Hay fadly.
Sebelumnya isi surat saya hanya fiktif, hanya untuk benda mati. Tapi, surat kali ini untuk mahluk hidup bernama Moehamad Fadly. Teruntuk kamu yang saya tahu sedang tidak dalam keadaan sehat.
Kamu pasti bertanya mengapa saya begitu berani menuliskan surat ini untuk kamu.
Awalnya saya ingin menulisnya di surat kaleng, namun niat itu saya batalkan. Saya kira, saya lebih berani dari itu.
Saya melihat di akun instagram milikmu, kamu sedang dirawat. Saya tidak tahu kamu sakit apa. Bahkan saya tidak punyak hak untuk tahu. Saya hanya wanita yang bagaimana bisa, hingga hari ini selalu mengamati akun twitter mu. Tulisan-tulisan mu di twitter seperti obat yang setiap hari saya minum hingga menjadi kecanduan.
Biar saya memperkenalkan diri, nama saya Vici. Kamu hanya cukup tahu itu. Karena selebihnya nanti saja atau lewat surat selanjutnya.
Saya hanya ingin mendoakan semoga kamu lekas sembuh. Semoga kamu lekas membaik.
Jangan terlalu sibuk dengan dunia luar, dunia dalam tubuhmu juga perlu diperhatikan.
Jangan menganggap enteng rasa cemas dari orang lain. Sebab ada beberapa orang yang cemas nya memiliki kadar yang lebih terhadapmu.
Mungkin sakitmu ini adalah untuk menggugurkan dosa-dosa, maka kamu harus bersabar menahan nikmat sakitnya. Tapi, jangan terlalu dinikmati, pedulikan sakit orang lain juga yang khawatir karena keadaanmu.
Saya tidak dapat menjamin surat ini dapat membuatmu sembuh, dapat membuat nikmat sakitmu berkurang. Hanya saja, saat kamu membaca surat ini ada doa yang akan segera Tuhan kabulkan untuk kesembuhanmu.
Cepat lah sehat, jangan terlalu betah di sana.
#30HariMenulisSuratCinta
Sebelumnya isi surat saya hanya fiktif, hanya untuk benda mati. Tapi, surat kali ini untuk mahluk hidup bernama Moehamad Fadly. Teruntuk kamu yang saya tahu sedang tidak dalam keadaan sehat.
Kamu pasti bertanya mengapa saya begitu berani menuliskan surat ini untuk kamu.
Awalnya saya ingin menulisnya di surat kaleng, namun niat itu saya batalkan. Saya kira, saya lebih berani dari itu.
Saya melihat di akun instagram milikmu, kamu sedang dirawat. Saya tidak tahu kamu sakit apa. Bahkan saya tidak punyak hak untuk tahu. Saya hanya wanita yang bagaimana bisa, hingga hari ini selalu mengamati akun twitter mu. Tulisan-tulisan mu di twitter seperti obat yang setiap hari saya minum hingga menjadi kecanduan.
Biar saya memperkenalkan diri, nama saya Vici. Kamu hanya cukup tahu itu. Karena selebihnya nanti saja atau lewat surat selanjutnya.
Saya hanya ingin mendoakan semoga kamu lekas sembuh. Semoga kamu lekas membaik.
Jangan terlalu sibuk dengan dunia luar, dunia dalam tubuhmu juga perlu diperhatikan.
Jangan menganggap enteng rasa cemas dari orang lain. Sebab ada beberapa orang yang cemas nya memiliki kadar yang lebih terhadapmu.
Mungkin sakitmu ini adalah untuk menggugurkan dosa-dosa, maka kamu harus bersabar menahan nikmat sakitnya. Tapi, jangan terlalu dinikmati, pedulikan sakit orang lain juga yang khawatir karena keadaanmu.
Saya tidak dapat menjamin surat ini dapat membuatmu sembuh, dapat membuat nikmat sakitmu berkurang. Hanya saja, saat kamu membaca surat ini ada doa yang akan segera Tuhan kabulkan untuk kesembuhanmu.
Cepat lah sehat, jangan terlalu betah di sana.
#30HariMenulisSuratCinta
get well soon Fadly *kirim doa*
BalasHapussemangat terus nulisnya buat yg nulis suraat
-Ikavuje
amin . terima kasih kak
BalasHapuspasti semangat nulis terus kok.
Halo vici, terima kasih do'anya. Alhamdulillah sekarang sudah sehat. Maaf merepotkan nih. Sampai di nasihatin lagi.. Hehee. Makasih makasih sudah di Doain. Semoga amal jariah yah vici.
BalasHapusMakasih juga loh kak ika, sudah do'ain hehe.
Salam