Hai
kamu, ingat Wall-E?
Ingat
film itu?
Aku
yang memaksamu untuk menonton nya dari laptop kesayanganmu.
Jangan
bilang kamu lupa, karena kita baru saja menonton nya kemarin.
Itu
film robot pertama yang aku suka. Awalnya bukan karena film itu, tapi karena
ada kamu disisiku.
Aku
lebih suka film Barbie atau fairy tales, tapi semenjak sore itu aku menjadi
pemburu film robot.
Awalnya
memang sedikit membosankan, karena tentu saja film robot seperti itu tidak akan
dilirik oleh kebanyakan wanita, dan aku termasuk didalamnya.
Kamu
tahu part yang paling aku suka dari film itu?
Saat
dua robot saling jatuh cinta dan salah satu robot menyelipkan jemari besinya ke
jemari besi robot lain yang disuka. Aku sempat menoleh ke arahmu, tapi kamu
sangat serius menonton film itu.
Tapi
ternyata kamu justru menyelipkan jemarimu disela jariku, konsentrasiku tak lagi
pada film itu. Tapi, padamu. Saat itu juga aku harap hujan turun dan kamu tidak
bisa kemana-mana. Tetap disini.
Aku
tahu kamu kesal saat aku sering memukulmu. Tanganku ini secara tidak sadar
selalu melayangkan pukulan saat aku sedang tertawa. Dan kamu selalu aku pukul
karena kamu satu-satunya orang disampingku saat itu, dan aku harap akan terus
begitu.
Kamu
ada film baru?
Aku
mau menonton nya denganmu, menghabiskan waktu bersamamu hingga hujan turun dan
akhirnya aku dan kamu memutuskan untuk tetap tinggal dan melantunkan beberapa
permohonan dalam diam. Memohon kepada yang maha memiliki langit supaya aku dan
kamu selalu didekatkan.
#30HariMenulisSuratCinta Hari ke-22
Komentar
Posting Komentar