Langsung ke konten utama

Tempat ku merenggut waktumu

Toko buku itu, selalu menjadi alasan jika aku ingin merenggut waktumu.
Hai, apakah kau masih senang menghilang di toko buku? Membuatku takut sedang kau tertawa disalah satu sudut.
Ingin ku beritahu satu rahasia kecil? Aku sangat ingin berjalan beriringan dengan mu di tempat itu, bahkan berharap kau menggandeng tangan kecilku, tapi sudahlah itu hanya sebatas ingin. Karena mengharapkanmu melakukan itu seperti bermimpi salju turun di atap rumahku.
Apa hal yang paling kau ingat saat kita berdua menghabiskan waktu disana? Kau pasti akan menggaruk kepalamu dan bilang tidak ingat. Kau adalah pemilik ingatan yang paling buruk yang pernah ku kenal, tapi kau berhasil masuk dalam ingatanku.
Hal yang paling ku ingat adalah saat kita masuk ke dalam dan aku langsung menghambur ke rak novel dan sajak romantis sedang kau menghambur ke arah rak komik, kemudian kau tertawa dengan komik naruto ditanganmu sedang aku mencuri beberapa ekspresimu dan tersenyum malu.
Kau tahu ini perasaan apa?
Rasa dimana aku malu saat kamu memergoki ku mengintip mu dari balik rak-rak buku. Rasa dimana aku takut kau menghilang sedang kamu sesungguhnya tetap tinggal. Rasa dimana aku senang membaca novel dengan begitu serius untuk kemudian kamu mengusap kepalaku dan tersenyum lembut. Rasa dimana aku suka merenggut waktumu untuk berlama-lama di tempat ini dan membuatmu menggerutu karena kesal menunggu, namun anehnya,  kamu tak pernah menolak jika aku ingin kembali mengulang perasaan aneh saat di tempat itu.
Aku ingat, kau pasti akan mengusap kepalaku dan mengatakan aku begitu boros saat sudah ditoko buku. Aku harap kau ingat yang itu.
Masihkah itu menjadi tempat favorit kita, atau, ah iya itu tempat favoritku untuk membiarkan waktu meninggalkanmu denganku.
Aku dengar ada buku baru, siapkah waktumu untuk kembali ke renggut ?

#30HariMenulisSuratCinta  Hari ke-4
 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sembunyikan Saya

Kepada mu yang masih menyembunyikan saya dari seluruh dunia. Kita pernah sama-sama saling bersilang jalan. Pernah saling bersisian. Pernah saling pergi. Tapi, apa yang semestinya jadi satu pasti akan kembali.  Kita pernah pula saling melewatkan. Pernah juga dengan berat hati melepas genggaman. Tapi, apa yang semestinya jadi milik kita akan datang tanpa pernah memberi tahu. Kini, saya senang berada disini. Di tempat yang ingin saya tetapkan menjadi rumah. Tempat saya pulang dari segala lelah. Tempat yang tidak seorang pun tahu, karena kamu dengan begitu tenang menempatkan saya dengan begitu rahasia di situ. Di hatimu.  Maka dengan surat ini, kamu harus bertanggung jawab karena sudah membuat saya betah. Kamu harus menjaga saya agar tetap berada di sisimu. Meyakinkan saya untuk tidak membuka pintu. Membuat saya jatuh hati setiap hari padamu. Sebagai hadiah, kamu dapat menikmati senyum saya yang manis semau mu😄 #30HariMenulisSuratCinta

Thank You Mozaik

Hai, Mozaik Al Isamer, putra sulung Bapak Insan Asyik.  Sekitar tiga hari yang lalu aku berkunjung ke typoganteng.com dan membaca tulisan yang berjudul "Ayah, Kau Terbaik!". Dan karena ulahmu menuliskan itu berhasil membuatku menangis dan merindukan ayahku.  Yang paling bisa buat mata berkaca-kaca di bagian yang ini, "Gue anak nggak berguna, kalau dia nggak bisa nikmatin masa tua nya." Aku rasa apapun yang berhubungan dengan orang tua akan selalu bersinggungan dengan air mata.  Sebelumnya, aku akan memperkenalkan diri dengan sejelas-jelasnya karena ini bukan surat kaleng. Namaku Vici Kurnia Ayuningtyas, putri sulung Bapak Muazin. Kelahiran Lampung, 22 Mei 1995. Seperti yang kamu tuliskan sebelumnya bahwa setiap Ayah akan selalu punya "keren" nya masing-masing. Tapi, pandangan anak perempuan dan laki-laki tentang Ayah akan sangat berbeda menurutku. Seperti nama Ayahku; Muazin, yang katanya arti nama itu adalah pria yang mengumandangkan adzan. Ta...

Menyukai Seseorang

Bukankah menyukai seseorang adalah hal yang mudah? Hanya cukup dengan menyukai nya, tanpa perlu tahu siapa mantan kekasihnya, pekerjaannya, apa yang sedang ada dalam pikiran nya. Hidup akan baik-baik saja sepertinya. Hari-hari hanya akan ada perasaan baik, mendoakan, mengharapkan. Dalam menyukai kita selalu diperbolehkan berharap, tidak ada yang bisa membatasi rasa dan harapan itu karena semuanya milikmu. Rasa ingin tahu tentang nya adalah yang paling menguasi pikiran mu. Tentang hobi nya,  makanan dan film favorit nya, tipe pasangan yang menjadi impian nya. Padahal rasa ingin tahu itu bisa melukai. Tapi, tiap kali kamu menyukai seseorang seolah kamu merasa jadi manusia yang paling bisa menahan rasa sakit. Kamu merasa baik-baik saja saat orang yang kamu sukai muncul di timeline mu.  Hadir sesekali lewat instastory. Hanya dengan itu kamu merasa jadi yang paling tahu tentang diri nya. Kamu merasa hari mu dipenuhi tawa dengan melihat foto nya yang sedang tersenyum,...