Langsung ke konten utama

Aku, kehilangan

Tentang kita yang bersisian dalam diam yang berkepanjangan. 
Tentang kopi dingin yang mengantara.
Tentang sebelah tangan kita yang begitu saling ingin menggenggam dibawah meja. 

Aku pernah begitu jatuh cinta. Padamu, pria penulis puisi. Pria yang mencintai kopi layaknya diri sendiri. Namun setelah tahu aku mulai ikut mencintai. Kamu menyesap habis kopi dan menghapus semua puisi. 

Aku, kehilangan.
Kamu benar, aku sudah begitu jatuh dan tenggelam terlalu dalam pada apa-apa yang disebut dengan kehilangan.

Sejak itu aku mulai gemar mengakrabkan kopi dan hujan, serta kenangan tentang kita. 
Kamu dan hujan selalu mengencani kopi lagi dan lagi. Sedang aku hanya bisa ngimpi lagi.

Percuma saja mau ditambahkan gula sebanyak apa, kopi ini sudah terlalu pekat dengan kamu di dalam nya. 
Coba nikmati pahit yang selama ini mengendap dalam kopiku. Biar kunikmati bahagia yang selama ini larut di kopimu. 

Dan malam ini menjadi saksi, bagaimana aku ingin melupakan masa lalu. Berbaring di sofa dengan lampu yang hampir redup. Meyakinkan diri sendiri bahwa sudah tak ingat lagi. 
Namun, kopi di hadapanku mencibir.

Kali ini tuan, aku memohon buta.
Karena kopi di hadapan ku makin menjadi-jadi mengulik kenangan lama. Tentang perpisahan jug pesakitan. 

Sakit sekali.

Harusnya tak usah kamu hadiahi perpisahan untuk membuktikan cinta itu menyakitkan. 
Kini kopi dihadapanku menguarkan asap membentuk wajah pria yang kucintai. Wajah mu.

Aku, sudah tidak tahu dengan apa lagi memintamu. Maka kali ini bantu aku untuk sampai segera di garis finish. 

#30HariMenulisSuratCinta

Komentar

  1. melepaskan itu cinta juga. kepada diri sendiri, agar lebih bahagia lagi.


    -Ikavuje

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sembunyikan Saya

Kepada mu yang masih menyembunyikan saya dari seluruh dunia. Kita pernah sama-sama saling bersilang jalan. Pernah saling bersisian. Pernah saling pergi. Tapi, apa yang semestinya jadi satu pasti akan kembali.  Kita pernah pula saling melewatkan. Pernah juga dengan berat hati melepas genggaman. Tapi, apa yang semestinya jadi milik kita akan datang tanpa pernah memberi tahu. Kini, saya senang berada disini. Di tempat yang ingin saya tetapkan menjadi rumah. Tempat saya pulang dari segala lelah. Tempat yang tidak seorang pun tahu, karena kamu dengan begitu tenang menempatkan saya dengan begitu rahasia di situ. Di hatimu.  Maka dengan surat ini, kamu harus bertanggung jawab karena sudah membuat saya betah. Kamu harus menjaga saya agar tetap berada di sisimu. Meyakinkan saya untuk tidak membuka pintu. Membuat saya jatuh hati setiap hari padamu. Sebagai hadiah, kamu dapat menikmati senyum saya yang manis semau mu😄 #30HariMenulisSuratCinta

Thank You Mozaik

Hai, Mozaik Al Isamer, putra sulung Bapak Insan Asyik.  Sekitar tiga hari yang lalu aku berkunjung ke typoganteng.com dan membaca tulisan yang berjudul "Ayah, Kau Terbaik!". Dan karena ulahmu menuliskan itu berhasil membuatku menangis dan merindukan ayahku.  Yang paling bisa buat mata berkaca-kaca di bagian yang ini, "Gue anak nggak berguna, kalau dia nggak bisa nikmatin masa tua nya." Aku rasa apapun yang berhubungan dengan orang tua akan selalu bersinggungan dengan air mata.  Sebelumnya, aku akan memperkenalkan diri dengan sejelas-jelasnya karena ini bukan surat kaleng. Namaku Vici Kurnia Ayuningtyas, putri sulung Bapak Muazin. Kelahiran Lampung, 22 Mei 1995. Seperti yang kamu tuliskan sebelumnya bahwa setiap Ayah akan selalu punya "keren" nya masing-masing. Tapi, pandangan anak perempuan dan laki-laki tentang Ayah akan sangat berbeda menurutku. Seperti nama Ayahku; Muazin, yang katanya arti nama itu adalah pria yang mengumandangkan adzan. Ta...

Menyukai Seseorang

Bukankah menyukai seseorang adalah hal yang mudah? Hanya cukup dengan menyukai nya, tanpa perlu tahu siapa mantan kekasihnya, pekerjaannya, apa yang sedang ada dalam pikiran nya. Hidup akan baik-baik saja sepertinya. Hari-hari hanya akan ada perasaan baik, mendoakan, mengharapkan. Dalam menyukai kita selalu diperbolehkan berharap, tidak ada yang bisa membatasi rasa dan harapan itu karena semuanya milikmu. Rasa ingin tahu tentang nya adalah yang paling menguasi pikiran mu. Tentang hobi nya,  makanan dan film favorit nya, tipe pasangan yang menjadi impian nya. Padahal rasa ingin tahu itu bisa melukai. Tapi, tiap kali kamu menyukai seseorang seolah kamu merasa jadi manusia yang paling bisa menahan rasa sakit. Kamu merasa baik-baik saja saat orang yang kamu sukai muncul di timeline mu.  Hadir sesekali lewat instastory. Hanya dengan itu kamu merasa jadi yang paling tahu tentang diri nya. Kamu merasa hari mu dipenuhi tawa dengan melihat foto nya yang sedang tersenyum,...