Langsung ke konten utama

Rindu dan Ego

Hai Re, 

Apa kabar? Masihkah kebencian kamu kembang biakan?
Saya harus bagaimana supaya maaf saya kamu terima.

Hari ini saya ingin sekali pergi keluar. Menikmati jalanan. Berkeliling. 
Tapi, saya tidak mau sendiri. 
Seandainya kamu sedang tidak marah tentu saja kita sudah berada di tepi pantai saat ini.

Kenyataannya, dari pagi hingga detik saya menuliskan surat ini, saya masih berada di ruangan 4×4 yang begitu dingin. Saya berlindung di bawah selimut, padahal cuaca di luar sedang bersenang-senang. 
Demam kali ini menyebalkan sekali, dan kamu salah satu penyebabnya. 

Saya tidak tahu kamu sekarang dimana. Sedang apa. Memikirkan saya atau tidak. Atau memang saya sudah tidak ada artinya di hidupmu. Menyedihkan melihat foto kita berdua. Senyum yang biasanya selalu ada, kini tenggelam di lautan paling dalam.

Bahkan untuk menghubungimu pun saya mulai takut. Ternyata kehilangan kamu lebih menyakitkan di banding ketiadaan seseorang yang selalu saya ceritakan.

Lemas sekali badan saya, Re. 
Saya butuh kamu sekarang. 
Kamu tidak perlu melakukan ini harusnya, hanya untuk memberi tahu saya bahwa kamu lebih berarti dari keegoisan saya. 

Dan saat ini, Re. Rindu saya begitu besar dari ego. Bahkan ego saya yang katamu tak mampu di tampung dunia ini mengakui kerinduan ini. 

Re, maafkan saya.
Saya rindu, Re.

#30HariMenulisSuratCinta

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sembunyikan Saya

Kepada mu yang masih menyembunyikan saya dari seluruh dunia. Kita pernah sama-sama saling bersilang jalan. Pernah saling bersisian. Pernah saling pergi. Tapi, apa yang semestinya jadi satu pasti akan kembali.  Kita pernah pula saling melewatkan. Pernah juga dengan berat hati melepas genggaman. Tapi, apa yang semestinya jadi milik kita akan datang tanpa pernah memberi tahu. Kini, saya senang berada disini. Di tempat yang ingin saya tetapkan menjadi rumah. Tempat saya pulang dari segala lelah. Tempat yang tidak seorang pun tahu, karena kamu dengan begitu tenang menempatkan saya dengan begitu rahasia di situ. Di hatimu.  Maka dengan surat ini, kamu harus bertanggung jawab karena sudah membuat saya betah. Kamu harus menjaga saya agar tetap berada di sisimu. Meyakinkan saya untuk tidak membuka pintu. Membuat saya jatuh hati setiap hari padamu. Sebagai hadiah, kamu dapat menikmati senyum saya yang manis semau mu😄 #30HariMenulisSuratCinta

Thank You Mozaik

Hai, Mozaik Al Isamer, putra sulung Bapak Insan Asyik.  Sekitar tiga hari yang lalu aku berkunjung ke typoganteng.com dan membaca tulisan yang berjudul "Ayah, Kau Terbaik!". Dan karena ulahmu menuliskan itu berhasil membuatku menangis dan merindukan ayahku.  Yang paling bisa buat mata berkaca-kaca di bagian yang ini, "Gue anak nggak berguna, kalau dia nggak bisa nikmatin masa tua nya." Aku rasa apapun yang berhubungan dengan orang tua akan selalu bersinggungan dengan air mata.  Sebelumnya, aku akan memperkenalkan diri dengan sejelas-jelasnya karena ini bukan surat kaleng. Namaku Vici Kurnia Ayuningtyas, putri sulung Bapak Muazin. Kelahiran Lampung, 22 Mei 1995. Seperti yang kamu tuliskan sebelumnya bahwa setiap Ayah akan selalu punya "keren" nya masing-masing. Tapi, pandangan anak perempuan dan laki-laki tentang Ayah akan sangat berbeda menurutku. Seperti nama Ayahku; Muazin, yang katanya arti nama itu adalah pria yang mengumandangkan adzan. Ta...

Menyukai Seseorang

Bukankah menyukai seseorang adalah hal yang mudah? Hanya cukup dengan menyukai nya, tanpa perlu tahu siapa mantan kekasihnya, pekerjaannya, apa yang sedang ada dalam pikiran nya. Hidup akan baik-baik saja sepertinya. Hari-hari hanya akan ada perasaan baik, mendoakan, mengharapkan. Dalam menyukai kita selalu diperbolehkan berharap, tidak ada yang bisa membatasi rasa dan harapan itu karena semuanya milikmu. Rasa ingin tahu tentang nya adalah yang paling menguasi pikiran mu. Tentang hobi nya,  makanan dan film favorit nya, tipe pasangan yang menjadi impian nya. Padahal rasa ingin tahu itu bisa melukai. Tapi, tiap kali kamu menyukai seseorang seolah kamu merasa jadi manusia yang paling bisa menahan rasa sakit. Kamu merasa baik-baik saja saat orang yang kamu sukai muncul di timeline mu.  Hadir sesekali lewat instastory. Hanya dengan itu kamu merasa jadi yang paling tahu tentang diri nya. Kamu merasa hari mu dipenuhi tawa dengan melihat foto nya yang sedang tersenyum,...