Aku ingin sekali menjadi apa yang kau pikirkan.
Menjadi apa yang membuatmu tertegun berjam-jam. Membuatmu menarik pena diatas kertas putih, dan menuliskan aku.
Lalu sesekali kamu berhenti, menatap sekitar. Menatap kopi kesukaan dan setelah itu tersenyum karena aku hadir sekilas di kepul asap kopimu.
Aku ingin sekali menjadi apa yang kau rindukan.
Menjadi apa yang terkadang membuatmu kebingungan.
Membuatmu berpikir keras dan yang kau temukan hanya aku dalam kepalamu.
Kau tak punya pilihan lain selain menghubungiku, dengan malu-malu. Berbekal rindu yang membuncah dari dada kirimu.
Indah sekali rasanya menjadi apa yang kamu pikirkan.
Menjadi apa yang kamu rindukan.
Apa aku bisa, tuan?
Menjadi apa yang membuatmu tertegun berjam-jam. Membuatmu menarik pena diatas kertas putih, dan menuliskan aku.
Lalu sesekali kamu berhenti, menatap sekitar. Menatap kopi kesukaan dan setelah itu tersenyum karena aku hadir sekilas di kepul asap kopimu.
Aku ingin sekali menjadi apa yang kau rindukan.
Menjadi apa yang terkadang membuatmu kebingungan.
Membuatmu berpikir keras dan yang kau temukan hanya aku dalam kepalamu.
Kau tak punya pilihan lain selain menghubungiku, dengan malu-malu. Berbekal rindu yang membuncah dari dada kirimu.
Indah sekali rasanya menjadi apa yang kamu pikirkan.
Menjadi apa yang kamu rindukan.
Apa aku bisa, tuan?
#30HariMenulisSuratCinta
bisaaaaaaaaaaa
BalasHapus-ikavuje, anaknya optimis.