Hai boy candra. Apa kabar?
Masih ingat dengan saya? Harusnya masih.
Saya masih disini, menunggu pertemuan-pertemuan yang lebih manis dari hari kemarin. Pertemuan dengan mu, penulis berbakat yang sedang dicintai banyak hawa akhir-akhir ini. Pertemuan dengan pria bertubuh kecil. Pertemuan dengan pria yang memiliki patah hati yang begitu besar di hati nya.
Ingat bagaimana pertama kali kita bertemu. Saya dibantu mantan kekasih sahabat saya untuk menuju kamu. Rasa nya mudah sekali menggapai kamu hari itu. Selain mendapat foto berdua, saya juga mendapatkan tatapan teduh penuh luka dari mu. Esoknya saya mendapat hadiah kencan dadakan dari sahabatmu karena malam sebelumnya saya salah alamat untuk bertemu denganmu.
Saya bercanda, tentu saja itu bukan ajakan kencan. Itu hanya rasa tidak enak hati karena saya tidak dapat bertemu denganmu di malam puisi.
Saya senang sekali dapat menjadi wanita yang kamu tunggu dengan begitu terpaksa. Wanita yang mengikutimu dengan begitu sungguh. Wanita yang begitu beruntung dapat duduk di sebelahmu, melihat mu makan dengan lahap, menikmati kamu yang begitu lucu juga sedikit menyebalkan. Wanita yang sangat cerewet, namun disampingmu seperti saya tidak membutuhkan apa-apa lagi. Bahagia saya cukup, diam dan memandang kamu yang bahagia namun menyimpan imajinasi penuh patah hati dan luka.
Jika boleh sebentar saja saya bermimpi, saya ingin sekali menjadi wanita yang kamu ucapkan di halaman terima kasih dengan penjelas sudah menemani sepanjang baik dan semoga tidak pernah buruk hari-harimu. Menjadi wanita yang selalu kamu buatkan puisi. Lalu, saya akan membalas puisi itu dengan bahasa saya sendiri. Tidak penuh luka, tapi bahagia yang penuh dan utuh, sebab sudah dapat memilikimu disini. Didalam surat ini.
Jangan salahkan saya jika begitu jatuh dan menggilaimu. Salahkan buku-bukumu yang sudah menyihir saya tanpa saya ada kemauan untuk sadar dari sihir itu.
Seperti yang kamu tulis di buku saya dengan pena pink.
"Beberapa hal di dunia ini tak bisa kita tebak. Bisa jadi kamu jatuh cinta pada seseorang. Lalu, sebab satu hal kamu harus menikah dengan orang lain."
Bahagia sekali mendapat tulisan itu. Saya bahkan sempat berfikir kamu menyukai saya. Bodoh sekali.
Tetap lah menjadi baik boy. Tetap menjadi pria penuh luka yang dicintai banyak wanita. Tetap mengagumkan ya, jangan biarkan saya berhenti mencintai kamu. Jaga saya, supaya tetap menjadi wanita yang setia padamu dan karyamu. Karena jika saya pergi, tidak akan lagi kamu dapatkan saya yang begitu sungguh pada sosok wanita lain.
Terima kasih sudah dengan rela saya jadikan inspirasi. Sudah dengan senang hati saya cintai.
Saya mencintai kamu.
#30HariMenulisSuratCinta
Masih ingat dengan saya? Harusnya masih.
Saya masih disini, menunggu pertemuan-pertemuan yang lebih manis dari hari kemarin. Pertemuan dengan mu, penulis berbakat yang sedang dicintai banyak hawa akhir-akhir ini. Pertemuan dengan pria bertubuh kecil. Pertemuan dengan pria yang memiliki patah hati yang begitu besar di hati nya.
Ingat bagaimana pertama kali kita bertemu. Saya dibantu mantan kekasih sahabat saya untuk menuju kamu. Rasa nya mudah sekali menggapai kamu hari itu. Selain mendapat foto berdua, saya juga mendapatkan tatapan teduh penuh luka dari mu. Esoknya saya mendapat hadiah kencan dadakan dari sahabatmu karena malam sebelumnya saya salah alamat untuk bertemu denganmu.
Saya bercanda, tentu saja itu bukan ajakan kencan. Itu hanya rasa tidak enak hati karena saya tidak dapat bertemu denganmu di malam puisi.
Saya senang sekali dapat menjadi wanita yang kamu tunggu dengan begitu terpaksa. Wanita yang mengikutimu dengan begitu sungguh. Wanita yang begitu beruntung dapat duduk di sebelahmu, melihat mu makan dengan lahap, menikmati kamu yang begitu lucu juga sedikit menyebalkan. Wanita yang sangat cerewet, namun disampingmu seperti saya tidak membutuhkan apa-apa lagi. Bahagia saya cukup, diam dan memandang kamu yang bahagia namun menyimpan imajinasi penuh patah hati dan luka.
Jika boleh sebentar saja saya bermimpi, saya ingin sekali menjadi wanita yang kamu ucapkan di halaman terima kasih dengan penjelas sudah menemani sepanjang baik dan semoga tidak pernah buruk hari-harimu. Menjadi wanita yang selalu kamu buatkan puisi. Lalu, saya akan membalas puisi itu dengan bahasa saya sendiri. Tidak penuh luka, tapi bahagia yang penuh dan utuh, sebab sudah dapat memilikimu disini. Didalam surat ini.
Jangan salahkan saya jika begitu jatuh dan menggilaimu. Salahkan buku-bukumu yang sudah menyihir saya tanpa saya ada kemauan untuk sadar dari sihir itu.
Seperti yang kamu tulis di buku saya dengan pena pink.
"Beberapa hal di dunia ini tak bisa kita tebak. Bisa jadi kamu jatuh cinta pada seseorang. Lalu, sebab satu hal kamu harus menikah dengan orang lain."
Bahagia sekali mendapat tulisan itu. Saya bahkan sempat berfikir kamu menyukai saya. Bodoh sekali.
Tetap lah menjadi baik boy. Tetap menjadi pria penuh luka yang dicintai banyak wanita. Tetap mengagumkan ya, jangan biarkan saya berhenti mencintai kamu. Jaga saya, supaya tetap menjadi wanita yang setia padamu dan karyamu. Karena jika saya pergi, tidak akan lagi kamu dapatkan saya yang begitu sungguh pada sosok wanita lain.
Terima kasih sudah dengan rela saya jadikan inspirasi. Sudah dengan senang hati saya cintai.
Saya mencintai kamu.
#30HariMenulisSuratCinta
aaaa, sweet banget ❤️❤️❤️
BalasHapusmenulis terus yaaa
-ikavuje
Terima kasih banyak kak
BalasHapus