Selamat pagi, tuan kopi.
Tidur malam mu nyenyak bukan?
Mau kubuatkan kopi secangkir.
Supaya saat kau berkunjung ke kenangan, kau masih hafal jalan pulang.
Seperti aku yang selalu ingin pulang pada hati mu sebagai rumah.
Aku pun tak ingin pergi.
Ingin menikmati secangkir kopi di beranda depan.
Ingin menjadi wanita yang dapat memberi secangkir kopi mu pasangan.
Tapi, selalu saja.
Kamu tiba-tiba pamit pulang.
Hati ku ini bukan rumah mu kah, tuan?
Lalu, siluetmu hadir di mimpiku dua hari yang lalu.
Dalam harap dan semoga, punggung milikmu itu aku semogakan jadi tempat segala kesedihan dan bahagia bermuara.
Menjadi suatu hal yang dapat kupandang lebih lama dari biasanya.
Tidur malam mu nyenyak bukan?
Mau kubuatkan kopi secangkir.
Supaya saat kau berkunjung ke kenangan, kau masih hafal jalan pulang.
Seperti aku yang selalu ingin pulang pada hati mu sebagai rumah.
Aku pun tak ingin pergi.
Ingin menikmati secangkir kopi di beranda depan.
Ingin menjadi wanita yang dapat memberi secangkir kopi mu pasangan.
Tapi, selalu saja.
Kamu tiba-tiba pamit pulang.
Hati ku ini bukan rumah mu kah, tuan?
Lalu, siluetmu hadir di mimpiku dua hari yang lalu.
Dalam harap dan semoga, punggung milikmu itu aku semogakan jadi tempat segala kesedihan dan bahagia bermuara.
Menjadi suatu hal yang dapat kupandang lebih lama dari biasanya.
#30HariMenulisSuratCinta
barangkali agar rindu selalu mengembang di hatimu? jadi semangatt yaa
BalasHapus-Ikavuje