Langsung ke konten utama

Sihir Hujan

Hai tuan asr,

Di tempat saya, sejak malam tadi hingga detik saya menuliskan surat ini langit menangis tanpa henti. Entah karena sedih atau karena bahagia. 
Yang saya tahu, saya terperangkap disini. Dibawah selimut tebal dengan kamu memenuhi langit-langit kamar. Ada banyak senyum dan abai. 

Hujan kali ini awet sekali. Memenjarakan banyak rindu dan kamu. Sedang saya harus dengan susah payah membangun pertahanan diri supaya tidak jatuh untuk yang kesekian kali karena mengingat kamu. Rintik di luar seperti alunan lagu yang mungkin begitu sering kamu dengar. 

Saya selalu tersihir oleh hujan. Membuat saya melamun berjam-jam. Dengan kamu memenuhi isi kepala saya. Membuat sesak seluruh rongga.

Ingatan saya dipaksa berputar mengingat kita. Tentang perkenalan kita. Tentang hutang puisi yang hingga hari ini belum kamu tepati. Tentang suaramu di malam-malam ramadhan tahun lalu. Tentang nama saya yang kamu bawa hingga puncak papandayan. Tentang saya yang dengan begitu berani menjatuhkan hati sedang kamu merasa tidak terjadi apa-apa dengan saya. 
Begitu banyak tentang yang masih ingin saya sebutkan. Tapi saya sadar itu tidak akan merubah apa pun.

Hujan akan terasa selalu seperti ini. 

Ada yang merasa rindu. Merasa sedih. Merasa bahagia. Merasa kehilangan. Merasa menemukan. Karena hujan akan selalu membuat kita merasa. Entah bagaimana denganmu. Merasakan rindu yang saya kirim atau tidak.

Karena rindu saya sesederhana ini. 
Kamu yang masih berputar-putar di langit kamar. Selimut tebal. Saya yang masih kedinginan. Dan hujan di luar dan di dalam hati saya. Tidak, saya tidak dapat mendengar apa pun selain namamu. Hujan deras di mata saya, membasahi segala yang berhubungan denganmu. 

Menyedihkan sekali saya kali ini. Merindukan kamu sedang kamu merindukan puan lain.

Hujan masih belum mau berhenti. Saya masih belum mau beranjak dari tempat nyaman ini. 
Jika surat ini benar-benar sampai padamu, saya masih disini. Masih merindukan kamu. Selalu. Dan, kamu tahu itu. 

#30HariMenulisSuratCinta

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sembunyikan Saya

Kepada mu yang masih menyembunyikan saya dari seluruh dunia. Kita pernah sama-sama saling bersilang jalan. Pernah saling bersisian. Pernah saling pergi. Tapi, apa yang semestinya jadi satu pasti akan kembali.  Kita pernah pula saling melewatkan. Pernah juga dengan berat hati melepas genggaman. Tapi, apa yang semestinya jadi milik kita akan datang tanpa pernah memberi tahu. Kini, saya senang berada disini. Di tempat yang ingin saya tetapkan menjadi rumah. Tempat saya pulang dari segala lelah. Tempat yang tidak seorang pun tahu, karena kamu dengan begitu tenang menempatkan saya dengan begitu rahasia di situ. Di hatimu.  Maka dengan surat ini, kamu harus bertanggung jawab karena sudah membuat saya betah. Kamu harus menjaga saya agar tetap berada di sisimu. Meyakinkan saya untuk tidak membuka pintu. Membuat saya jatuh hati setiap hari padamu. Sebagai hadiah, kamu dapat menikmati senyum saya yang manis semau mu😄 #30HariMenulisSuratCinta

Thank You Mozaik

Hai, Mozaik Al Isamer, putra sulung Bapak Insan Asyik.  Sekitar tiga hari yang lalu aku berkunjung ke typoganteng.com dan membaca tulisan yang berjudul "Ayah, Kau Terbaik!". Dan karena ulahmu menuliskan itu berhasil membuatku menangis dan merindukan ayahku.  Yang paling bisa buat mata berkaca-kaca di bagian yang ini, "Gue anak nggak berguna, kalau dia nggak bisa nikmatin masa tua nya." Aku rasa apapun yang berhubungan dengan orang tua akan selalu bersinggungan dengan air mata.  Sebelumnya, aku akan memperkenalkan diri dengan sejelas-jelasnya karena ini bukan surat kaleng. Namaku Vici Kurnia Ayuningtyas, putri sulung Bapak Muazin. Kelahiran Lampung, 22 Mei 1995. Seperti yang kamu tuliskan sebelumnya bahwa setiap Ayah akan selalu punya "keren" nya masing-masing. Tapi, pandangan anak perempuan dan laki-laki tentang Ayah akan sangat berbeda menurutku. Seperti nama Ayahku; Muazin, yang katanya arti nama itu adalah pria yang mengumandangkan adzan. Ta...

Menyukai Seseorang

Bukankah menyukai seseorang adalah hal yang mudah? Hanya cukup dengan menyukai nya, tanpa perlu tahu siapa mantan kekasihnya, pekerjaannya, apa yang sedang ada dalam pikiran nya. Hidup akan baik-baik saja sepertinya. Hari-hari hanya akan ada perasaan baik, mendoakan, mengharapkan. Dalam menyukai kita selalu diperbolehkan berharap, tidak ada yang bisa membatasi rasa dan harapan itu karena semuanya milikmu. Rasa ingin tahu tentang nya adalah yang paling menguasi pikiran mu. Tentang hobi nya,  makanan dan film favorit nya, tipe pasangan yang menjadi impian nya. Padahal rasa ingin tahu itu bisa melukai. Tapi, tiap kali kamu menyukai seseorang seolah kamu merasa jadi manusia yang paling bisa menahan rasa sakit. Kamu merasa baik-baik saja saat orang yang kamu sukai muncul di timeline mu.  Hadir sesekali lewat instastory. Hanya dengan itu kamu merasa jadi yang paling tahu tentang diri nya. Kamu merasa hari mu dipenuhi tawa dengan melihat foto nya yang sedang tersenyum,...