Langsung ke konten utama

Anti Jalan-Jalan

Hai muh, apa kabar?
Tentu baik-baik saja kan, kita baru beberapa hari yang lalu bertemu di kampus ku. Kau menjemput kekasihmu, sahabatku.

Siang tadi, sahabatku yang merangkap sebagai kekasimu mendadak mencurahkan isi hati nya saat kami sedang duduk berdua. Menunggu sore di beranda depan laboratorium.
Dia bercerita sambil tertawa, namun aku tahu ada sesuatu yang membuat hati nya sedih, ada yang mengganjal dalam hatinya.

Katanya, kamu begitu sulit ia terka. Biar kuberi tahu beberapa rahasia nya tentangmu.
Dia ingin sesekali menghabiskan hari denganmu. Berjalan jauh tanpa keluh tanpa rasa malas mu itu.
Dia ingin sesekali kamu ajak berkeliling, menikmati jalanan. Berdua tanpa pengganggu.
Dia ingin sesekali kamu perhatikan, melihat langit dari pagi hingga petang.

Dia bukan ingin seperti kebanyakan orang, yang merenggut waktu kekasihnya hanya untuk kesenangannya.
Dia bukan ingin merusak waktu tidurmu.
Dia bukan pula seperti mantan kekasihmu, yang hobi mengajakmu pergi.

Kamu pasti seperti kebanyakan lelaki, yang menganggap hal seperti ini hanya bahan tertawaan.
Tapi, bagi kaum hawa seperti kami, waktu adalah salah satu alasan untuk tetap bertahan.
Sedikit saja waktu yang kamu luangkan, akan kamu dapatkan begitu banyak perhatian.
Karena wanita itu selalu memberi dua kali lipat dari apa yang kamu beri.

Jangan malas, jangan anti dengan jalan-jalan. Karena dari situ, kamu bisa melihat betapa sabarnya ia terhadapmu. Kamu dapat melihat seberapa mau dia bertahan denganmu.
Dia tidak ingin pergi setiap hari, hanya sesekali. Berdua.
Menceritakan apa yang terjadi padanya seharian tadi, membiarkan jalanan melihat kalian lebih lama dari biasanya.

Membahagiakan sahabatku itu tidak susah, kan?

#30HariMenulisSuratCinta

Komentar

  1. aku suka suratmu ini, semoga tak dianggap terlalu mencampuri urusan yaaaa.
    nulis selaluuuu


    -Ikavuje

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sembunyikan Saya

Kepada mu yang masih menyembunyikan saya dari seluruh dunia. Kita pernah sama-sama saling bersilang jalan. Pernah saling bersisian. Pernah saling pergi. Tapi, apa yang semestinya jadi satu pasti akan kembali.  Kita pernah pula saling melewatkan. Pernah juga dengan berat hati melepas genggaman. Tapi, apa yang semestinya jadi milik kita akan datang tanpa pernah memberi tahu. Kini, saya senang berada disini. Di tempat yang ingin saya tetapkan menjadi rumah. Tempat saya pulang dari segala lelah. Tempat yang tidak seorang pun tahu, karena kamu dengan begitu tenang menempatkan saya dengan begitu rahasia di situ. Di hatimu.  Maka dengan surat ini, kamu harus bertanggung jawab karena sudah membuat saya betah. Kamu harus menjaga saya agar tetap berada di sisimu. Meyakinkan saya untuk tidak membuka pintu. Membuat saya jatuh hati setiap hari padamu. Sebagai hadiah, kamu dapat menikmati senyum saya yang manis semau mu😄 #30HariMenulisSuratCinta

Thank You Mozaik

Hai, Mozaik Al Isamer, putra sulung Bapak Insan Asyik.  Sekitar tiga hari yang lalu aku berkunjung ke typoganteng.com dan membaca tulisan yang berjudul "Ayah, Kau Terbaik!". Dan karena ulahmu menuliskan itu berhasil membuatku menangis dan merindukan ayahku.  Yang paling bisa buat mata berkaca-kaca di bagian yang ini, "Gue anak nggak berguna, kalau dia nggak bisa nikmatin masa tua nya." Aku rasa apapun yang berhubungan dengan orang tua akan selalu bersinggungan dengan air mata.  Sebelumnya, aku akan memperkenalkan diri dengan sejelas-jelasnya karena ini bukan surat kaleng. Namaku Vici Kurnia Ayuningtyas, putri sulung Bapak Muazin. Kelahiran Lampung, 22 Mei 1995. Seperti yang kamu tuliskan sebelumnya bahwa setiap Ayah akan selalu punya "keren" nya masing-masing. Tapi, pandangan anak perempuan dan laki-laki tentang Ayah akan sangat berbeda menurutku. Seperti nama Ayahku; Muazin, yang katanya arti nama itu adalah pria yang mengumandangkan adzan. Ta...

Menyukai Seseorang

Bukankah menyukai seseorang adalah hal yang mudah? Hanya cukup dengan menyukai nya, tanpa perlu tahu siapa mantan kekasihnya, pekerjaannya, apa yang sedang ada dalam pikiran nya. Hidup akan baik-baik saja sepertinya. Hari-hari hanya akan ada perasaan baik, mendoakan, mengharapkan. Dalam menyukai kita selalu diperbolehkan berharap, tidak ada yang bisa membatasi rasa dan harapan itu karena semuanya milikmu. Rasa ingin tahu tentang nya adalah yang paling menguasi pikiran mu. Tentang hobi nya,  makanan dan film favorit nya, tipe pasangan yang menjadi impian nya. Padahal rasa ingin tahu itu bisa melukai. Tapi, tiap kali kamu menyukai seseorang seolah kamu merasa jadi manusia yang paling bisa menahan rasa sakit. Kamu merasa baik-baik saja saat orang yang kamu sukai muncul di timeline mu.  Hadir sesekali lewat instastory. Hanya dengan itu kamu merasa jadi yang paling tahu tentang diri nya. Kamu merasa hari mu dipenuhi tawa dengan melihat foto nya yang sedang tersenyum,...