kamu tahu part yang paling aku suka dari film itu?
Saat dua robot saling jatuh cinta dan salah satu robot menyelipkan jemari besinya ke jemari besi robot lain yang disuka. Aku sempat menoleh ke arahmu, tapi kamu sangat serius menonton film itu.
Tapi ternyata kamu justru menyelipkan jemarimu disela jariku, konsentrasiku tak lagi pada film itu. Tapi, padamu. Saat itu juga aku harap hujan turun dan kamu tidak bisa kemana-mana. Tetap disini.
Aku tahu kamu kesal saat aku sering memukulmu. Tanganku ini secara tidak sadar selalu melayangkan pukulan saat aku sedang tertawa. Dan kamu selalu aku pukul karena kamu satu-satunya orang disampingku saat itu, dan aku harap akan terus begitu.
Kamu ada film baru?
Aku mau menonton nya denganmu, menghabiskan waktu bersamamu hingga hujan turun dan akhirnya aku dan kamu memutuskan untuk tetap tinggal dan melantunkan beberapa permohonan dalam diam. Memohon kepada yang maha memiliki langit supaya aku dan kamu selalu didekatkan.

#30HariMenulisSuratCinta Hari ke-22

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sembunyikan Saya

Kepada mu yang masih menyembunyikan saya dari seluruh dunia. Kita pernah sama-sama saling bersilang jalan. Pernah saling bersisian. Pernah saling pergi. Tapi, apa yang semestinya jadi satu pasti akan kembali.  Kita pernah pula saling melewatkan. Pernah juga dengan berat hati melepas genggaman. Tapi, apa yang semestinya jadi milik kita akan datang tanpa pernah memberi tahu. Kini, saya senang berada disini. Di tempat yang ingin saya tetapkan menjadi rumah. Tempat saya pulang dari segala lelah. Tempat yang tidak seorang pun tahu, karena kamu dengan begitu tenang menempatkan saya dengan begitu rahasia di situ. Di hatimu.  Maka dengan surat ini, kamu harus bertanggung jawab karena sudah membuat saya betah. Kamu harus menjaga saya agar tetap berada di sisimu. Meyakinkan saya untuk tidak membuka pintu. Membuat saya jatuh hati setiap hari padamu. Sebagai hadiah, kamu dapat menikmati senyum saya yang manis semau mu😄 #30HariMenulisSuratCinta

Thank You Mozaik

Hai, Mozaik Al Isamer, putra sulung Bapak Insan Asyik.  Sekitar tiga hari yang lalu aku berkunjung ke typoganteng.com dan membaca tulisan yang berjudul "Ayah, Kau Terbaik!". Dan karena ulahmu menuliskan itu berhasil membuatku menangis dan merindukan ayahku.  Yang paling bisa buat mata berkaca-kaca di bagian yang ini, "Gue anak nggak berguna, kalau dia nggak bisa nikmatin masa tua nya." Aku rasa apapun yang berhubungan dengan orang tua akan selalu bersinggungan dengan air mata.  Sebelumnya, aku akan memperkenalkan diri dengan sejelas-jelasnya karena ini bukan surat kaleng. Namaku Vici Kurnia Ayuningtyas, putri sulung Bapak Muazin. Kelahiran Lampung, 22 Mei 1995. Seperti yang kamu tuliskan sebelumnya bahwa setiap Ayah akan selalu punya "keren" nya masing-masing. Tapi, pandangan anak perempuan dan laki-laki tentang Ayah akan sangat berbeda menurutku. Seperti nama Ayahku; Muazin, yang katanya arti nama itu adalah pria yang mengumandangkan adzan. Ta...

Menyukai Seseorang

Bukankah menyukai seseorang adalah hal yang mudah? Hanya cukup dengan menyukai nya, tanpa perlu tahu siapa mantan kekasihnya, pekerjaannya, apa yang sedang ada dalam pikiran nya. Hidup akan baik-baik saja sepertinya. Hari-hari hanya akan ada perasaan baik, mendoakan, mengharapkan. Dalam menyukai kita selalu diperbolehkan berharap, tidak ada yang bisa membatasi rasa dan harapan itu karena semuanya milikmu. Rasa ingin tahu tentang nya adalah yang paling menguasi pikiran mu. Tentang hobi nya,  makanan dan film favorit nya, tipe pasangan yang menjadi impian nya. Padahal rasa ingin tahu itu bisa melukai. Tapi, tiap kali kamu menyukai seseorang seolah kamu merasa jadi manusia yang paling bisa menahan rasa sakit. Kamu merasa baik-baik saja saat orang yang kamu sukai muncul di timeline mu.  Hadir sesekali lewat instastory. Hanya dengan itu kamu merasa jadi yang paling tahu tentang diri nya. Kamu merasa hari mu dipenuhi tawa dengan melihat foto nya yang sedang tersenyum,...