Langsung ke konten utama

For my forester



Hai, rimbawan dengan tubuh tinggi, apa kabar?
Aku merasa diduakan dengan hutan. Tapi, sudahlah aku tak ingin mengganggu bahagiamu karena aku pun ingin diperlakukan layaknya seperti itu.
Kamu bertemu harimau disana? Jika kau berani menggoda wanita lain didalam hutan aku berharap harimau itu langsung menerkam mu, mencabik hatimu yang berani melukai aku. Apa aku sejahat itu? Tentu saja tidak. Saat ini aku hanya sedang merindukanmu. Saat ini, aku yakin kau sedang tertawa melihat jejak kaki gajah. Kau pasti langsung mengingat aku kan? Bukan karena kau merindukan aku. Tapi senyum mu selalu mengembang tiap kali meledek ku dengan lagu ciptaan Tulus yang berjudul Gajah.
Kau pikir aku ini gendut? Aku hanya sedikit lebih gendut dari sebelumnya. Kau tahu kan, hanya “sedikit”. Jika nanti dietku berhasil dan aku kurus, kupanggil kau jerapah. Ingin sekali rasanya aku melayangkan pukulan ke lenganmu. Bukan karena kesal, aku hanya rindu melakukan hal itu. Rindu melihat kau meringis kesakitan. Tapi, aku tidak jadi rindu jika kamu berniat membalas pukulan ku itu. Kamu tidak pernah mau mengalah denganku.
Kamu sehat? Jangan sakit jika sedang jauh. Jangan sakit jika tidak ada aku disisimu.
Aku mohon baca surat ini baik-baik,
Aku tahu kamu rimbawan yang hebat dan kuat. Tapi, lagi-lagi ini gelisah dari seorang wanita jatuh hati yang menyimpan resah. Aku benci saat kamu bersama hujan di dalam hutan. Bukan karena cemburu, tapi disana tidak ada teduh yang mampu merengkuh. Aku benci saat kamu bersama dingin dalam malam. Bukan karena cemburu, tapi disana tidak ada hangat yang mendekap erat.
Jangan selalu senang jika hujan datang, karena yang mampu menenangkan juga paling mampu melemahkan. Jangan terlalu senang jika terik tiba-tiba datang, karena yang bersinar bisa saja membuatmu kehilangan sadar.
Apa pernah aku meminta buah tangan saat kau berada dihutan? Tidak pernah kan?  Kali ini aku minta satu hal. Cukup jaga kesehatanmu, karena aku bisa menjaga diriku sendiri. Karena sehatmu itu tenang hatiku.
Cukuplah aku disini memelukmu lewat doa. Semoga doa baik yang senantiasa kukirim selalu memelukmu dimanapun kamu berada.
Cepatlah pulang dari hutan, jangan terlalu betah. Karena aku rindu senyumku yang merekah.


#30HariMenulisSuratCinta Hari ke-9

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sembunyikan Saya

Kepada mu yang masih menyembunyikan saya dari seluruh dunia. Kita pernah sama-sama saling bersilang jalan. Pernah saling bersisian. Pernah saling pergi. Tapi, apa yang semestinya jadi satu pasti akan kembali.  Kita pernah pula saling melewatkan. Pernah juga dengan berat hati melepas genggaman. Tapi, apa yang semestinya jadi milik kita akan datang tanpa pernah memberi tahu. Kini, saya senang berada disini. Di tempat yang ingin saya tetapkan menjadi rumah. Tempat saya pulang dari segala lelah. Tempat yang tidak seorang pun tahu, karena kamu dengan begitu tenang menempatkan saya dengan begitu rahasia di situ. Di hatimu.  Maka dengan surat ini, kamu harus bertanggung jawab karena sudah membuat saya betah. Kamu harus menjaga saya agar tetap berada di sisimu. Meyakinkan saya untuk tidak membuka pintu. Membuat saya jatuh hati setiap hari padamu. Sebagai hadiah, kamu dapat menikmati senyum saya yang manis semau mu😄 #30HariMenulisSuratCinta

Thank You Mozaik

Hai, Mozaik Al Isamer, putra sulung Bapak Insan Asyik.  Sekitar tiga hari yang lalu aku berkunjung ke typoganteng.com dan membaca tulisan yang berjudul "Ayah, Kau Terbaik!". Dan karena ulahmu menuliskan itu berhasil membuatku menangis dan merindukan ayahku.  Yang paling bisa buat mata berkaca-kaca di bagian yang ini, "Gue anak nggak berguna, kalau dia nggak bisa nikmatin masa tua nya." Aku rasa apapun yang berhubungan dengan orang tua akan selalu bersinggungan dengan air mata.  Sebelumnya, aku akan memperkenalkan diri dengan sejelas-jelasnya karena ini bukan surat kaleng. Namaku Vici Kurnia Ayuningtyas, putri sulung Bapak Muazin. Kelahiran Lampung, 22 Mei 1995. Seperti yang kamu tuliskan sebelumnya bahwa setiap Ayah akan selalu punya "keren" nya masing-masing. Tapi, pandangan anak perempuan dan laki-laki tentang Ayah akan sangat berbeda menurutku. Seperti nama Ayahku; Muazin, yang katanya arti nama itu adalah pria yang mengumandangkan adzan. Ta...

Menyukai Seseorang

Bukankah menyukai seseorang adalah hal yang mudah? Hanya cukup dengan menyukai nya, tanpa perlu tahu siapa mantan kekasihnya, pekerjaannya, apa yang sedang ada dalam pikiran nya. Hidup akan baik-baik saja sepertinya. Hari-hari hanya akan ada perasaan baik, mendoakan, mengharapkan. Dalam menyukai kita selalu diperbolehkan berharap, tidak ada yang bisa membatasi rasa dan harapan itu karena semuanya milikmu. Rasa ingin tahu tentang nya adalah yang paling menguasi pikiran mu. Tentang hobi nya,  makanan dan film favorit nya, tipe pasangan yang menjadi impian nya. Padahal rasa ingin tahu itu bisa melukai. Tapi, tiap kali kamu menyukai seseorang seolah kamu merasa jadi manusia yang paling bisa menahan rasa sakit. Kamu merasa baik-baik saja saat orang yang kamu sukai muncul di timeline mu.  Hadir sesekali lewat instastory. Hanya dengan itu kamu merasa jadi yang paling tahu tentang diri nya. Kamu merasa hari mu dipenuhi tawa dengan melihat foto nya yang sedang tersenyum,...