Teruntuk kamu pria menyebalkan
Sudah selesai bermain coc?
Sudah kalah?
Sudah bosan?
Saya begitu benci pada game itu. Selain tidak bisa memainkannya, coc pula yang menyebabkan saya selalu jadi yang kedua.
Malam kemarin ada angin yang begitu dingin mengantara kita. Terlalu dingin bahkan.
Dua piring makanan menjadi saksi bagaimana kita perlahan-lahan saling memunggungi.
Saya dapat mendengar betapa kesunyian memerangkap kita malam itu.
Kamu sibuk dengan gadget dan permainan bodoh itu.
Saya pun ingin. Hanya saja tatap saya tidak bisa beralih dari kamu. Ingin sekali kamu tatap lamat-lamat. Menikmati rindu yang begitu sangat. Tapi, malam itu tetap tidak ada hangat yang memeluk kita. Bising kendaraan dan tatap mu yang sebentar membuat malam sangat menyebalkan.
Saya diam-diam selalu mendoakan supaya gadget mu kehabisan daya. Supaya kamu selalu kalah. Supaya kamu cepat bosan.
Bukan saya ingin mengganggu kesenanganmu.
Saya hanya rindu.
#30HariMenulisSuratCinta
Sudah selesai bermain coc?
Sudah kalah?
Sudah bosan?
Saya begitu benci pada game itu. Selain tidak bisa memainkannya, coc pula yang menyebabkan saya selalu jadi yang kedua.
Malam kemarin ada angin yang begitu dingin mengantara kita. Terlalu dingin bahkan.
Dua piring makanan menjadi saksi bagaimana kita perlahan-lahan saling memunggungi.
Saya dapat mendengar betapa kesunyian memerangkap kita malam itu.
Kamu sibuk dengan gadget dan permainan bodoh itu.
Saya pun ingin. Hanya saja tatap saya tidak bisa beralih dari kamu. Ingin sekali kamu tatap lamat-lamat. Menikmati rindu yang begitu sangat. Tapi, malam itu tetap tidak ada hangat yang memeluk kita. Bising kendaraan dan tatap mu yang sebentar membuat malam sangat menyebalkan.
Saya diam-diam selalu mendoakan supaya gadget mu kehabisan daya. Supaya kamu selalu kalah. Supaya kamu cepat bosan.
Bukan saya ingin mengganggu kesenanganmu.
Saya hanya rindu.
#30HariMenulisSuratCinta
semangat yaaa, games memang sekeren itu! hehehe
BalasHapus-Ikavuje