Aku
patah hati, itu karena kamu yang mematahkannya. Bahkan ini sudah tidak pantas
lagi disebut hati karena sudah merasakan patah berkali-kali.
Apa
kau pernah merasakan terbangun tengah malam dengan isi kepala yang sangat
penuh, kemarin malam aku memimpikanmu. Entahlah, aku kira aku hanya harus
menuliskan apa yang ada di kepalaku. Kamu sedang apa? Tidur? Atau apapun yang
kamu kerjakan saat ini aku membencinya karena kehadiran seseorang yang kau
cintai di masa lalu itu. Dia berhasil membuatmu tidak lagi memprioritaskan aku.
Ah, tidak. Aku yang berlebihan, memangnya kita siapa? Kita kan hanya teman
biasa yang aku menautkan harapan penuh padamu dan kamu tidak merasa membangun
dermaga untuk harapanku itu.
Jika
surat ini sampai padamu, berarti aku benar-benar sedang patah hati.
Saat
ini aku sedang menangis. Ku kira kita bisa tumbuh bersama dan saling melengkapi
tapi ternyata aku hanya jatuh cinta sendiri.
#30HariMenulisSuratCinta Hari ke-3
Jarang-jarang nemu surat puitis gini, hebat kak :)
BalasHapusDuh jangan panggil kak :/ saya masih mudaa :(
BalasHapus