Langsung ke konten utama

Ini surat cinta



Hai kamu. Tenang. Surat ini masih melulu soal kamu.
Kamu yang masih sulit diterka, seperti ujian matematika atau fisika. Mana menurutmu yang paling runyam?
Tentu saja bukan ke dua nya. Kamu.
Katanya ini surat cinta, surat ajaib yang bisa membuatmu menjatuhkan hati dan rasa, hanya padaku. Awas jika kamu jatuhkan rasa itu pada yang lainnya. Kamu tahu kenapa?
Karena menurut info melalui surat ini aku memiliki kesempatan untuk mengatakan seberapa besar rasa yang sudah aku simpan. Untuk mu, si rimbawan yang sering menyelipkan rasa nyaman.
Kemudian, katanya lagi, surat ini bisa aku gunakan untuk mengatakan suatu hal yang disinyalir tidak mungkin. Seperti misalnya, ehm, bagaimana ya menjelaskannya, semacam rasa gugup saat aku harus dihadapkan dengan sesuatu yang ada hubungan nya denganmu, semacam rasa cinta, mungkin lebih sederhana saja, rasa sayang.
Karena kamu salah seorang mahasiswa kehutanan, jadi aku gunakan tanaman sebagai perumpamaan.  Ini seperti pohon pepaya, di sekitar rumahku, pohon pepaya tumbuh begitu saja. Biasanya jika tumbuhnya menghalangi jalan, ayahku langsung memangkasnya, tapi jika tumbuh di tempat seharusnya, ibuku merawatnya hingga tumbuh besar dan menghasilkan banyak buah.
Seperti rasa yang hadir saat kamu datang. Rasa itu tumbuh ditempat yang seharusnya, tempat yang sudah aku persiapkan, dan kamu meletakkannya dengan benar. Dan rindu, gelisah, serta cemburu itu buah dari rasa yang tumbuh. Setelah itu aku berkewajiban merawatnya supaya tumbuh besar meski aku tidak tahu kamu menginginkannya atau tidak.
Karena yang aku tahu aku hanya harus berlaku sebaik-baiknya, memantaskan diri, supaya saat waktunya tiba aku sudah layak untuk disandingkan, aku harap itu denganmu.
Perkara menyatakan, ini perihal kesiapan. Kamu seharusnya sudah tahu jika hati tulus itu milikku untukmu. Ini rasa bukan sebatas gurauan, jadi jangan kamu tertawakan.  Ini cinta bukan sebatas lantunan kata, jadi jangan kamu terka-terka, karena rasa ini nyata adanya untukmu. Ini sayang bukan sebatas pengakuan, jadi jangan jadikan alasan untuk kamu pergi meninggalkan, tetaplah tinggal, disini, di tempatku yang paling nyaman. Jika kamu belum merasakan apa yang aku rasakan, kamu hanya perlu membuka mata. Lalu temukan aku disana, di tempat yang paling bisa membuat aku bahagia, hatimu.
Biarlah surat ini sebagai pemberitahuan, aku lelah jika setiap malam diserang jutaan rindu hingga aku tergugu, kemudian rindu itu memuai dan menghilang, namun esok nya hadir lagi dengan dosis yang sulit diprediksi. Rasa ini sudah menunggumu di depan pintu, buka lah pintu hatimu jika kamu berkenan. Karena jika sudah didalam aku janji tidak akan keluar. Percayalah, karena aku akan betah. Jadi, percaya dan jaga rasa ini supaya tidak patah.
Aku peringatkan, kamu jangan terburu-buru besar kepala. Apa kamu tahu, aku malu menuliskan surat ini. Karena setelah kamu membaca, seperti biasa, kamu pasti akan meledekku dan tertawa.
Untuk surat yang kali ini, jangan seperti itu ya, cukup kamu pahami isinya lalu temui aku setelahnya. Karena aku selalu disini, dihatimu tepatnya, menunggumu menyematkan sesuatu di jariku. 

#30HariMenulisSuratCinta Hari ke-16

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sembunyikan Saya

Kepada mu yang masih menyembunyikan saya dari seluruh dunia. Kita pernah sama-sama saling bersilang jalan. Pernah saling bersisian. Pernah saling pergi. Tapi, apa yang semestinya jadi satu pasti akan kembali.  Kita pernah pula saling melewatkan. Pernah juga dengan berat hati melepas genggaman. Tapi, apa yang semestinya jadi milik kita akan datang tanpa pernah memberi tahu. Kini, saya senang berada disini. Di tempat yang ingin saya tetapkan menjadi rumah. Tempat saya pulang dari segala lelah. Tempat yang tidak seorang pun tahu, karena kamu dengan begitu tenang menempatkan saya dengan begitu rahasia di situ. Di hatimu.  Maka dengan surat ini, kamu harus bertanggung jawab karena sudah membuat saya betah. Kamu harus menjaga saya agar tetap berada di sisimu. Meyakinkan saya untuk tidak membuka pintu. Membuat saya jatuh hati setiap hari padamu. Sebagai hadiah, kamu dapat menikmati senyum saya yang manis semau mu😄 #30HariMenulisSuratCinta

Thank You Mozaik

Hai, Mozaik Al Isamer, putra sulung Bapak Insan Asyik.  Sekitar tiga hari yang lalu aku berkunjung ke typoganteng.com dan membaca tulisan yang berjudul "Ayah, Kau Terbaik!". Dan karena ulahmu menuliskan itu berhasil membuatku menangis dan merindukan ayahku.  Yang paling bisa buat mata berkaca-kaca di bagian yang ini, "Gue anak nggak berguna, kalau dia nggak bisa nikmatin masa tua nya." Aku rasa apapun yang berhubungan dengan orang tua akan selalu bersinggungan dengan air mata.  Sebelumnya, aku akan memperkenalkan diri dengan sejelas-jelasnya karena ini bukan surat kaleng. Namaku Vici Kurnia Ayuningtyas, putri sulung Bapak Muazin. Kelahiran Lampung, 22 Mei 1995. Seperti yang kamu tuliskan sebelumnya bahwa setiap Ayah akan selalu punya "keren" nya masing-masing. Tapi, pandangan anak perempuan dan laki-laki tentang Ayah akan sangat berbeda menurutku. Seperti nama Ayahku; Muazin, yang katanya arti nama itu adalah pria yang mengumandangkan adzan. Ta...

Menyukai Seseorang

Bukankah menyukai seseorang adalah hal yang mudah? Hanya cukup dengan menyukai nya, tanpa perlu tahu siapa mantan kekasihnya, pekerjaannya, apa yang sedang ada dalam pikiran nya. Hidup akan baik-baik saja sepertinya. Hari-hari hanya akan ada perasaan baik, mendoakan, mengharapkan. Dalam menyukai kita selalu diperbolehkan berharap, tidak ada yang bisa membatasi rasa dan harapan itu karena semuanya milikmu. Rasa ingin tahu tentang nya adalah yang paling menguasi pikiran mu. Tentang hobi nya,  makanan dan film favorit nya, tipe pasangan yang menjadi impian nya. Padahal rasa ingin tahu itu bisa melukai. Tapi, tiap kali kamu menyukai seseorang seolah kamu merasa jadi manusia yang paling bisa menahan rasa sakit. Kamu merasa baik-baik saja saat orang yang kamu sukai muncul di timeline mu.  Hadir sesekali lewat instastory. Hanya dengan itu kamu merasa jadi yang paling tahu tentang diri nya. Kamu merasa hari mu dipenuhi tawa dengan melihat foto nya yang sedang tersenyum,...